Dalam dunia yang serba cepat dan penuh dengan pamer kemewahan (flexing), Andrew Susanto muncul dengan perspektif yang menyejukkan sekaligus menampar realitas. Pemilik lebih dari 2.000 outlet Pusat Gadai Indonesia ini membedah rahasia di balik kekayaannya: bukan tentang seberapa berani Anda berjudi, tapi seberapa disiplin Anda mengelola diri.
Daftar Isi
1. Paradoks Risiko: “Cari Untung Kecil, Risiko Kecil”

Banyak motivator menyarankan untuk “High Risk, High Return”. Andrew justru mengambil jalan sebaliknya. Ia mengaku sebagai orang yang “penakut” terhadap risiko yang tidak terukur.
“Saya akan masuk kalau risikonya itu kecil. Hasilnya boleh kecil sampai besar, itu baru saya ambil. Kalau risikonya besar, saya nggak mau.”
Bagi Andrew, ketenangan pikiran jauh lebih berharga daripada lonjakan kekayaan yang dibarengi stres luar biasa. Inilah mengapa ia memilih emas sebagai pilar bisnisnya—instrumen yang stabil, nyata, dan tahan banting terhadap inflasi.
2. Manajemen Waktu: Filosofi “Matahari Terbenam”

Salah satu bagian paling mengejutkan dari artikel ini adalah disiplin Andrew terhadap waktu keluarga. Di saat banyak CEO bekerja hingga larut malam, Andrew menetapkan batas suci: Pukul 18.00 harus sudah di rumah.
-
04:30: Bangun pagi dan mulai membalas pesan kerja.
-
06:00: Olahraga dan Gym (Kesehatan adalah investasi utama).
-
08:00 – 12:00: Maraton meeting (Setiap meeting dibatasi hanya 15-30 menit).
-
15:00: Menuju rumah.
-
18:00: Waktu penuh untuk istri, anak, dan hobi (seperti main Dota).
“Jangan sampai kamu mengorbankan waktu untuk sesuatu yang kamu nggak suka demi uang.”
3. Strategi “Reborn”: Bagaimana Jika Kembali ke Nol?

Atta memberikan pertanyaan kritis: Bagaimana jika semua hartanya hilang hari ini? Andrew menjawab dengan penuh percaya diri bahwa Skill dan Etika adalah aset yang tidak bisa disita.
Ia memberikan simulasi cara mengubah gaji 5 juta menjadi 50 miliar:
-
Cari pengusaha besar yang butuh bantuan.
-
Tawarkan diri untuk bekerja dengan gaji minimal (misal 5 juta) hanya untuk makan.
-
Berikan target hasil yang besar (misal 50 Miliar) dengan sistem bagi hasil di akhir.
-
Gunakan skill manajemen dan kejujuran untuk membuktikannya.
“Kalau saya mulai dari nol tapi punya skill dan network yang sekarang, cari 50 Miliar setahun itu gampang. Penawarannya seksi: ‘Saya nggak usah digaji tinggi, saya buktiin dulu hasilnya’.”
4. Etika: Mata Uang Tertinggi dalam Bisnis

Bagi Andrew, networking bukan sekadar bertukar kartu nama, tapi membangun reputasi. Ia menekankan bahwa orang kaya tanpa etika hanya akan menjadi “orang kaya yang kesepian”.
“Etika itu nomor satu. Kalau etikamu benar, kemungkinan kamu kaya lebih besar. Buat apa kamu kaya kalau orang nggak suka sama kamu?”
Ia membuktikan kepeduliannya pada SDM dengan memberikan beasiswa S1 kepada 1.000 karyawannya secara gratis. Baginya, pendidikan bukan hanya soal gelar, tapi tentang melatih mentalitas dan cara berkomunikasi.
5. Pesan untuk Generasi Muda
Di akhir percakapan, Andrew memberikan sebuah kutipan yang menjadi pengingat keras bagi kita semua yang sedang mengejar materi:
“Sebelum kamu fokus mau kaya, sebaiknya kamu fokus dulu: hidupmu bisa bermanfaat atau enggak buat orang lain.”
Kesimpulan
Kekayaan Andrew Susanto bukan hasil dari keberuntungan semalam, melainkan akumulasi dari bangun pagi pukul 04.30, kejujuran dalam berbisnis emas, dan keberanian untuk berkata “tidak” pada peluang yang terlalu berisiko.
Apakah Anda siap mengatur ulang jadwal hidup Anda mulai besok pagi?
Kamu juga bisa membaca artikel menarik kami lainnya seperti Diskusi Hermanto Tanoko dan Timothy Ronald : Ketika 15 Orang Mengalahkan 300 Karyawan — Masa Depan yang Menakutkan atau Menjanjikan?