Viral  

Bongkar Rahasia Sule! Cuan Miliaran dari TikTok, Balik ke TV, dan Pelajaran Pahit soal Utang

Bongkar Rahasia Sule
Bongkar Rahasia Sule

Komedi adalah panggungnya, tetapi bisnis dan strategi keuangan adalah rahasia terbesarnya. Komedian senior Sule kini tengah menarik perhatian publik, bukan hanya karena kembali muncul di layar kaca, tetapi karena ia terang-terangan membongkar sumber cuan terbarunya yang fantastis dari platform digital, khususnya Live TikTok.

Melalui wawancara eksklusif, Sule memaparkan bagaimana ia beradaptasi dengan pergeseran zaman, prinsip hidup yang ia tanamkan pada anak-anaknya, hingga kisah pahitnya dalam berinvestasi yang berujung pada kerugian miliaran rupiah.

Cuan Gila dari TikTok: Rp10 Juta per Jam

Saat banyak yang mempertanyakan mengapa Sule jarang muncul di televisi, ia menjawabnya dengan angka-angka yang mengejutkan. Alih-alih menganggur, ia memanfaatkan waktu luang dengan menjadi host di TikTok, sebuah kegiatan yang disebutnya sebagai penerapan prinsip “Time is Money”.

“Kalau lagi rame [live TikTok]… lebih gede di TV apa di TikTok? Kalau Rp10 juta ini ukurannya sejam. Kalau sejam mah gede inilah. Ngapain syuting?”

Ia bahkan menceritakan bagaimana keuntungan dari satu sesi live singkat bisa menyamai honor satu episode sinetron.

“Kalau hokinya lagi bagus, udah dapat itu satu episode… Cuma dari live TikTok.”

Namun, ia menegaskan bahwa popularitasnya di TikTok bukan karena ia tidak laku di TV. “Sebetulnya TikTok itu gua tuh memanfaatkan kata orang tua gue lu time is money gitu loh,” ujarnya.

Strategi Memutar Koin

Uniknya, Sule memiliki strategi unik dalam mengelola hasil gifting (koin) yang ia dapat. Ia tidak langsung mencairkan semuanya, melainkan memutarnya kembali (disebutnya sebagai ‘keliling’) untuk mendukung host lain.

“Ketika gua dapat koin itu gua enggak WD semua Pak, tukar koin dulu. Nah, keliling dulu tuh kan ada Ogi Oni, terus teman-teman sekolah dulu pada live TikTok yang penontonnya cuma 4 orang 10 orang… gua kasih koin hasil dari itu tuh gua puterin Pak.”

Taktik Cash Flow Multiplatform

Sule mengungkapkan bahwa di usianya yang sudah mapan, ia menerapkan sistem pengelolaan keuangan yang disiplin, membagi sumber pemasukan berdasarkan waktu: harian, mingguan, bulanan, dan tahunan.

“Penghasilan harus ada yang per jam, per minggu, per bulan, per tahun.”

Sumber pendapatan hariannya saat ini banyak ditopang oleh TikTok, sementara penghasilan bulanan ia dapat dari platform lain. Ia bahkan pernah mencatatkan pendapatan yang fantastis dari Facebook:

“Ya kan tiap bulan gua dapat dari Snack Video, tiap bulan dapat dari Facebook dapat. Facebook empat akun Pak, AdSense iya, uh dapat Pak. Gua pernah 1 bulan dapat Rp300 juta dari Facebook Pak.”

Selain itu, ia juga tetap melakukan investasi pada bisnis di luar dunia hiburan, seperti menitipkan modal pada usaha outsourcing (cleaning service dan satpam) serta deposito.

Ikhlas Rp2 Miliar: Pelajaran Pahit Utang Piuta

ng

Di balik kesuksesannya, Sule tidak luput dari pengalaman pahit. Ia secara terbuka menceritakan bagaimana ia kehilangan uang miliaran rupiah karena meminjamkan dan berinvestasi pada teman-teman yang tidak bertanggung jawab.

Sule mengaku total piutang yang masih “berkeliaran” dan diikhlaskan nilainya mencapai 2 miliar rupiah.

“Yang ada yang 200, ada yang 300, ada yang 1 M iya. Itu 2 M yang sudah diikhlasin… Iya, yang 1 M kan karena ribetlah, Gua sekarang lapor juga ya ngapain karena gua enggak ada hak…”

Pengalaman ini membuatnya memiliki prinsip yang keras:

  1. Stop Pinjaman: Ia kapok meminjamkan uang dalam jumlah besar. “Mendingan kita kasih pinjam sama teman kita yang benar-benar membutuhkan.”

  2. Berubah Strategi: Daripada meminjamkan Rp10 juta yang berpotensi hilang dan menguras energi untuk menagih, ia lebih memilih memberi Rp2,5 juta sebagai hadiah. “Daripada minjam, masalah energi kita terkuras, nanti kita terus akan nagih-nagih… Jadi gua sistemnya gitu.”

  3. Waspada Investasi Cuan Gede: Ia mengingatkan agar tidak tergiur dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat, seperti yang ia alami dengan janji balik modal 1,5 miliar dalam 4 bulan.

“Jadi kita itu jangan tergiur dengan keuntungan. Ataupun jangan kita tuh enggak enakan gitu loh.”

Amanat Ayah: Harga Mati Seorang Seniman

Di tengah gencarnya tawaran untuk terjun ke dunia politik atau beralih menjadi penceramah (seperti yang dilakukan beberapa rekan seprofesi), Sule memegang teguh amanat dari mendiang ayahnya sebagai kompas hidupnya.

“Lu kalau sudah kontrak perjanjian dengan Tuhan, lu menjadi seorang seniman, nikmatin baik buruknya, nikmatin naik turunnya. Jangan sampai ketika lu turun, ada tawaran politik lu ambil, ada orang nyuruh ceramah lu ambil. Dua enggak boleh: ceramah, enggak boleh politik.”

Ia menjelaskan bahwa seseorang harus tetap berada di koridor keahliannya.

“Lu tuh udah dikasih kemampuan, lu tuh sebagai seniman, bukan sebagai politisi. Sebelajar-belajarnya el kalau udah darah yang ngalir lu sebagai seniman, lu mau ngapain aja bisa tentang kesenian.”

Comeback ke TV: Mengajak dan Berbagi

Mengikuti jejak rekan seniornya, Sule kini kembali ke layar kaca dengan program komedi baru Tawa Culture. Langkah ini bukan sekadar untuk eksistensi diri, melainkan menjalankan tugas moral.

“Di situ ada Mas Parto, ada Bang Aziz Gagap, ada Kang Deni Nunung, ada Deni… ada semua teman-teman kita diajak Pak yang enggak ada pekerjaan, kita ajak. Iya, itu tugas kita Pak.”

Dengan pengalaman pahit dan prinsip hidup yang kuat, Sule membuktikan bahwa ia tidak hanya menjadi maestro di panggung komedi, tetapi juga seorang pebisnis yang adaptif, sekaligus figur yang berusaha menjaga integritas dan amanat leluhurnya di tengah gempuran tren digital.

Kamu juga bisa membaca artikel menarik kami lainnya seperti Potret Manis Angbeen Rishi dan Adly Fairuz, Tetap Akur Demi Anak

Read More :  Kejutan Umi Pipik di Hari Anniversary Pertama Adiba dan Egy, Netizen: Top Markotop!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *