Olret.id – Pagi itu, setelah salat subuh, saya pun berangkat menuju cibubur junction dengan menggunakan sepeda motor dan memarkirkannya di taman wiladatika lalu melanjutkan jalan kaki kurang 4 menit ke halte busway transjakarta Cibubur untuk menuju Cawang dan perjalanan selanjutnya melanjutkan Petualangan Tak Terlupakan di Curug 7 Bibijilan Sukabumi.
Oh iya, sebelumnya saya juga baru mengikuti open trip yang bisa kamu baca di One Day Trip : Trekking 6 Curug Dalam Sehari di Bogor, Mulai dari Curug Cibaliung Hingga Leuwi Hejo.
Setelah sampai di cawang uki, saya pun melanjutkan jalan kaki ke titik kumpul dimana sudah ada 3 orang peserta yang sudah berkumpul. Oh iya, kali one day trip Curug 7 Bibijilan Sukabumi hanya beranggotakan 6 orang sehingga lebih santai dan serasa private trip. Lantas bagaimana perjalanan olret liburan kali ini, yuk simak catatan perjalannya.
Daftar Isi
- 1 Perjalanan kurang lebih 3 jam menuju kawasan Curug 7 Bibijilan Sukabumi.
- 2 Curug 7 Bibijilan Sukabumi yang Pertama
- 3 Curug 7 Bibijilan Sukabumi yang Kedua
- 4 Curug 7 Bibijilan Sukabumi yang Ketiga
- 5 Curug 7 Bibijilan Sukabumi yang Keempat
- 6 Curug 7 Bibijilan Sukabumi yang Kelima
- 7 Rahasia Petualangan Tak Terlupakan di Curug 7 Bibijilan Sukabumi
- 8 Kekurangan Curug 7 Bibijilan Sukabumi
- 9 Biaya-Biaya menuju Curug 7 Bibijilan Sukabumi
- 10 Video Curug 7 Bibijilan Sukabumi

Setelah semua berkumpul, kami pun berdoa sebelum memulai perjalanan ini. Untuk menuju sukabumi, kami pun melalui jalanan toll yang tidak begitu ramai sehingga perjalanan ini sangat cepat. Sepanjang perjalanan, kami hanya mengobrol dan sebagai tidur.
Dibutuhkan waktu kurang lebih 3 jam sehingga sampai di kawasan curug 7 ini. Memasuki kawasan ini, sebuah gerbang kecil bertuliskan selamat datang dan langsung menuju area parkir yang luas. Di area parkir ini juga sangat nyaman dan sejuk, karena banyak pohon pinus yang membuat suasana semakin sejuk.
Singkat cerita, kami pun memulai perjalanan sekitar jam 9 an lebih. Sebagai informasi, Curug 7 Bibijilan Sukabumi berada di Kampung Lebaknangka, Desa Kertaangsana, Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat.
Curug 7 Bibijilan Sukabumi yang Pertama

Petualangan sesungguhnya dimulai setelah tiba di lokasi. Melalui jalan setapak yang menurun, diiringi suara gemericik air yang semakin memanggil, langkah demi langkah kita menuruni anak tangga, menyeberangi jembatan kayu, dan melewati jalur berbatu yang menantang. Setiap tikungan menyuguhkan aroma hutan pinus yang segar, seolah alam sedang membisikkan sambutan.
Dari pakiran, perjalanan menuju curug bibijilan yang pertama masih cukup mudah di akses dengan jalanan anak tangga yang menurun. Satu per satu, anak tangga yang kami lalui mengantarkan kami ke sebuah cueug kecil dengan bebatuan yang cukup banyak.
Setelah itu, jalanan dengan menurun sehingga akhirnya sampai ke curug bibijilan yang pertama. Di curug bibijilan yang pertama ini harus melewati jembatan kayu yang cukup baik dan mudah dilewati. Dari aliaran air terjun di bawah pepohonan yang hijau ini menawarkan kolam alami dengan warna yang hijau tosca.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 10 menit, pemandangan itu terhampar di depan mata. Itulah Curug Bibijilan yang pertama, air terjun setinggi puluhan meter yang mengalir deras, seakan-akan turun dari langit. Di bawahnya, sebuah kolam alami berair jernih menyambut. Rasa lelah dari perjalanan segera sirna saat kaki menyentuh air yang dingin dan menyegarkan, seolah semua beban ikut terhanyut.
Disini banyak pengunjung yang sedang menikmati keindahannya dengan cara berenang dan menikmatinya sambil bersantai. Kami hanya melewatinya setelah mengambil beberapa foto dan video yang menarik. Setelah itu, kami pun terus melanjutkan dengan perjalanan menurun yang masih mudah dilalui meski harus berhati-hati.
Curug 7 Bibijilan Sukabumi yang Kedua

Setelah perjalanan yang menurun, kami pun akhirnya menikmati keindahan curug 7 bibijilan yang kedua, yang ini menjadi salah satu favorit pengunjung. Karena ada banyak spot foto yang menarik khususnya bebatuan yang bisa dijadikan sebagai tempat epik untuk mengabadikan momen yang menarik.
Di bawah area ini melewati tebing batu yang tidak begitu tinggi kita menemukan lagi area curug, tidak begitu tinggi namun menyerupai hordeng karena membentuk curug sepanjang aliran sungai.
Curug 7 Bibijilan Sukabumi yang Ketiga

Di balik rimbunnya pepohonan yang memeluk bukit, aliran sungai seolah berbisik, memandu langkah menuruni jalan setapak. Di sana, sebuah pemandangan tersembunyi menanti. Curug tingkat tiga, bagai permata yang jatuh dari langit, menumpahkan airnya ke dalam kolam yang jernih dan tenang.
Dikelilingi oleh hijaunya dedaunan, curug ini memancarkan pesona yang begitu lembut. Airnya tidak terlalu dalam, mengundang siapa saja untuk merendam kaki atau sekadar duduk di tepiannya, menikmati ketenangan. Dari sini, mata bisa menangkap sekilas kecantikan air terjun tingkat pertama di kejauhan. Pemandangan ini seolah menjadi bingkai alami yang sempurna, tak hanya indah dipandang, tetapi juga sangat fotogenik.
Curug 7 Bibijilan Sukabumi yang Keempat

Langkah kaki kini diuji, sebab untuk mencapai keajaiban tingkat empat, kita harus menaklukkan lereng bukit yang sedikit curam, meski tak seberapa jauh. Jalan setapak menyempit, sebuah jalur rahasia yang sering terlewatkan oleh mata yang tak teliti, menyembunyikan pintu menuju Curug Dadali yang mempesona, serta bisikan keberadaan Curug tingkat lima.
Di sepanjang penurunan ini, alam membuka lukisannya. Di kejauhan, samar-samar terlihat garis cakrawala kota, kontras dengan hijaunya pepohonan dan hutan yang membentang di bawah kaki. Sejenak, kita berdiri di antara dua dunia, sebelum akhirnya tiba di tepian tebing Curug Dadali.Perjalanan belum usai.
Untuk mencapai bibir air terjun, bebatuan licin menantang kehati-hatian. Curug tingkat empat ini menjulang lebih tinggi dari tiga pendahulunya, airnya menari jatuh, membentur tebing karst, menciptakan kaskade berundak yang begitu anggun.
Banyak yang berbisik, inilah permata tersembunyi di antara semua curug di sini, kecantikannya memukau dan tak terlupakan.Namun, keindahan ini menyimpan peringatan. Saat melangkah mendekat, atau bahkan ketika membidikkan kamera, kewaspadaan adalah kunci.
Di belakang punggung kita, tersembunyi jurang menuju Curug tingkat lima yang perkasa, air terjun tertinggi di sini. Sebuah kesalahan langkah bisa berakibat fatal, membawa kita meluncur ke bawah dalam sekejap. Di sinilah, di tepian keindahan yang berbahaya, adrenalin berpadu dengan kekaguman, menciptakan pengalaman yang mendebarkan sekaligus memikat.
Curug 7 Bibijilan Sukabumi yang Kelima

alur kecil dengan tanah merah yang sedikit basah akhirnya membawa kami menuruni bukit, mengantarkan kami ke jantung petualangan: Curug tingkat lima. Di sini, perjalanan menuruni tebing diuji, membutuhkan kehati-hatian ekstra dan berpegangan pada akar-akar pohon yang menjuntai, karena belum ada jalan setapak yang layak.
Namun, semua usaha itu terbayar lunas. Di hadapan kami, Curug tingkat lima berdiri menjulang, memamerkan ketinggiannya yang paling agung di antara semua curug yang ada. Airnya mengalir deras, serupa dengan Curug tingkat empat namun dengan formasi yang lebih ramping. Meskipun tidak seluas dan secantik saudaranya yang di bawah, pesonanya tetap memukau, sebuah keindahan yang lebih menonjolkan kekuatan.
Di kaki air terjun, terbentuk kolam kecil yang jernih, dan di sekelilingnya, bebatuan licin menguji setiap langkah. Saat mengambil foto atau sekadar ingin mendekat, kami harus sangat berhati-hati, karena keagungan Curug tingkat lima ini datang dengan pengingat akan kekuatan alam yang tidak bisa diremehkan. Sebuah pengalaman yang mendebarkan, di mana kami merasa kecil di hadapan keindahan alam yang luar biasa.
Rahasia Petualangan Tak Terlupakan di Curug 7 Bibijilan Sukabumi

Curug Bibijilan menyimpan rahasia yang lebih dalam. Tujuh tingkatan air terjunnya adalah sebuah misteri, sebuah tantangan bagi jiwa petualang. Meskipun hanya empat tingkat pertama yang disarankan untuk dikunjungi, cerita tentang jalur yang lebih ekstrem menuju tingkat kelima, keenam, dan ketujuh menambah daya pikat. Konon, perjalanan ke sana adalah ujian keberanian yang sepadan dengan keindahan yang tak terlukiskan.
Di tengah keindahan ini, Curug Bibijilan juga menawarkan tempat untuk beristirahat. Gazebo-gazebo sederhana menjadi saksi bisu tawa dan obrolan para pengunjung, sementara warung-warung makan menjajakan sajian sederhana untuk mengusir lapar.
Tempat ini adalah perpaduan sempurna antara petualangan dan ketenangan.Kisah tentang Curug Bibijilan adalah kisah tentang perjalanan, bukan hanya untuk melihat keindahan alam, melainkan juga untuk menemukan kekuatan dalam diri sendiri. Ini adalah pengingat bahwa keindahan sejati seringkali berada di balik tantangan, dan setiap langkah yang diambil adalah bagian dari cerita yang tak terlupakan.
Kekurangan Curug 7 Bibijilan Sukabumi

Meski memiliki keindahan yang luar biasa, kawasan ini masih terdapat kekurangan khususnya mengenai informasi dan jalanan yang masih kurang rapi. Tidak ada informasi yang jelas mengenai curug bibijilan 1 sampai dengan 7, setidaknya bisa dibuatkan tulisan berupa petunjuk.
Selain itu, jalanannya juga masih sangat sempit dan tidak ada petunjuk sama sekali. Hanya mengikuti jejak-jejak yang ada, seharusnya bisa dibuat jalan setapat kecil untuk jalanan yang terlalu terjun untuk mempermudah pengunjung.
- Biaya opern trip Rp. 340.000
- Jajanan, makanan dan lain-lain Rp. 100.000
- Tranjakarta Cibubur Cawang Rp. 5.500 (PP)
- Parkir motor plus denda kehilangan tiket Rp. 15.000