Dari “Penonton Warnet” ke Triliunan Rupiah: Kisah Hengky Adinata Menaklukkan Bursa Saham

Hengky Adinata
Hengky Adinata

Bagi sebagian orang, pasar modal adalah tempat berjudi. Namun bagi Hengky Adinata, bursa saham adalah sebuah “berkat yang menyamar” (disguised blessing) yang berhasil menariknya keluar dari jurang keputusasaan. Lewat bursa, ia tidak hanya mengubah angka di saldo rekening, tapi juga mengubah garis takdir keluarganya.

Berikut adalah rangkuman perjalanan epik Hengky—dari nol, menuju kehancuran, hingga bangkit menjadi raksasa transaksi.

1. Keajaiban yang Tak Terduga

Hengky Adinata
Hengky Adinata

Hengky tidak lahir dengan sendok perak. Ia bahkan menyebut kehadirannya di dunia sebagai sebuah “kecelakaan” yang menyelamatkan pernikahan orang tuanya. Tumbuh dalam keterbatasan finansial, pelariannya hanyalah warnet—bukan sebagai pemain, melainkan sebagai penonton karena tak punya uang untuk menyewa komputer.

“Saya merasa ngapain ya saya hidup? Saya di warnet cuma lihatin orang main, jadi komentator cupu. Itu tugas saya dulu.”

Titik balik hidupnya terjadi saat SMA, ketika ia melihat seorang alumni sukses berdiri di depan kelas. Saat itulah Hengky sadar: ia harus menjadi “sesuatu” agar keluarganya tidak lagi dipandang sebelah mata.

2. Modal 2,5 Juta dan Keberuntungan Pemula

Hengky memulai perjalanannya sebagai pengacara. Namun, pada 16 Maret 2020—saat pandemi melumpuhkan dunia—ia justru melihat peluang di tengah kepanikan. Bermodalkan hanya Rp2,5 juta, ia memberanikan diri terjun ke pasar saham.

Keberuntungan berpihak padanya. Dalam waktu singkat, portofolionya meledak. Dari jutaan menjadi ratusan juta. Namun, kesuksesan instan sering kali menjadi racun bagi mental yang belum siap.

“Saya merasa sangat hebat. Ngapain kerja di depan bos? Saya jadi songong. Ketika bos tanya riset, saya jawab ‘enggak ada’. Saya lupa injak bumi.”

3. Tragedi Minus 1,7 Miliar: “Dihumble-kan” oleh Market

Kesombongan Hengky dibayar mahal. Terbuai oleh keuntungan besar, ia menggunakan margin (uang pinjaman) secara ugal-ugalan. Ketika pasar berbalik arah, ia kehilangan segalanya, bahkan menanggung hutang (bad debt) sebesar Rp1,7 miliar.

Di titik nadir ini, ia belajar arti loyalitas dan ketangguhan. Seorang rekan kerja rela melikuidasi seluruh tabungan hari tuanya demi membantu Hengky membayar hutang tersebut.

“Hari pertama saya trading dalam kondisi bangkrut, saya trading sambil menangis. Dulu cuan ratusan juta, sekarang cuma dapat 500 ribu. Tapi saya bangun lagi dari awal.”

4. Rahasia Strategi: Ilmu “Nyontek” dan Metode Looping

Hengky memiliki pendekatan unik yang ia sebut sebagai “Ilmu Jalanan”. Ia percaya bahwa di sekolah menyontek dilarang, tapi di bursa saham, menyontek pergerakan uang besar (Smart Money) adalah kunci kemenangan.

Metode Looping

Hengky tidak hanya diam di satu aset. Ia menggunakan strategi Looping:

  1. Trading Aktif: Mencari keuntungan cepat melalui momentum harian.

  2. Moonstock: Keuntungan dari trading dialihkan seluruhnya ke saham-saham pilihan yang ia sebut Moonstock—saham yang ia yakini akan tumbuh 100% sementara ia “merem”.

“Kita nggak peduli sahamnya naik atau turun, kita pedulinya portofolio kita yang naik.”

5. Membaca “Jejak Kaki” di Pasar Modal

Salah satu keunggulan Hengky adalah kemampuannya membaca data transaksi yang sering diabaikan orang lain. Ia memantau Broker Summary dan jumlah investor retail (SID).

  • Be Early: Masuk saat saham masih sepi dan “kering” (investor retail sedikit).

  • Be Careful: Mulai waspada saat saham mulai ramai dibicarakan oleh influencer atau masuk ke perbincangan publik.

“Indikator ramai saya adalah melihat Stream Stockbit. Kalau semua orang sudah senang punya saham itu, saya siap-siap jualan.”

Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Angka

Kini, transaksi bulanan Hengky telah menyentuh angka triliunan rupiah. Namun, pelajaran terbesarnya bukanlah tentang teknik analisis, melainkan tentang pengendalian diri. Ia percaya bahwa pasar modal adalah cermin yang menunjukkan siapa diri kita sebenarnya.

Hengky Adinata membuktikan bahwa latar belakang sesulit apa pun bukan penghalang, selama kita memiliki keberanian untuk belajar, kerendahan hati untuk mengakui kesalahan, dan ketajaman untuk “menyontek” peluang yang ada di depan mata.

Kamu juga bisa membaca artikel menarik kami lainnya seperti Sibuk Ngurusin Orang Lain? Hati-hati, Itu Tanda Imanmu Sedang Bermasalah!

Read More :  Bubur Kacang Hitam: Lezat, Bergizi, tapi Awas Ada Pantangannya!

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *