Olret.id – Sarapan sangat penting karena setelah berpuasa selama delapan hingga sepuluh jam, lambung kita kosong dan mengandung banyak asam lambung. Jika sarapan ditunda—misalnya karena olahraga, rapat kerja, atau aktivitas lainnya—lebih banyak asam lambung yang disekresikan, yang lama-kelamaan dapat membahayakan lambung kita.
Oleh karena itu, dianjurkan untuk sarapan sesegera mungkin setelah bangun tidur. Hal ini sangat penting bagi orang dewasa yang lebih tua, yang mungkin merasa kesulitan untuk sarapan lengkap. Namun, melewatkannya tidak disarankan. Sebaliknya, mereka dapat memulai dengan sesuatu yang kecil seperti sekotak susu atau camilan ringan untuk mencegah perut kosong.
Menetapkan rutinitas sarapan pada waktu yang konsisten setiap hari bermanfaat. Keteraturan ini membantu mengendalikan porsi makan siang dan makan malam, dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Daftar Isi
Apa risiko melewatkan sarapan?

Melewatkan sarapan dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan, termasuk penambahan berat badan, peningkatan risiko penyakit kronis, dan kekurangan nutrisi serta vitamin.
Dr. Huynh Tan Vu dari Rumah Sakit Universitas Kedokteran dan Farmasi Kota Ho Chi Minh menekankan peran penting sarapan dalam kesehatan fisik dan mental. Menurutnya, sarapan yang bergizi meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan menurunkan risiko penyakit.
Dokter tersebut menguraikan lima kerugian utama dari melewatkan sarapan:
1. Menyebabkan dampak pada energi dan suasana hati
Sarapan mengisi kembali energi tubuh setelah semalaman beraktivitas dan memberi bahan bakar pada otak dan tubuh untuk menjalani hari yang produktif. Melewatkan sarapan akan menunda pengisian kembali glikogen, cadangan energi tubuh, yang mengakibatkan kadar gula darah rendah. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan, kecemasan, kegelisahan, dan kesulitan berkonsentrasi, yang pada akhirnya mengurangi kinerja dalam bekerja atau belajar.
2. Meningkatkan risiko kenaikan berat badan
Melewatkan sarapan dapat meningkatkan rasa lapar saat makan berikutnya, yang mungkin menyebabkan makan tidak terkontrol dan memilih makanan yang tidak sehat, sehingga meningkatkan penumpukan lemak berlebih dan kenaikan berat badan.
3. Meningkatkan risiko penyakit kronis
Menurut penelitian, tidak sarapan dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe 2.
4. Menyebabkan kekurangan nutrisi dan vitamin
Sebuah penelitian pada tahun 2014 terhadap anak-anak dan remaja Kanada menunjukkan bahwa mereka yang melewatkan sarapan mengalami kekurangan vitamin D dan A, serta kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, dan seng. Hal ini dapat menyebabkan insomnia, depresi, dan peningkatan risiko infeksi.
Seiring waktu, kekurangan ini dapat membahayakan kesehatan dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit.
5. Menyebabkan masalah pencernaan
Melewatkan sarapan dan makan banyak di kemudian hari dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti refluks asam, sakit perut, dan tukak lambung. Hal ini juga dapat mengganggu kebiasaan buang air besar sehari-hari, yang menyebabkan diare, mual, atau sembelit.
Oleh karena itu, disarankan untuk menjaga pola makan yang seimbang, makan secara teratur, dan mengendalikan ukuran porsi. Sarapan sebaiknya dikonsumsi sebelum pukul 8 pagi, atau dalam waktu 30 menit hingga satu jam setelah bangun tidur, dan mencakup campuran protein, karbohidrat, lemak, buah, dan sayuran yang seimbang.
Disarankan juga untuk membatasi gula dan makanan olahan, mengendalikan asupan minyak dan lemak, serta menghindari kue kering yang mengandung gula atau sisa makanan untuk sarapan.
Kamu juga bisa membaca artikel kesehatan kami lainnya seperti 7 Alasan Untuk Memasukkan Lebih Banyak Buah Jeruk ke Dalam Pola Makan
Response (1)