Di balik gemerlap layar ponsel yang kita genggam setiap hari, tersimpan ancaman sunyi bagi kesehatan pria modern. Dalam sebuah diskusi hangat di kanal YouTube Risyad and Son, seksolog legendaris Dokter Boyke Dian Nugraha mengungkap bagaimana gaya hidup digital dan konten seksual yang berlebihan sedang “mengikis” kejantanan pria secara perlahan.
1. Banjir Oksitosin: Mengapa Konten Seksual Membuat Kita “Bodoh”?

Salah satu poin paling mengejutkan adalah fenomena hypersexualization. Jika dulu akses terhadap konten dewasa sangat terbatas, kini konten tersebut tersedia dalam genggaman. Namun, kemudahan ini dibayar mahal oleh otak kita.
Dokter Boyke menjelaskan bahwa paparan konten sensual yang terus-menerus memicu banjir hormon oksitosin di otak.
“Jika lobus frontalis terus dibanjiri oksitosin, lama-lama dia rusak. Akibatnya, antara otak kiri yang rasional dan otak kanan yang estetika itu tidak nyambung. Orang tersebut akan susah memberikan keputusan-keputusan penting karena otaknya ‘blur’ atau brain fog.”
2. Alarm Testosteron: 1% yang Menghilang Setiap Tahun

Secara biologis, pria akan kehilangan testosteron sebesar 1% setiap tahun setelah menginjak usia 30 tahun. Namun, di era sekarang, penurunan ini terjadi jauh lebih drastis.
Dokter Boyke menyoroti kebiasaan buruk Genzet (Generasi Z) seperti begadang, merokok (termasuk rokok ilegal), dan konsumsi makanan instan.
“Laki-laki makin ke sini makin enggak jantan. Bukan hanya karena malas olahraga, tapi makanan banyak mengandung pengawet. Belum lagi kecenderungan memilih gaya hidup yang feminin.”
Ia juga memberikan satu indikator kesehatan pembuluh darah yang sangat sederhana bagi pria:
“Kalau mau tahu laki-laki sehat atau tidak, tanya: pagi-pagi ‘adik’ kamu bangun enggak? Kalau bangun, berarti aliran darahnya bagus.”
3. Bahaya “Instan” di Gym
Demi mengejar tubuh berotot, banyak pria mengambil jalan pintas dengan menyuntikkan testosteron dari luar (eksogen). Dokter Boyke memberikan peringatan keras mengenai hal ini.
“Testosteron dari luar justru menekan produksi testosteron dari dalam. Akibatnya, otot memang besar, tapi Mr. P-nya malah mengecil dan mengkerut secara permanen. Badannya gede, tapi letoy.”
Kamu juga bisa membaca artikel menarik kami lainnya seperti Marissa Anita: Seni Menemukan Bahagia di Tengah Hiruk Pikuk Dunia