Rahasia Mental Baja Usia 20-an: Dari Pewaris Jadi Perintis, Samuel Kris Bongkar Kunci Tahan Banting dan Sukses Eksponensial

Rahasia Mental Baja Usia 20-an
Rahasia Mental Baja Usia 20-an

Dalam episode terbaru podcast SUARA BERKELAS, Samuel Kris, seorang kreator konten dan pebisnis ulung, membedah secara blak-blakan mentalitas yang dibutuhkan generasi muda agar growing dan tahan banting. Bukan sekadar motivasi kosong, Samuel membagikan filosofi hidup, strategi bisnis di era digital, hingga pengalaman pribadinya yang mengejutkan.

Berikut adalah poin-poin paling menarik dan provokatif yang bisa mengubah cara Anda memandang kesuksesan:

1. Kritik adalah Vitamin Pertumbuhan, Bukan Racun Ego

Ego Kita Terlalu Kuat
Ego Kita Terlalu Kuat

Samuel mengakui bahwa di masa lalunya, ia sulit sekali menerima kritik. Setiap masukan ia balas dengan counter atau pembelaan diri. Namun, titik baliknya adalah ketika ia menyadari bahwa kritik adalah ruang utama untuk perbaikan dan pertumbuhan.

“Justru ketika ada yang mengkritik, itu paksa dirimu untuk terima. Karena kritiklah yang membuat kenapa [bisnisku] bisa grow segitu cepatnya… Kalau aku merasa dipuji-puji terus, itu berbahaya. Itu danger zone.”

Baginya, terlalu banyak pujian adalah tanda kepuasan diri. Mentalitas yang harus dicari adalah ‘kecanduan’ kritik untuk terus-menerus meningkatkan diri.

2. Sukses Bukan Hoki, tapi Hasil “Compounding” dari Ketahanan

Egois dan Emosi
Egois dan Emosi

Mengundang banyak figur sukses, Samuel menemukan benang merah mereka semua: Perseverance (Ketahanan) dan Fokus.

Ia menjelaskan fenomena kesuksesan melalui hukum Compounding. Mengulang sebuah aksi (repetition) bukan berarti hasilnya linear. Aksi yang diulang akan menciptakan fondasi yang, pada satu titik, akan meledak menjadi pertumbuhan eksponensial.

  • Jika 10 video pertama hanya menambah 100 follower, jangan berhenti.
  • 10 video berikutnya bisa menambah 1.000 follower.
  • 10 video setelahnya bisa tembus 10.000 follower.

Orang yang sukses di industrinya adalah mereka yang paling lama bertahan—bukan yang paling berbakat di awal.

3. Kita Hidup di Era “Attention Economy”

Samuel menegaskan bahwa saat ini, nilai mata uang tertinggi adalah perhatian (attention).

Ini adalah era di mana personal branding seorang individu (seperti Elon Musk atau Donald Trump) sudah lebih besar dan lebih terpercaya daripada logo atau partai politik mereka.

“Ini zaman di mana kalau kamu tidak bisa memanfaatkan sosial media dengan baik, kamu akan kalah bersaing dengan orang lain.”

Kabar baiknya, Anda tidak butuh modal besar. Karena algoritma kini ditentukan oleh kualitas video itu sendiri, bukan jumlah follower, video pertama Anda bisa langsung viral. Kuncinya? Jangan biarkan momen viral itu sia-sia; pastikan setiap konten menghasilkan nilai atau uang.

4. Manifestasi dan Investasi Paling Mahal

Mengapa Orang Kaya yang Sebenarnya Justru Memilih Hidup Sederhana
Mengapa Orang Kaya yang Sebenarnya Justru Memilih Hidup Sederhana

Meskipun lahir sebagai pewaris (ia mengakui memiliki privilege materi), Samuel memilih untuk menjadi perintis dalam karirnya. Ia membagikan kebiasaan unik yang ia lakukan sejak SMA: menulis daftar target besar dan “mustahil” di kertas. Secara mengejutkan, 60-70% dari target itu tercapai.

“Kenapa harus target yang tidak mungkin? Supaya ketika hal-hal itu terjadi, gua tahu bahwa ini bukan karena Sam, tapi karena Tuhan.”

Terkait kekayaan, ia mengungkapkan penyesalan terbesarnya di usia 20-an adalah menghabiskan uang ratusan juta pertamanya untuk validasi diri (membeli barang-barang mewah). Jika bisa kembali, ia akan mengalokasikan semuanya untuk:

“Edukasi. Investasi yang tidak akan pernah lu sesali yaitu investasi diri lu sendiri. Dan return-nya yang paling tinggi di antara semuanya.”

5. Pesan Menohok: Jangan Dengar Nasihat Orang Lain

Samuel bercerita bahwa nasihat terburuk yang pernah ia terima adalah: “Jangan jadi entertainer kalau mau kaya; kamu harus ambil jurusan IT, bisnis, atau kedokteran.”

Ia menuruti saran itu, mengambil jurusan IT, dan lulus cum laude, tetapi merasa menderita dan tidak bahagia. Ia lantas memilih jalannya sendiri dan berhasil.

Pesan penutup Samuel sangat lugas: “Hidupmu ditentukan oleh hidupmu sendiri.”

Pilih kehidupan yang Anda suka dan sesuai passion Anda. Tidak peduli bidang apa pun itu—tukang sate, laundry, atau penyanyi—pastikan Anda menjadi yang terbaik di sana, menjadi market leader atau top of mind. Hanya dengan begitu, kesuksesan sejati akan mengikuti.

Kamu juga bisa membaca artikel menarik kami lainnya seperti Hidup Sederhana Tanpa Drama: 5 Rahasia “Diam-diam” yang Mengubah Hidup 90 Derajat

Read More :  7 Sikap Yang Bisa Meninggalkan Kesan Positif Bagi Orang Lain. Yuk Miliki!

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *