Dunia hiburan dan bisnis yang gemerlap ternyata menyimpan sisi gelap yang jarang terungkap. Dalam sebuah bincang-bincang mendalam bersama Ustaz Muhammad Faizar, presenter kondang Ruben Onsu blak-blakan menceritakan pengalamannya menghadapi serangan sihir yang tidak hanya mengincar kesehatannya, tetapi juga kerajaan bisnisnya.
Bukan sekadar cerita seram, Ruben membagikan bagaimana ia bertransformasi dari seorang yang skeptis menjadi pribadi yang sangat religius dan tangguh.
Daftar Isi
Teror di Dapur Utama: Dari Kepala Babi hingga Darah

Gangguan yang dialami Ruben bukanlah sekadar perasaan subjektif. Ia menemukan bukti-bukti fisik yang di luar nalar manusia modern di gerai-gerai bisnisnya.
“Banyak kejadian-kejadian, dari bungkusan kepala babi, terus kucuran darah di depan toko. Ada yang pakai kain kafan, ada yang pakai kresek hitam dalamnya ada bunganya,” ungkap Ruben.
Meski demikian, Ruben memiliki cara unik untuk menjaga mentalnya agar tidak jatuh. Alih-alih ketakutan, ia mencoba melakukan afirmasi positif pada setiap kejadian mengerikan itu. “Saya cuma beranggapan, nih babinya makan bunga nih, mati nih. Mengambil pikiran positif itu susah loh,” tambahnya.
Anomali Medis: Sakit yang Datang Saat Matahari Terbenam
Secara fisik, Ruben merasakan gangguan yang berpola. Ia sering merasakan nyeri sendi yang luar biasa dan pandangan mata yang tiba-tiba kabur, namun dokter tidak menemukan kelainan medis yang berarti.
“Sakit itu sakit banget, tapi lewat Maghrib ke atas. Kalau pagi aman, normal aja berkegiatan kayak biasa,” tutur Ruben.
Uniknya, ia menemukan “obat” yang lebih manjur daripada medis untuk gangguan penglihatannya tersebut. “Dokternya bilang gak nambah minus, tapi saya ngerasa rabun. Anehnya, habis wudu dan salat langsung cerah lagi. Makanya saya gak ke dokter lagi kalau itu kambuh, saya salat.”
Filosofi Sabar: “Jangan Luasin Masalah, Luasin Sabarnya”
Salah satu poin paling menyentuh dari percakapan ini adalah bagaimana Ruben memandang ujian. Baginya, sihir hanyalah salah satu bentuk cobaan hidup yang harus dihadapi dengan kelapangan hati. Ruben menekankan bahwa kunci kesembuhan bukan pada “siapa yang mengobati”, melainkan pada koneksi diri dengan Tuhan.
“Jangan apa-apa dikit-dikit nyalahin Allah. Kalau kita mau minta tolong tapi kita sendiri gak mau ngapa-ngapain, ya susah. Lu harus ikhtiar, jangan tinggalkan salat, dan yang paling penting: prasangka baik.”
Ruben juga memberikan pesan menohok bagi mereka yang sedang berjuang melawan gangguan serupa agar tidak terjebak mencari bantuan ke tempat yang salah (dukun/paranormal).
“Jangan lu ngatur Allah, jangan suruh ke kanan ke kiri. Lu curhat aja. Kalau belum sembuh, berarti masih ada yang kurang diijabah. Luaskan sabar, karena dari sabar kita bisa mengerti kata ikhlas.”
Kesimpulan: Benteng Terkuat adalah Ibadah
Di akhir bincang-bincang, Muhammad Faizar memuji keteguhan hati Ruben. Ruben Onsu membuktikan bahwa serangan sekuat apa pun, baik berupa “kiriman” benda tajam maupun gangguan jin, akan luntur jika dihadapi dengan kontrol diri yang kuat dan ibadah yang konsisten.
Pesan Ruben sangat jelas: Jangan beri ruang sedikit pun bagi aura negatif untuk masuk ke pikiran kita. Karena pada akhirnya, sihir hanya akan bekerja jika kita kehilangan kendali atas keyakinan kita sendiri.
Kamu juga bisa membaca artikel menarik kami lainnya seperti Menjadi Magnet Rezeki: Rahasia Introvert Menaklukkan Dunia dengan “Slow Living”