Apakah Saya yang Toksik? Panduan Cerdas Menghadapi dan Menguji Lingkungan Kerja/Sosial

Dinas Lingkungan Hidup Sulawesi Utara
Dinas Lingkungan Hidup Sulawesi Utara

Apakah Saya yang Toksik? Panduan Cerdas Menghadapi dan Menguji Lingkungan Kerja/Sosial?

Kita sering kali mengeluh tentang lingkungan kerja atau pertemanan yang terasa toksik, penuh drama, atau energi negatif. Namun, pernahkah terlintas di benak Anda: Jangan-jangan, saya sendiri yang toksik?

Video inspiratif dari kanal SUARA BERKELAS berjudul “Cara Paling Mudah Hadapi Lingkungan Toxic?!” membuka diskusi penting ini dan memberikan panduan praktis untuk menguji diri sendiri dan mengambil langkah tepat.

1. Ujian Sederhana: Pindah Lingkungan

Dinas Lingkungan Hidup Sulawesi Utara
Dinas Lingkungan Hidup Sulawesi Utara

Menurut video tersebut, indikator paling kuat untuk mengetahui apakah Anda yang menjadi sumber masalah adalah dengan melakukan “ujian lingkungan baru”.

Prinsip Uji: Jika Anda sudah berganti lingkungan kerja atau circle pertemanan—dari yang pertama hingga kedua—namun ciri-ciri toksik seperti gosip, vibes negatif, dan drama tetap mengikuti Anda, maka kemungkinan besar Anda-lah masalahnya.

Jika pola negatif terus berulang di mana pun Anda berada, inilah saatnya untuk mulai melakukan introspeksi mendalam.

2. Bedah Pola Pikir: Subjektif vs. Objektif

Jebakan Mengerikan Pemula Bisnis
Jebakan Mengerikan Pemula Bisnis

Untuk keluar dari pola toksik, penting untuk mengubah cara pandang dari subjektif menjadi objektif.

Pola Pikir Fokus dan Contoh Dampak
Subjektif Fokus pada Emosi & Reaksi Orang Lain. Contoh: “Jangan-jangan nanti dia tersinggung kalau saya bilang ini,” atau “Nanti malah saya yang diomelin atasan”. Membuat Anda tidak berani bertindak, penuh keraguan, dan terjebak dalam rasa tidak enak.
Objektif Fokus pada Fakta dan Tujuan Jelas. Contoh: Dalam konteks kerja, fokusnya adalah menyejahterakan perusahaan dan mencapai jenjang karier. Mengomunikasikan sesuatu berdasarkan fakta dan menghindari opini negatif. Mendorong tindakan yang efektif, rasional, dan berorientasi pada hasil positif.
Read More :  Jika Ingin Terlihat Kuat, Tetap Dihormati dan Tidak Mudah Dipermainkan, Hindari 7 Sikap Ini Ya!

Jika Anda mampu bertindak dan berbicara berdasarkan fakta dan tujuan, bukan kekhawatiran pribadi, Anda akan mengurangi potensi menjadi sumber ketoksikan.

3. Etika “Bercanda” di Lingkungan Toksik

Pendidikan Peach Pachara Chirathivat
Pendidikan Peach Pachara Chirathivat

Lingkungan toksik sering kali dipenuhi dengan “candaan” yang sebenarnya adalah bullying terselubung. Pembicara mengingatkan kita pada prinsip emas: Perlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan.

Meskipun Anda mungkin fine-fine saja saat dipercandai, Anda harus menyadari bahwa orang lain memiliki batas sensitivitas yang berbeda, terutama saat menyangkut hal-hal pribadi seperti keluarga atau kepercayaan.

Jika Anda adalah inisiator candaan yang menyakitkan, dan Anda terkejut ketika orang lain tidak terima saat Anda bercanda, maka introspeksi harus dilakukan.

Kesimpulan: Pilih Lingkaran Anda dengan Bijak

Pada akhirnya, jika Anda sudah melakukan introspeksi dan berusaha berpikir objektif, namun lingkungan tersebut masih menjadi sumber ketidakbahagiaan Anda, satu-satunya solusi yang tersisa adalah mengambil keputusan untuk move on.

Lingkungan yang sehat adalah lingkungan yang membantu Anda berkembang dan memancarkan vibes positif.

Kamu juga bisa membaca artikel menarik kami lainnya seperti Mengapa Karir dan Jodoh Harus By Design, Bukan By Default

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *