Pernahkah kamu membayangkan menemukan sebuah oase tradisional yang sejuk di tengah hiruk-pikuk Bekasi? Bagi kamu yang tinggal di Kranggan, Cibubur dan sekitarnya, tentu saja kami bisa menemukan banyak coffe shop yang membawa nuasan pedesaan. Namun tenang saja, kali ini ada Warkop Leuit Kranggan yang lebih ramah dengan kantong kok.
Sebelumnya, kami juga sudah Menikmati Kulineran dan Masjid At Thohir yang Penuh Warna di Malam Hari. Kali ini, saya pun mencoba mengunjungi warkop yang tak jauh dari tempat tinggal saya atau hanya sekitar 500 meteran dan bisa juga dengan jalan kaki. Tepatnya berada di Jl. Raya Ps. Kranggan, RT.002/RW.001, Jatisampurna, Kec. Jatisampurna, Kota Bks, Jawa Barat 17433 (bisa menggunakan google map).
Suasana yang Menenangkan di Warkop Leuit

Begitu melangkah masuk ke Warkop Leuit Kranggan, kebisingan kota seolah memudar, digantikan oleh pemandangan ikonik sebuah bangunan berbentuk lumbung padi atau “leuit” yang berdiri kokoh dengan dinding bambu dan atap rumbia yang khas.
Di sini, konsep makan di ruang terbuka benar-benar dihidupkan. Meja-meja kayu tertata rapi di bawah naungan pohon-pohon rindang, menciptakan suasana yang asri dan sangat santai. Saat hari mulai sore, lampu-lampu gantung yang hangat mulai berpijar, menambah kesan homey dan estetik di setiap sudutnya.
Warkop ini secara garis besar terdiri dari 3 bagian, bagian pertama ada sebuah ruangan besar yang bisa menampung banyak pengunjung. Disana, tertata rapi meja makan lengkap dengan kursinya sampai dengan yang lesehan.
Di bagian kedua ada ruangan terbuka yang terdiri dari 3 meja lengkap dengan kursinya. Disini sangat nyaman karena berada langsung di bawah pohon jambu dan nangka, selain itu disamping kiri kanan banyak pohon rambutan sehingga membuat suasana semakin sejuk dan damai.
Sedangkan bagian ketiga merupakan bagian bangunan berupa lumbung padi yang menjadi ciri khas dari warkop ini.
Menu, Harga Makanan dan Minuman di Warkop Leuit

Bicara soal makanan, Warkop Leuit menyajikan menu-menu yang “merakyat” namun dengan presentasi yang naik kelas. Berbagai makanan khas sunda dan kekinian ada disini. Namun sayangnya, saat kami berkunjung banyak makanan dan minuman yang tidak tersedia karena mereka belum belanja.
Kamu sendiri memesan makanan mie aceh sabang yang disajikan di atas piring kayu lengkap dengan taburan bawang goreng yang melimpah serta bakso. Bukan hanya itu, rasa pedasnya sungguh mengunggah selera dan sangat enak.
Selain itu, kami juga memesan roti bakar strwaberry dan berbagai jenis minuman lainnya. Untuk harganya sangat murah dan tidak menguras kantong. Saya lupa berapa banyak yang kami pesan, namun untuk total pembayaran sebesar Rp. 91.000.
Berikut ini pesanan yang kami pesan.
- Mie Sabang 2
- Roti bakar rasa strwaberry
- Makanan ringan
- Coklat
- Bengbeng
- Teh
Ruang Hangat untuk Keluarga
Bukan hanya tempat nongkrong biasa, warkop ini juga menjadi destinasi favorit bagi keluarga. Sambil menikmati hidangan, Anda bisa melihat anak-anak bermain dengan ceria di lingkungan yang aman dan alami.
Salah satu daya tarik uniknya adalah keberadaan pohon jambu air yang sedang berbuah lebat, menambah kesan bahwa kita sedang berada di halaman rumah di pedesaan, bukan di tengah kota.
Warkop Leuit Kranggan adalah pengingat bahwa kebahagiaan sederhana bisa ditemukan dalam semangkuk mi hangat dan suasana yang tenang.
Untuk suasana lengkapnya, kamu bisa langsung menonton videonya di bawah ini.