Setelah sebelumnya mengunjungi Curug Cinulang Cicalengka, kali ini saya pun kembali eksplore bogor dengan tujuan trekking santai ke Puncak Khayangan dan Curug Sejoli Bogor yang berada di Jl. Puncak Dua, Wargajaya, Kec. Sukamakmur, Kabupaten Bogor.
Untuk menuju gunung puncak khayangan dan curug sejoli bogor diperlukan waktu 2 jam dengan kendaraan dan dilanjutkan trekking sampai puncak sekitar 2 jam dan turun kembali menuju curug sejoli dengan waktu sekitar 1 jam dan sampai kembali ke posko sejam. Total waktu yang dihabiskan untuk mengunjungi lokasi ini selama trekking sekitar 6 jam dengan jalan santai.
Daftar Isi
- 1 Dari Cibubur Menuju Stasiun Depok Baru, Dilanjutkan Naik Angkot ke Sukamakmur.
- 2 Gerbang Pendakian Menuju Pos 1
- 3 Perjalanan Dari Pos 1 Menuju Pos 2 Dengan Jarak 0,50 Km (Jam 12.05 – 12.40 WIB) – Menembus Kabut: 40 Menit Perjuangan Menuju Pos 2
- 4 Perjalanan Dari Pos 2 Menuju Pos 3 Dengan Jarak 0,33 Km (Jam 12.51 – 12.59 WIB) – Bonus Trek dan Persembunyian dari Langit.
- 5 Perjalanan Dari Pos 3 Menuju Puncak Khayangan Dengan Jarak 0,58 Km (13.40 – 14.11) – Puncak Khayangan: Membayar Lunas Setiap Tetap Keringat
- 6 Biaya-Biaya One Day Trip Puncak Khayangan dan Curug Sejoli Bogor
- 7 Video One Day Trip Puncak Khayangan dan Curug Sejoli Bogor
Dari Cibubur Menuju Stasiun Depok Baru, Dilanjutkan Naik Angkot ke Sukamakmur.

Pagi itu, udara segar menyambut start motor saya. Brumm! Saya membelah jalanan hingga tiba di Cibubur Junction. Parkir sejenak, lalu melompat ke Bus Kita—sebuah transisi mulus dari hiruk pikuk jalanan ke kenyamanan kabin. Tujuan saya? Stasiun Depok Baru.
Setibanya di sana, aroma khas pagi hari berbaur dengan uap kopi. Saya segera mencari sarapan terenak, lalu menikmati vibe stasiun yang ramai tapi menenangkan. Ini adalah momen tenang sebelum badai… atau lebih tepatnya, sebelum petualangan dimulai!
Tak lama kemudian, satu per satu, wajah-wajah yang dinantikan mulai muncul. Setelah semua peserta berkumpul, semangat petualangan kami memuncak. Depok kami tinggalkan, kini roda angkot memutar menuju destinasi akhir: Sukamakmur!
Kami tahu ini bukan perjalanan biasa. Kami memilih jalur yang lebih liar, lebih menantang, dan jelas, lebih indah: Jalan Puncak 2. Saat meninggalkan jalan utama, kami disambut tanjakan curam dan tikungan tajam. Namun, setiap putaran kemudi menyajikan pemandangan yang tak ternilai.
Jalanan ini terasa seperti kanvas alam: perbukitan hijau yang dramatis, sawah bertingkat yang berkilauan ditimpa sinar matahari, dan udara dingin yang mulai menusuk. Kami meninggalkan polusi suara dan asap, menggantinya dengan aroma tanah basah dan desiran angin di antara pohon pinus.
Puncak 2 adalah janji petualangan sejati. Ada momen ketika kami harus menahan napas melewati jalan yang berkelok-kelok di tepi jurang, namun segera setelah itu, kami disuguhi pemandangan yang membuat kami serentak berdecak kagum. Kamera kami terus bekerja, mengabadikan jajaran gunung yang bersembunyi di balik kabut tipis.
Perjalanan ini bukan hanya tentang mencapai tujuan, tapi tentang kebersamaan di sepanjang rute. Obrolan ringan, nyanyian tak senada, dan saling mengingatkan untuk berhati-hati di jalur yang menantang itu, semuanya merekatkan kami.
Akhirnya, setelah melalui jalan yang menguji adrenalin sekaligus memanjakan mata, kami tiba di kawasan Sukamakmur. Lelah perjalanan seolah terbayar lunas. Senyum mengembang, kami saling pandang, tahu bahwa petualangan kami baru saja dimulai, dan jalur Puncak 2 telah menjadi bagian tak terlupakan dari permulaannya!
Gerbang Pendakian Menuju Pos 1

Dari gerbang pendakian, tantangan sesungguhnya langsung menghadang. Hanya 500 meter, tapi jarak ini adalah ujian mental dan fisik yang brutal. Kami harus menaklukkan tanjakan yang dimulai dari landai hingga berubah menjadi ‘menanjak banget’—benar-benar tanpa ampun dan tanpa bonus datar sedikit pun!
Keringat mulai bercucuran, napas memburu. Namun, alam memberikan hiburan terbaiknya. Kami dikawal oleh Hutan Pinus yang menjulang tinggi, menjadi saksi bisu setiap langkah berat. Meskipun matahari sudah meninggi, suasana hutan tetap teduh dan sejuk, ditemani rimbunnya pepohonan alami dan semak pohon kopi khas Bogor.
Perjalanan 500 meter yang melelahkan ini terasa jauh lebih panjang dari seharusnya. Kami membutuhkan waktu 25 menit yang terasa seperti keabadian untuk menaklukkan jalur singkat namun intens ini.
Akhirnya, kami tiba di Pos 1.
Sebuah napas lega terembus, beban seolah terlepas. Pemandangan dari sini sungguh menakjubkan! Sambil menanti teman-teman yang masih berjuang di bawah, kami memanfaatkan waktu dengan maksimal: mengabadikan setiap sudut momen, menikmati panorama alam yang membentang luas, dan mengisi ulang energi untuk tantangan berikutnya. Pos 1 adalah oasis yang sangat pantas didapatkan setelah perjuangan tanpa kompromi!
Perjalanan Dari Pos 1 Menuju Pos 2 Dengan Jarak 0,50 Km (Jam 12.05 – 12.40 WIB) – Menembus Kabut: 40 Menit Perjuangan Menuju Pos 2

Setelah mengisi ulang napas di Pos 1, kami kembali memulai pertarungan. Jalanan yang awalnya sedikit menanjak segera berubah menjadi dinding tak berujung; 40 menit penuh tanjakan tanpa henti, memaksa kami untuk berulang kali berhenti sejenak, mengatur irama napas yang memberontak.
Di tengah kelelahan yang mulai terasa, jalur ini menjadi panggung bagi drama para pendaki. Sesekali terdengar teriakan putus asa dari pendaki lain di kejauhan, kontras dengan bisikan semangat yang saling disalurkan oleh sepasang kekasih muda. Kami juga berpapasan dengan sepasang suami-istri paruh baya yang berjalan penuh konsentrasi, rupanya sedang melakukan survei jalur demi memastikan keamanan anak mereka yang akan mendaki minggu depan—sebuah pemandangan tentang cinta dan persiapan orang tua.
Namun, setiap langkah berat selalu dibayar tuntas oleh alam. Keindahan mulai merayap; bunga-bunga liar bermekaran di sela jalur, pepohonan tinggi menjulang mengirimkan udara sejuk, dan kabut tipis mulai membelai wajah, menambah nuansa magis pada pendakian.
Lalu, kami tiba.
Pos 2 menyambut kami dengan suasana yang sungguh mistis dan menenangkan. Kabut tebal berpadu dengan gumpalan awan putih menciptakan selimut sejuk yang membius seluruh indra. Semua rasa lelah terbayar lunas oleh pemandangan surga kecil di atas awan ini. Tak heran, kamera pun segera beraksi, mengabadikan keindahan Pos 2 yang dingin, tenang, dan luar biasa magis.
Perjalanan Dari Pos 2 Menuju Pos 3 Dengan Jarak 0,33 Km (Jam 12.51 – 12.59 WIB) – Bonus Trek dan Persembunyian dari Langit.

Setelah puas memanjakan mata di Pos 2 yang dingin dan mistis, kami bersemangat melanjutkan langkah. Perjalanan menuju Pos 3 terasa seperti hadiah istimewa dari alam: Bonus Trek Tingkat Tinggi!
Jalur yang hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit ini menyuguhkan pemandangan indah di sepanjang lintasan datar yang sejuk, tanpa tanjakan yang berarti—sebuah refreshment sempurna setelah perjuangan sebelumnya. Kami menikmati setiap langkah ringan dengan penuh syukur.
Namun, begitu tiba di Pos 3, langit menunjukkan sisi dramatisnya. Awan yang tadinya tampak cerah tiba-tiba berubah menjadi kelabu dan sembab. Dalam sekejap, rintik hujan berubah menjadi curahan air yang cukup deras!
Untungnya, Pos 3 telah dilengkapi dengan bangunan terbuka yang menyediakan tempat singgah dan bangku yang nyaman. Kami segera berlindung, menyaksikan tirai hujan lebat menutupi pemandangan. Momen “terjebak” ini kami manfaatkan dengan baik. Sambil mendengarkan simfoni hujan di atap, kami mengeluarkan bekal dan menikmati makan siang yang telah dibawa.
Pos 3 bukan hanya persinggahan, tapi tempat perlindungan yang hangat, tempat kami mengisi perut dan energi, menantikan izin dari langit untuk melanjutkan petualangan.
Perjalanan Dari Pos 3 Menuju Puncak Khayangan Dengan Jarak 0,58 Km (13.40 – 14.11) – Puncak Khayangan: Membayar Lunas Setiap Tetap Keringat

Setelah istirahat panjang yang melegakan dan pengisian tenaga di Pos 3, kami bangkit, siap menghadapi tantangan terakhir. Perjalanan menuju Puncak adalah pertarungan mental. Jalur kembali menanjak tanpa henti dan menguji daya tahan tubuh hingga batasnya, meski tidak sebrutal jalur menuju Pos 2.
Langkah demi langkah, kelelahan berusaha merampas semangat. Namun, beruntungnya, udara segar yang sejuk seolah menjadi penawar, menyuntikkan ketenangan di tengah setiap tarikan napas yang berat.
Ketika semangat mulai memudar, tiba-tiba, sebuah suara menjadi penyelamat: riuh rendah suara para pendaki dari puncak mulai terdengar! Suara itu seperti panggilan kemenangan yang memacu adrenalin terakhir. Kami mempercepat langkah, didorong oleh janji keindahan di ujung tanjakan.
Dan kemudian, kami tiba.
Puncak Khayangan Bogor menyambut kami dengan suasana yang ramai namun terasa damai. Setiap sudut pandang adalah lukisan indah dari Tuhan yang tak ternilai harganya. Pandangan panorama yang membentang luas, memamerkan lautan awan dan jajaran gunung, seketika membayar lunas setiap tetes keringat, setiap tarikan napas yang terengah, dan setiap perjuangan sejak dari kaki bukit.
Kami menikmati Puncak selama hampir 30 menit, tenggelam dalam keagungan alam. Berdiri di sana, di puncak tertinggi, adalah puncak kebahagiaan sejati, menutup petualangan pendakian kami dengan grand finale yang tak akan terlupakan.
Biaya-Biaya One Day Trip Puncak Khayangan dan Curug Sejoli Bogor
- Biaya One Day Trip Rp. 190.000
- Makanan dan minuman selama trip Rp. 50.000
- Ongkos Trans Depok Stasiun Depok – Cibubur Rp. 3.500
- Bus Kita Cibubur ke Depok Rp. 0,-
Video One Day Trip Puncak Khayangan dan Curug Sejoli Bogor
Bagi kamu yang penasaran tentang jalur pendakian Puncak Khayangan dan Curug Sejoli Bogor. Kamu bisa langsung menonton video perjalanan saya berikut ini.
Response (1)