Viral  

Cerita Horor : Adu Ilmu Ghaib – Perseteruan Desa Turi Dan Desa Kanthil

Cerita Horor Adu Ilmu Ghaib
Cerita Horor Adu Ilmu Ghaib

Cerita Horor, Olret.id – Ada sebuah cerita dari tulisannya Untung Prasetyo dan untuk kisah kali ini masih dari kisah perjalanan warijan kisah kali ini berjudul Adu Ilmu Kanuragan. Dan seperti apa untuk kisah kali ini langsung saja kita masuk ke ceritanya

****

Cerita Horor Adu Ilmu Ghaib
Cerita Horor Adu Ilmu Ghaib

Malam itu di Desa Turi dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang bernama Puroboyo atau yang lebih dikenal dengan
nama Kieliteng. Kedatangannya di Desa Turi bersama Warijan dan juga Tono sempat membuat sesepuh desa yang sekaligus kepala desa Turi yang bernama Mbak Lura Subolo merasa sangat marah.

Namun setelah mendapatkan penjelasan dari Warijan dan juga Tono akhirnya Mbah Lura Subolo pun tersenyum puas dengan pengakuan dari Purboyo atau Ki Jeliteng. Malam di desa yang biasanya selalu terasa sunyi perlahan berubah menjadi ramai karena kabar yang begitu cepat menyebar di seluruh desa, kabar pengakuan Purboyo yang sekaligus menyerahkan diri itu terasa membuat semua warga desa merasa senang dan bangga.

Hal itu disebabkan dengan permusuhan yang telah lama terjadi di desa itu dan masing-masing desa mengaku jika mereka menjadi yang terbaik dalam hal ilmu bela diri dan juga ilmu-ilmu kebatinan. Suasana di pendopo rumah kepala desa semakin meriah seiring berkumpulnya para warga yang ingin menyaksikan langsung peristiwa bersejarah itu.

Obor-obor dinyalakan di sepanjang jalan menuju ke rumah Mbah Lurah Subolo menambah kesan sakral pada malam yang penuh arti bagi Desa Turi. Beberapa warga yang masih mengenakan pakaian seadanya, setelah bergegas keluar dari rumah masing-masing tampak berbisik-bisik membicarakan apa yang baru saja terjadi.

Sementara itu di pendopo, para tetua desa duduk melingkar di bawah cahaya remang-remang lampu pijar mereka berdiskusi dengan penuh wibawa, bagi mereka kedatangan Purboyo menandai kemenangan yang selama ini mereka dambahkan setelah bertahun-tahun mengalami pertikaian gaib dan persaingan ilmu kanuragan dengan Desa Kantil.

Read More :  Pocong Gosong dan Kolam Maut: Kisah Nyata di Balik Kekayaan Juragan Empang

Akhirnya salah satu tokoh penting dari Desa Musuh mengakui kekalahannya dan menyerahkan diri tanpa syarat. Di tengah kegembiraan itu beberapa pemuda desa terlihat bersemangat seolah kemenangan ini memberi mereka dorongan moral untuk semakin mengukuhkan keunggulan desa Turi.

Namun di sudut lain beberapa sesepuh masih menunjukkan sikap waspada, meski Purbaya telah menyerahkan diri mereka paham bahwa dendam lama tidak akan mudah begitu saja terhapus malam semakin larut. Namun tidak seorang pun beranjak dari pendopo mereka menanti keputusan akhir dari para pemimpin desa tentang langkah berikutnya.

Apakah dengan menyerahkan Purboyo, pertikaian ini benar-benar berakhir ataukah ini hanya awal dari sesuatu yang lebih besar. Purboyo yang masih mengalami luka dalam dan juga luka di bagian tubuhnya terlihat tetap tenang walau beberapa orang ada yang mengejeknya bahkan memakinya.

Sementara itu Warican dan Tono yang dianggap sebagai pahlawan desa mulai mendapatkan beberapa pertanyaan dari Mbah Lurah Bolo dan para sesepuh desa lainnya, walau aku merasa senang sekali malam ini tapi di dalam hatiku terbesit sebuah tanda tanya besar.

Bagaimana mungkin seorang pemuda sepertimu ini dapat menangkap dan membawa orang yang telah masuk dan menyerang Desa Turi dengan ilmu kebatinannya yang sangat tinggi?”  ujar Mbah Lura Subolo kepada para sesep lainnya anak muda ini bukan orang sembarangan Ki dialah yang menyelamatkan Tono anak dari Butina ketika sedang dikeroyok empat orang sekaligus, dan dia jugalah yang mengadu ilmu kesaktian dengan Jeliteng malam itu,” ujar salah satu sesepuh desa yang sudah terlihat sangat tua itu sambil terus menatap ke arah Purboyo

Aku pikir bukan sesuatu yangsulit bagi pemuda itu untuk membawa Jeliteng ke desa ini karena pada malam sebelumnya dia juga telah mengalahkannya Ki, sosok lelaki tua itu yang membuat Mbah Lurah Subolo mengangguk-nganggukkan kepalanya suasana di pendopo desa masih dipenuhi oleh perbincangan hangat di antara para sesepuh dan warga yang berkerumun.

Read More :  Perjalanan Babah Alun ke Samarinda, Meninjau Eks Pabrik Kayu Lapis yang Ditutup Paksa

Purboyo tetap duduk bersila di tanah, tubuhnya yang masih terasa nyeri tidak mengurangi ketenangan yang terpancar dari wajahnya meskipun beberapa orang mengejek dan mencemoohnya dia tidak menunjukkan sedikit pun tanda kemarahan atau rasa sakit hati matanya tetap lurus menatap tanah seolah menerima nasib yang kini menimpanya dengan penuh keikhlasan.

Fi sisi lain Warijan tetap berdiri tegap di tengah-tengah kerumunan memperhatikan bagaimana para sesebut desa menanggapi kehadiran Purboyo.

Dia sadar bahwa meskipun dirinya telah membawa sosok berjubah hitam itu sebagai bentuk penyelesaian konflik tetap saja dendam lama yang telah mengakar di antara kedua desa tidak akan mudah sirna dalam waktu satu malam sementara itu Tono yang berdiri di dekatnya hanya bisa menyimak dengan wajah yang sedikit tegang.

Kamu juga bisa membaca cerita horor lainnya seperti  Cerita Horor : Rahasia Kelam Di Balik Perjamuan Tuan Rumah Terakhir

Lantas bagaimana cerita horor ini? Kamu bisa mendengarkan langsung di Youtube di bawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *