Mengapa Emas Tetap Jadi “Raja” Saat Dunia Kacau? Panduan Investasi Emas untuk Pemula

Emas
Emas

Di tengah hiruk-pikuk pasar saham yang fluktuatif dan ketidakpastian ekonomi global, ada satu aset yang kilaunya tak pernah pudar: Emas. Banyak orang seringkali salah langkah atau justru terlalu lama menunda karena merasa investasi harus dimulai dengan modal besar. Padahal, emas kini lebih inklusif dan mudah dijangkau dari sebelumnya.

Berikut adalah intisari strategi investasi emas yang bisa mengubah masa depan finansial Anda.

1. Emas: Perisai Utama di Tengah Badai

Imlek di Living World Kota Wisata
Imlek di Living World Kota Wisata

Mengapa harga emas justru sering melonjak saat kondisi dunia sedang tidak baik-baik saja? Yodi Karismanto menjelaskan bahwa emas adalah satu-satunya instrumen yang diakui secara universal.

“Semakin banyak yang mengakui bahwa suatu instrumen investasi itu bernilai, itu kemungkinan untuk harganya tervolat turun itu semakin sulit… Emas itu mungkin satu-satunya cuma investasi yang seluruh dunia itu mengakuilah.”

2. Digital atau Fisik? Mulai dari yang Termudah

Banyak yang ingin punya emas batangan, tapi menunda beli karena harganya sudah mencapai jutaan rupiah per gram. Solusinya? Emas Digital.

Bagi investor muda atau mereka dengan dana terbatas, emas digital adalah jalan pintas yang cerdas. Yodi menyarankan untuk tidak menunda investasi hanya karena menunggu dana terkumpul untuk membeli fisik.

“Daripada kita menunda investasi nunggu deh bisa beli emas fisik… beli aja langsung emas digital yang harganya bisa semurah Rp10.000.”

Keamanannya pun terjamin di Indonesia karena diawasi oleh BAPPEBTI dengan rasio satu banding satu antara saldo digital dan ketersediaan fisik di brankas terpisah.

3. Rahasia Menghadapi Harga “All-Time High”

Kesalahan umum pemula adalah takut membeli saat harga sedang tinggi-tingginya. Namun, dalam investasi jangka panjang, waktu di pasar lebih penting daripada menebak waktu pasar (timing the market). Strategi yang disarankan adalah Dollar Cost Averaging atau investasi berkala.

“Investasi itu sesimpel kalau misalnya kita berada kayak emas itu ya lagi posisinya all time high… kita ada namanya investasi berkala. Sekarang kita beli, nanti bulan depan atau per minggu kita beli lagi… kita meminimalisir volatilitas harga.”

4. Investasi vs. Utang: Mana yang Didahului?

Seringkali muncul dilema: sebaiknya investasi dulu atau bayar utang dulu? Jawaban dari kacamata perencana keuangan sangat tegas. Utang, terutama yang bersifat konsumtif, harus dibereskan agar arus kas menjadi sehat.

“Beresin hutang dulu… karena hutang tuh ibaratnya kalau saya bilang kalau sakit itu kayak kanker. Jadi kalau kita tidak menyelesaikan sakit kita itu, lama-lama secara tidak sadar itu akan menggerus keuangan kita.”

5. Kesalahan Terbesar Investor Pemula: “Kebanyakan Mikir”

Banyak orang menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mempelajari grafik dan teori, tapi tidak pernah mengeksekusi satu gram pun. Penyesalan biasanya datang saat melihat harga emas sudah melambung tinggi beberapa tahun kemudian.

“Satu kesalahan paling sering yang dilakukan oleh investor pemula? Enggak mulai, kebanyakan mikir.”

Penutup: Bentuk Habit, Bukan Sekadar Cari Untung

Investasi bukan sekadar cara cepat untuk kaya, melainkan cara untuk melindungi nilai kekayaan dan mempersiapkan masa tua yang nyaman. Mulailah dengan langkah kecil—mungkin dengan mengalihkan uang kopi harian Anda menjadi saldo emas digital.

“Investasi itu akan sangat-sangat bermanfaat atau kerasa dampaknya kalau kita mulai sedini mungkin semudah mungkin… Mulai untuk membentuk habit-nya saja.”

Kamu juga bisa membaca artikel menarik kami lainnya seperti Dari Alas Kardus ke Panggung Dunia: Seni Menjadi “Medioker” yang Berdaya ala Alexander Tian

Read More :  "Gengsi Gak Nambah Duit!" Pelajaran Keuangan Anti-Mainstream dari Annisa Steviani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *