Banyak orang memulai Januari dengan semangat membara, namun layu sebelum Maret tiba. Mengapa? Karena mayoritas dari kita terjebak dalam aspirasi yang terlalu tinggi tanpa memiliki sistem harian yang membumi.
Dalam sebuah diskusi mendalam di kanal Suara Berkelas, Agus Leo Halim membedah rahasia bagaimana merombak pola pikir dan kebiasaan dalam waktu singkat.
Daftar Isi
1. Memilih Jenis “Rasa Sakit” Anda

Hidup adalah tentang pilihan. Tidak ada jalan yang benar-benar nyaman tanpa pengorbanan. Agus Leo Halim menekankan satu kutipan klasik yang menjadi fondasi kedisiplinan:
“Pilihannya adalah memilih rasa sakit terhadap kedisiplinan kita, atau memilih rasa sakit terhadap penyesalan kita.”
Kedisiplinan memang berat di awal, namun penyesalan jauh lebih berat di masa tua. Untuk memulai, jangan langsung mencoba mengubah segalanya. Mulailah dengan kemenangan kecil. Merapikan tempat tidur segera setelah bangun adalah cara termudah untuk memberikan sinyal pada otak bahwa Anda adalah orang yang produktif.
2. Strategi “Protect Your Morning”

Pagi hari adalah medan tempur utama. Jika Anda kalah di pagi hari, kemungkinan besar Anda akan kalah sepanjang hari. Kesalahan terbesar manusia modern adalah membiarkan pagi mereka “dibajak” oleh smartphone.
“Winning the morning is the key to winning the day and winning at life.”
Saat Anda bangun dan langsung membuka media sosial, Anda menjadi reaktif terhadap dunia. Sebaliknya, dengan melakukan journaling, ibadah, atau olahraga ringan, Anda menjadi proaktif. Anda yang memegang kendali atas atensi Anda sendiri.
3. Signal vs Noise: Seni Fokus di Dunia yang Bising

Di era informasi ini, kita sering merasa sibuk tapi tidak produktif. Agus menggunakan terminologi dari Daniel Kahneman untuk menjelaskan hal ini:
-
Signal: Aktivitas krusial yang benar-benar menggerakkan roda hidup Anda.
-
Noise: Distraksi remeh yang membuat Anda merasa sibuk tanpa hasil (seperti multitasking atau scrolling tanpa tujuan).
Untuk mengatasi ini, ia menyarankan teknik “Reverse Engineer”. Jangan hanya punya target besar seperti “ingin kaya”, tapi pukul balik target itu ke aktivitas harian yang konkret.
4. Hack Otak dengan “Aturan 30 Detik”

Banyak orang gagal karena otaknya merasa terbebani oleh bayangan tugas yang berat. Jika Anda ingin mulai menulis jurnal atau membaca buku, jangan berpikir tentang satu jam.
“Hack otaknya: bawa aktivitas yang kita inginkan 30 detik dulu aja. Begitu 30 detik, otak kalian jadi tanda kutip dibohongin.”
Begitu Anda mulai selama 30 detik, hambatan mental biasanya akan hilang, dan Anda akan lanjut melakukannya tanpa beban. Selain itu, ikuti prinsip “Jangan Bolos Dua Kali”. Sekali bolos adalah manusiawi, tapi bolos dua kali berturut-turut adalah awal dari kebiasaan buruk yang baru.
5. Kejernihan Mental melalui “Ice Bath”

Salah satu metode yang mungkin terdengar ekstrem namun efektif adalah berendam air es. Secara sains, ini membantu metabolisme, namun secara mental, efeknya jauh lebih kuat.
“Begitu selesai 2 menit berendam es, aku berasa mental clarity-nya luar biasa. I’m ready to take on everything.”
Melakukan sesuatu yang sangat tidak nyaman secara sukarela di pagi hari akan melatih mental Anda untuk menghadapi tantangan apa pun yang muncul di sisa hari tersebut.
Kesimpulan: Aksi di Balik Layar
Pada akhirnya, perubahan sejati tidak terjadi di atas panggung atau di media sosial, melainkan saat Anda sendirian.
“Kita bukanlah produk dari aspirasi kita, tapi kita adalah produk dari aksi yang kita lakukan ketika tidak ada yang melihat kita.”
Langkah kecil yang bisa Anda lakukan hari ini: Beli sebuah jurnal fisik. Malam ini, taruh jurnal itu di samping bantal Anda dan jauhkan HP ke ruangan lain. Esok pagi, tuliskan satu hal yang ingin Anda selesaikan. Itulah awal dari reset otak Anda.
Kamu juga bisa membaca artikel menarik lainnya seperti Steffi Zamora dan Nino Fernandez Sambut Kelahiran Anak Pertama Penuh Haru