Dalam Dear X Episode 3, kita diajak menyelami sisi kelam Baek Ah-jin. Bukan sekadar drama romansa, episode ini adalah masterclass tentang manipulasi psikologis. Ah-jin membuktikan bahwa air mata dan wajah polos adalah senjata paling mematikan untuk menyingkirkan siapa pun yang menghalanginya—termasuk ayah kandungnya sendiri.
Berikut adalah sinopsis dan alur cerita lengkap dari episode yang penuh ketegangan ini.
Daftar Isi
Sinopsis Singkat Dear X Episode 3

Baek Ah-jin, seorang wanita dengan masa lalu traumatis akibat siksaan ayahnya, kini mencoba memulai hidup baru dengan bekerja di sebuah kafe milik mantan atlet bisbol yang tulus, Yoon Jung-ho. Namun, bayang-bayang sang ayah yang serakah terus menghantuinya.
Sadar bahwa hukum dan kekerasan fisik biasa tidak akan bisa menghentikan ayahnya, Ah-jin menyusun skenario mengerikan. Ia tidak membunuh ayahnya dengan tangannya sendiri; sebaliknya, ia memanipulasi ketulusan dan naluri pahlawan Jung-ho untuk menjadikannya “eksekutor” tanpa pria itu sadari.
Alur Cerita Dear X Episode 3: Dari Viral Menjadi Brutal

1. Awal Mula di Kafe & Popularitas Instan
Cerita bermula saat Ah-jin mulai bekerja di kafe milik Yoon Jung-ho. Kecantikan Ah-jin yang luar biasa segera menarik perhatian pelanggan. Fotonya menjadi viral di media sosial, membuat kafe tersebut ramai pengunjung pria yang penasaran.
Popularitas ini sampai ke telinga CEO agensi hiburan, Miri, yang kembali menawarkan Ah-jin kesempatan menjadi artis. Ah-jin menerima tawaran tersebut, namun dengan satu syarat dingin: ia harus membereskan “urusan keluarganya” terlebih dahulu. Urusan keluarga yang dimaksud adalah menyingkirkan ayahnya, Song-yu.
2. Kegagalan Jun-su & Rencana Baru
Jun-su, teman masa kecil sekaligus saudara tiri Ah-jin, berusaha melindunginya. Ia bahkan sempat mencoba menjebak ayah Ah-jin dengan merekam bukti kekerasan dan membawa polisi. Namun, rencana ini gagal total karena Ah-jin sendiri yang menghapus bukti rekaman tersebut di kantor polisi.
Mengapa? Karena Ah-jin tahu penjara hanya solusi sementara. Ayahnya akan kembali memerasnya. Ah-jin berkata dingin kepada Jun-su: “Masalah ini hanya akan berakhir jika dia mati.” Melihat Jun-su tidak tega membunuh, Ah-jin memutuskan untuk bergerak sendiri dengan bidak catur barunya: Yoon Jung-ho.
3. Menciptakan “Penguntit” Fiktif
Di sinilah kegeniusan jahat Ah-jin bersinar. Ia mulai memanipulasi Jung-ho agar merasa protektif.
-
Cedera Palsu: Ah-jin sengaja melukai dirinya sendiri dan memakai perban, lalu berbohong pada Jung-ho bahwa ia dikejar penguntit.
-
Teror Buatan: Saat Jung-ho mengantarnya pulang, mereka menemukan paket berisi tikus mati di depan pintu. Jung-ho panik dan semakin khawatir, padahal besar kemungkinan itu adalah rekayasa Ah-jin untuk membangun narasi bahwa nyawanya terancam.
-
Membangun Kepercayaan: Ah-jin memuji Jung-ho sebagai “orang baik,” sebuah pujian yang memikat hati Jung-ho dan membuatnya bersedia melakukan apa saja demi melindungi gadis itu.
4. Perangkap Sang Ayah (The Trap)
Puncak episode ini terjadi di malam yang menentukan. Ah-jin memancing ayahnya datang ke rumah dengan iming-iming uang.
-
Kostum Penjahat: Saat ayahnya tiba, Ah-jin bersikap manis dan memberikan “hadiah” berupa topi rajut (beanie) dan pakaian gelap. Ini bukan hadiah biasa; ini adalah kostum yang sama persis dengan ciri-ciri “penguntit” yang ia ceritakan kepada Jung-ho.
-
Pemicu Konflik: Setelah ayahnya memakai topi itu, Ah-jin memberikan tas yang ternyata berisi sampah, bukan uang. Sang ayah murka dan mulai menyerangnya secara brutal.
5. Eksekusi Tanpa Menyentuh
Di tengah pukulan ayahnya, Ah-jin menelepon Jung-ho dan berteriak histeris. Jung-ho yang mendengar jeritan itu langsung memacu mobilnya ke rumah Ah-jin.
Sesampainya di sana, Jung-ho melihat seorang pria (memakai topi penguntit) sedang mencekik Ah-jin. Tanpa berpikir panjang dan dikuasai amarah untuk melindungi, Jung-ho menghajar pria itu dengan tongkat bisbol hingga tumbang dan tak sadarkan diri. Jung-ho tidak sadar bahwa ia baru saja menghajar ayah Ah-jin, bukan penguntit asing.
6. Senyuman di Akhir Tragedi
Setelah Jung-ho pergi dengan panik, Ah-jin bangkit dengan tubuh penuh luka. Ia memeriksa ayahnya yang sekarat. Ia menelepon ambulans dengan suara panik yang dibuat-buat. Namun, begitu telepon ditutup, ekspresi wajahnya berubah drastis.
Ah-jin tertawa. Bukan tawa bahagia, melainkan tawa kepuasan yang mengerikan. Ia berhasil memanfaatkan kebaikan orang lain untuk menghancurkan monster dalam hidupnya, tanpa mengotori tangannya sendiri dengan darah.
Kesimpulan Karakter
-
Baek Ah-jin: Definisi sociopath yang sempurna. Ia cerdas, manipulatif, dan tidak memiliki empati. Ia melihat orang lain—bahkan mereka yang tulus mencintainya—hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan.
-
Yoon Jung-ho: Pahlawan tragis. Ketulusannya menjadi kelemahannya. Ia mengira sedang menyelamatkan seorang putri, padahal ia sedang dijadikan senjata pembunuh.
-
Ayah Ah-jin (Song-yu): Antagonis yang menjijikkan, namun akhirnya jatuh karena keserakahannya sendiri.
Episode ini mengajarkan kita bahwa terkadang, iblis tidak datang dengan wajah menyeramkan, tetapi dengan wajah cantik yang meminta tolong.
Lantas bagaimana epiosde selanjutnya? Jangan lupa untuk menonton drama korea Dear X Episode 4 dan membaca ulasan kami sebelumnya Dear X Episode 2 : Sisi Gelap dan Pengkhianatan di Balik Senyum Ahjin
Daftar Pemeran Drama Korea Dear X Episode 3
Drama korea deae x episode 1 diperankan oleh aktor dan aktris berbakat korea. Berikut daftar pemerannya.
- Kim You Jung sebagai Baek A Jin
- Kim Young Dae sebagai Yun Jun Seo
- Kim Do Hoon sebagai Kim Jae O
- Lee Yeol Eum sebagai Im Re Na
- Kim Yi Kyeong sebagai Sim Seung Hui [A Jin’s rival]
- Hong Jong Hyun sebagai Moon Do Hyeok [A Jin’s fiancé]
- Hyun Seo Ha sebagai Seok Hyang I [A Jin’s manager]
Response (1)