Antara Janin yang Hilang dan Tipu Daya Pesugihan: Catatan Spiritual Ustadz Muhammad Faizar

Catatan Spiritual Ustadz Muhammad Faizar
Catatan Spiritual Ustadz Muhammad Faizar

Dunia supranatural sering kali menjadi pelarian bagi mereka yang putus asa. Namun, di balik janji kekayaan instan dan solusi gaib, tersimpan lubang gelap yang siap menelan korbannya.

Dalam sebuah wawancara eksklusif di kanal Malam Mencekam, Ustadz Muhammad Faizar, pakar Ruqyah Syar’iyyah ternama, membongkar realitas pahit di balik fenomena sihir dan pesugihan di Indonesia.

Titik Balik: Perlawanan Terhadap Penipuan Berkedok Gaib

Catatan Spiritual Ustadz Muhammad Faizar
Catatan Spiritual Ustadz Muhammad Faizar

Ketertarikan Ustadz Faizar pada dunia ruqyah tidak lahir dari rasa penasaran semata, melainkan dari kemarahan terhadap ketidakadilan. Pada tahun 2005, saat ia masih duduk di bangku SMP, ia menyaksikan neneknya menjadi korban pemerasan oleh seorang oknum paranormal.

“Bawang putih satu siung dirituali dan diharganya mahal loh Mas… harganya Rp7 juta. Jiwa muda saya bergejolak, saya bawa keluar, saya lempar ke tanah sambil takbir. Ini tidak benar!” kenang Ustadz Faizar.

Kejadian itu menyadarkannya bahwa banyak orang sakit yang justru dimanfaatkan secara finansial dengan narasi “gangguan jin”. Sejak itu, ia mendedikasikan hidupnya untuk mempelajari pengobatan yang sesuai dengan syariat Islam.

Fenomena Medis yang Tak Masuk Akal: Kasus Janin Hilang

Salah satu kisah paling mengguncang yang dibagikan adalah tentang seorang ibu yang kehilangan janinnya secara misterius tepat di usia kandungan sembilan bulan. Secara medis, hasil USG lengkap menunjukkan janin tersebut sehat, namun tiba-tiba perut sang ibu menjadi rata tanpa ada bekas keguguran.

Ustadz Faizar melakukan pendekatan unik dengan hidroterapi (terapi air) di sebuah kolam renang. Sambil membacakan surah Ali Imran, fenomena luar biasa terjadi:

“Bayinya muncul, bergerak-gerak di perutnya. Kelihatan itu di kamera, betul-betul ada gerakan kaki bayi yang gejol-gejol. Akhirnya semua sujud syukur.”

Kasus ini menjadi bukti bagi Faizar bahwa intervensi gaib bisa mempengaruhi fisik manusia secara nyata, namun kekuatan Al-Qur’an jauh lebih besar untuk mengembalikannya.

Ilusi Pesugihan: Uang Satu Koper yang Menipu

Banyak orang terjebak pesugihan karena himpitan ekonomi. Ustadz Faizar menceritakan kisah Pak Wartim, seorang pria yang sempat melihat “keajaiban” dunia hitam di sebuah kuburan keramat. Pak Wartim mengaku melihat sosok raksasa yang menjulang ke langit dan sebuah koper berisi penuh uang muncul di depannya.

Namun, kekayaan itu ada harganya. Setan meminta tumbal yang paling berharga: anak kandungnya yang baru lahir.

“Demi Allah, janji setan tidak akan pernah ditepati. Itu hanya tipuan belaka. Rezeki kita sudah ditakar, tidak akan lebih dan tidak akan kurang.” tegas Ustadz Faizar.

Beliau menjelaskan bahwa pesugihan tidak menambah rezeki, melainkan hanya memindahkan “jatah” masa depan ke masa sekarang dengan bayaran ketenangan hidup yang hilang atau nyawa orang tercinta sebagai jaminan.

Solusi Alternatif: “Pesugihan Syar’i”

Bagi mereka yang tercekik hutang dan masalah hidup, Ustadz Faizar menawarkan apa yang ia sebut sebagai Pesugihan Syar’i. Ini bukanlah ritual mistis, melainkan perbaikan hubungan dengan Sang Pencipta.

Langkah-langkah Pesugihan Syar’i meliputi:

  1. Taubat Nasuha: Membersihkan diri dari dosa besar, terutama riba dan zina yang dianggap sebagai penghambat pintu rezeki.

  2. Mandi Sebelum Subuh: Melakukan ibadah di sepertiga malam terakhir.

  3. Istigfar Konsisten: Membiasakan lisan berzikir hingga membentuk ketenangan batin.

  4. Sedekah: Memberi di tengah kesempitan.

“Ngapain kita harus bekerja sama dengan setan? Ada tiga orang yang Allah pasti tolong: orang yang berjihad, orang yang ingin menikah untuk menjaga kesucian, dan orang yang terlilit hutang namun punya keinginan kuat untuk melunasinya.”

Penutup: Inti dari Kesembuhan adalah Keyakinan

Di akhir sesi, Ustadz Faizar menekankan bahwa musuh terbesar manusia bukan hanya jin, melainkan rasa takut dan sedih yang berlebihan. Setan masuk melalui celah-celah emosi negatif tersebut.

“Inti roh dari ruqyah adalah yakin. Tanpa keyakinan, tidak bakal jadi,” tutupnya. Perjalanan Ustadz Faizar mengajarkan kita bahwa di tengah gelapnya dunia sihir, cahaya literasi agama dan keteguhan iman adalah satu-satunya perisai yang abadi.

Kamu juga bisa membaca artikel menarik kami lainnya seperti Menolak Miskin di 2026: Strategi “Survival” Gaji UMR dan Putusnya Rantai Generasi Sandwich

Read More :  Pria Wajib Baca! Nafkah Lahir Batin Istri Yang Sering Suami Lalaikan

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *