Dunia animasi Indonesia sempat diguncang oleh pengakuan mengejutkan dari Nisa, mantan istri Adit yang merupakan salah satu founder utama serial animasi fenomenal Nussa Rara. Selama ini, Nussa Rara dikenal sebagai simbol nilai-nilai Islami dan keharmonisan keluarga, namun siapa sangka ada badai besar yang berkecamuk di balik proses kreatifnya.
Daftar Isi
1. Luka di Balik Karakter “Uma”
Salah satu poin paling mengejutkan adalah dugaan adanya inspirasi “gelap” di balik terciptanya karakter Uma. Nisa mengungkapkan bahwa ia menemukan jejak digital yang menunjukkan adanya komunikasi mantan suaminya dengan wanita lain yang disebut sebagai inspirasi karakter tersebut.
“Aku nemu chat-nya, dia bilang ‘You’re my inspiration’ saat nyiptain karakter ini. Itu sakit banget, karena timeline-nya terjadi saat kami masih menikah,” ungkap Nisa dengan nada getir.
2. Pengkhianatan yang Berulang
Nisa membeberkan bahwa perselingkuhan bukan hanya terjadi sekali, melainkan berkali-kali sejak tahun 2018. Padahal, di depan publik, mereka dikenal sebagai pasangan yang sangat mesra dan sering melakukan Public Display of Affection (PDA).
“Allah itu baik banget, dikasih lihat jalannya lewat iPad yang tertinggal. Aku nemu bukti check-in hotel dan lain sebagainya. Itu gong-nya di 2018,” jelasnya.
Nisa sempat bertahan demi keberlangsungan perusahaan dan nasib para karyawan, mengingat saat itu Nussa Rara sedang berada di puncak popularitas dan dalam proses pengerjaan film layar lebar.
3. Sengketa Royalti dan Penjualan Aset £4 Juta
Pasca perceraian di tahun 2022, konflik bergeser ke ranah finansial. Nisa merasa hak-haknya sebagai salah satu perintis dan mantan komisaris tidak dipenuhi secara transparan. Ada dugaan penjualan aset perusahaan senilai 4 juta USD (sekitar Rp60 miliar) yang hingga kini pembagiannya bagi Nisa masih kabur.
“Aku cuma minta hak aku, bagian aku. Masalahnya sekarang pembayarannya macet, dan aku nanya transparansi datanya mana? Kalau memang nggak ada duit, bilang. Jangan komunikasi diblokir semua,” tegas Nisa.
4. Pemicu Utama: Masalah Kehormatan Orang Tua
Bagi Nisa, masalah harta mungkin bisa dimaafkan, namun sikap mantan suaminya terhadap keluarganya adalah batas terakhir. Kekecewaan memuncak saat sang ayah meninggal dunia, namun tidak ada empati sedikit pun dari pihak mantan suami.
“You mess with me, it’s okay. But you mess with my parents, that means war. Pas bokap meninggal, dia nggak ada bela sungkawa sama sekali ke nyokap gue. Padahal dulu orang tua gue nitipin anak perempuan satu-satunya ke dia dengan penuh kepercayaan,” ucap Nisa sambil menahan tangis.
5. Harapan untuk Masa Depan
Melalui podcast ini, Nisa berharap mantan suaminya bisa melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Ia menegaskan bahwa tujuannya bicara ke publik bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk menuntut keadilan yang menjadi haknya.
“Gue nggak peduli dia mau bahagia sama siapa sekarang, itu urusan dia. Tapi tolong, balikin hak gue. Jangan sampai nanti di akhirat banyak orang yang ngantri buat nuntut pahala lo karena masalah di dunia nggak selesai,” tutupnya.
Kesimpulan: Kisah ini menjadi pengingat pahit bahwa apa yang terlihat sempurna di layar kaca, belum tentu seindah kenyataannya di balik layar. Kini, Nisa memilih untuk berjuang demi keadilan dan ketenangan batinnya sendiri, sembari melepaskan bayang-bayang masa lalu yang menyakitkan.
Sumber: YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo