Berdiri kokoh di ketinggian 1.350 Mdpl, Puncak Pasir Ipis bukanlah sekadar angka bagi kami yang dikejar waktu. Ini adalah babak lanjutan setelah raga kami ‘dihajar’ keindahan epik Gunung Luhur dan magisnya hutan Sukamakmur.
Di titik ini, mental kami benar-benar diuji. Dalam lingkaran diskusi kecil, sebuah voting digelar: lanjut atau pulang? Rasa lelah yang menggelayut memaksa rombongan terbelah. Dari sekian banyak kepala, akhirnya hanya tersisa ‘Tujuh Pendekar’—4 peserta dan 3 pemandu—yang memutuskan untuk menantang batas demi menyaksikan dinginnya Curug Sejoli. Inilah kisah perjuangan kami melawan letih.
Daftar Isi
- 1 Gerbang Pendakian Menuju Pos 1 Puncak Pasir Ipis
- 2 Perjalanan Dari Pos 1 Menuju Pos 2 Dengan Jarak 0,50 Km Puncak Pasir Ipis.
- 3 Perjalanan Dari Pos 2 Menuju Pos 3 Dengan Jarak 0,33 Km – Trekking Bonus.
- 4 Pos 3 Menuju Puncak Pasir Ipis Pun Gagal, Karena Ternyata Sudah Tutup
- 5 Pos 3 Menuju Curug Sejoli, Perjalanan Singkat dan Melelahkan.
- 6 Sensasi Trekking ke Puncak Pasir Ipis dan Segarnya Curug Sejoli Bogor dalam Satu Jalur
Gerbang Pendakian Menuju Pos 1 Puncak Pasir Ipis
Baru saja melangkah dari gerbang, jalur langsung ‘menghajar’ tanpa ampun. Jarak 500 meter ini adalah ujian fisik yang brutal—tanjakan vertikal tanpa bonus datar sedikit pun! 25 menit terasa seperti keabadian saat napas mulai memburu, namun sejuknya hutan pinus dan aroma pohon kopi Bogor setia mengawal langkah kami.
Begitu tiba di Pos 1, semua lelah terbayar lunas. Pemandangan spektakuler membentang, mengubah peluh menjadi decak kagum. Pos 1 bukan sekadar tempat singgah, tapi oasis yang sangat pantas kami menangkan setelah perjuangan tanpa kompromi.
Perjalanan Dari Pos 1 Menuju Pos 2 Dengan Jarak 0,50 Km Puncak Pasir Ipis.

Pertarungan berlanjut. Kali ini, jalur berubah menjadi ‘dinding’ tak berujung—40 menit tanjakan murni yang memaksa napas memberontak. Di tengah drama teriakan putus asa pendaki lain, kami menyaksikan pemandangan menyentuh: sepasang orang tua yang gigih menyurvei jalur demi keamanan sang anak.
Lelah itu perlahan luruh saat kabut tipis mulai membelai wajah. Dan puncaknya? Pos 2 menyambut kami dengan suasana mistis yang magis. Gumpalan awan putih dan kabut tebal bersatu menciptakan ‘surga kecil’ yang membius indra. Di sini, di atas awan yang tenang, setiap peluh terbayar dengan kemewahan yang tak ternilai.
Perjalanan Dari Pos 2 Menuju Pos 3 Dengan Jarak 0,33 Km – Trekking Bonus.
Setelah ‘dinding’ tanjakan, perjalanan menuju Pos 3 adalah sebuah refreshment sempurna. Hanya 10 menit jalan datar yang asri tanpa hambatan berarti. Tapi alam punya rencana lain; setibanya di sana, hujan lebat langsung menyergap tanpa peringatan.
Kami segera berlindung di bangunan terbuka Pos 3. Tak ada gerutu, yang ada hanya rasa syukur. Di balik bangku kayu, kami membuka bekal dan makan siang dengan lahap, sambil menonton pertunjukan alam berupa hujan deras yang menutup pandangan. Momen ‘terjebak’ yang justru jadi memori manis.
Pos 3 Menuju Puncak Pasir Ipis Pun Gagal, Karena Ternyata Sudah Tutup
Teka-teki jalur akhirnya terjawab di Pos 3. Rasa penasaran mengapa trek ini identik dengan Puncak Khayangan berujung pada kenyataan pahit: jalur menuju Puncak Pasir Ipis resmi ditutup karena medan yang terlalu berbahaya dan terbengkalai.
Sempat ada sesal karena enggan mengulang jejak ke Khayangan, namun alam seolah punya rencana lain. Kami pun memilih ‘berdamai’ dengan keadaan. Ego untuk mendaki puncak kami lipat dalam-dalam, lalu memutar langkah dengan semangat baru: mengejar kesegaran abadi di Curug Sejoli.
Pos 3 Menuju Curug Sejoli, Perjalanan Singkat dan Melelahkan.

Kami pun melanjutkan perjalanan menuju curug sejoli dari pos 3, dimulai dari jalanan menurun singkat kurang lebih 5 menit, kemudian dilanjutkan jalanan yang semakin menurun sehingga akhirnya mulai terdengar sayup-sayup suara air terjun diantara hutan.
Lupakan lelah, Curug Sejoli adalah obatnya! Air terjun pertama memikat dengan kolam dangkal kristalnya, memberikan sensasi sejuk yang instan meresap ke pori-pori. Belum cukup, kami ditantang oleh air terjun kedua yang lebih ‘liar’ dengan bebatuan besar dan aliran yang lebih bertenaga.
Di sini, waktu seolah berhenti. Di tengah kesibukan pengunjung mengabadikan momen, kami memilih untuk sekadar diam dan meresapi setiap tetesan air yang jatuh. Inilah saksi bisu akhir petualangan epik kami di Bogor.
Sensasi Trekking ke Puncak Pasir Ipis dan Segarnya Curug Sejoli Bogor dalam Satu Jalur
Kamu bisa menonton video perjalanan saya sebelumnya tentang curug sejoli di bawah ini.
Response (1)