Pernahkah Anda dan pasangan berdebat sengit hanya karena masalah uang? Jika ya, Anda tidak sendirian. Meskipun uang sering dianggap sebagai pemicu utama perceraian, akar masalahnya mungkin lebih dalam: Kepribadian Uang atau Money Personality.
Dalam episode POD. RUANG TUNGGU, Mbak Prita Ghozie (CEO ZAP Finance) dan Dr. Andres Kurniawan (Psikiater) membedah empat tipe kepribadian uang yang memengaruhi setiap keputusan finansial Anda, serta bagaimana cara mencari kompatibilitas yang sehat.
Daftar Isi
Empat Tipe Kepribadian Uang: Siapa Anda?

Mbak Prita Ghozie menjelaskan bahwa selama ini banyak saran finansial bersifat “mendang-mending” (mending ini, mending itu), padahal semua tergantung pada cara pandang seseorang terhadap uang.
“Kapan kita tahu itu terbaik buat diri kita? Saat kita kenal diri kita, ya salah satunya dengan assessment si money personality itu,” ujar Mbak Prita Ghozie.
Berikut adalah empat tipe utama Money Personality:
1. Money Avoiders
Ini adalah tipe orang yang sangat cuek (indifferent) terhadap uang. Mereka tidak terlalu peduli jika memiliki banyak atau sedikit uang. Mereka cenderung santai, bahkan saat menghadapi pensiun.
“Buat dia tuh ada duit enggak ada duit sama aja,” jelas Mbak Prita.
2. Money Vigilance
Tipe ini adalah yang “kekep banget” terhadap uang, seperti Paman Gober. Mereka cenderung cemas (Money Worrier) atau penabung kompulsif (Compulsive Saver). Meskipun kadang terlihat tidak menikmati hidup, mereka adalah yang paling siap secara finansial di hari tua.
“Orang-orang yang money vigilance ini sebetulnya dia ini adalah orang-orang yang biasanya paling siap buat pensiun karena asetnya sebenarnya banyak,” ungkap Mbak Prita.
3. Money Status

Tipe ini menggunakan uang untuk mencapai status sosial. Mereka bisa menjadi Compulsive Spender yang menghabiskan uang secara tidak sadar, atau memiliki sindrom Money Hero. Mereka terbeban untuk mengeluarkan uang demi keluarga dan ingin dilihat sebagai pahlawan.
Mengenai fenomena Money Hero, Dr. Andres Kurniawan menyoroti kaitannya dengan identitas diri.
“Ada bagian dari identity yang dia taruh terhadap uang tersebut,” kata Dr. Andres.
4. Money Focus
Bagi tipe ini, uang adalah sumber semangat dan motivasi. Mereka bisa menjadi pencari uang kompulsif (Compulsive Money Maker) yang terus bekerja, atau mengambil keputusan finansial yang sangat spekulatif (berisiko tinggi). Mereka percaya diri bahwa mereka akan selalu bisa mencari cara untuk menghasilkan uang lagi.
Kompatibilitas Sejati Bukan Berarti Sama

Seringkali, konflik rumah tangga muncul bukan karena jumlah uang, melainkan karena perbedaan cara pandang. Dr. Andres Kurniawan mencatat bahwa masalah utama dalam perpisahan bukanlah ketiadaan uang, tetapi cara berantem menghadapi masalah uang.
“Yang jadi masalah tuh bukan enggak ada uang tapi cara berantemnya,” tegas Dr. Andres.
Lantas, bagaimana pasangan bisa kompatibel? Menurut Mbak Prita, pasangan yang cocok adalah yang saling melengkapi, bukan yang karakternya sama. Contohnya, Money Avoiders cocok dengan Money Focus karena yang satu cuek dan menyerahkan urusan, sementara yang lain memang senang mengurus uang.
“Sebenarnya bukan yang dua-duanya sama… yang penting menyadari bahwa nih karakternya seperti ini dan kamu bakal hidup sama orang ini sampai bertahun-tahun ke depan,” simpul Mbak Prita.
Realitas Finansial: Frugal vs. Sederhana
Dalam diskusi, Mbak Prita juga meluruskan dua istilah yang sering dianggap sama: frugal dan sederhana.
-
Frugal: “Adalah always opt [memilih] for the most economic options,” jelas Mbak Prita. Tipe ini membeli fungsi dan memilih yang paling murah, tidak membeli merek atau status.
-
Sederhana (Modes): Artinya adalah hidup di bawah kemampuan finansial. Jika Anda mampu membeli tiket bisnis kelas tetapi memilih ekonomi kelas, itu adalah hidup sederhana.
Indikator Sehat dan Kuat secara Finansial
Mbak Prita menegaskan bahwa apapun money personality Anda, ada patokan kesehatan dan kekuatan finansial yang wajib dipenuhi:
Sehat Secara Finansial
-
Pemasukan harus lebih besar daripada pengeluaran.
-
Cicilan (Utang) maksimal 30% dari gaji.
-
Tabungan minimal 10% dari gaji.
Kuat Secara Finansial
-
Memiliki Cash Buffer (Dana Darurat) sebesar 12 kali pengeluaran rutin bulanan.
-
Memiliki Aset Investasi minimal 50% dari total aset (di luar rumah tinggal utama).
-
Kekayaan Bersih tinggi, di mana jumlah pinjaman hanya 20% dari aset.
Sebagai penutup, Mbak Prita mengingatkan pentingnya mencapai Financial Independence yang sesungguhnya:
“Financial independence itu apa? Satu, tidak menjadikan orang tua kita dana darurat. Dua, tidak menjadikan anak kita kelak dana pensiun. Dan, tidak menjadikan teman-teman kita pelater,” tutupnya.
Kenali diri dan pasangan Anda, komunikasikan dengan baik, dan kelola uang sesuai pakem yang sehat dan kuat!
Kamu juga bisa membaca artikel menarik kami lainnya seperti Rahasia Bervalue: Pelajaran Hidup dan Produktivitas dari Seorang Raditya Dika
Response (1)