Viral  

Cerita Horor : Rahasia Kelam Di Balik Perjamuan Tuan Rumah Terakhir

Cerita Horor
Cerita Horor

Olret.id , Cerita Horor – Ritual itu bukan bentuk penghormatan, itu perjanjian satu jiwa disajikan dalam setiap perjamuan dan Aa baru sadar bukan arwah yang mencari ketenangan tapi roh-roh yang lapar, dan keluarganya telah memberi mereka makan selama berabad-abad.

Tangannya menggeser halaman selanjutnya dengan hati-hati ada catatan lain yang tersembunyi di antara lembar jurnal, lembaran terlipat berbeda dari yang lain saat Aila membukanya ia membaca nama yang membuat daerahnya berdesir dingin, sari Rukmana absen dalam perjamuan tahun 99 hukuman dijatuhkan tahun 2017 itu tahun ibunya meninggal mendadak tanpa penyakit tanpa sebab.

Aila teringat tubuh ibunya yang membiru dalam tidur tanpa luka tanpa jejak seolah jiwanya diambil dan kini ia mengerti kenapa ibunya menolak menjadi penjaga dan karena itu ia dikutuk suara. Ketukan keras di dinding membuat Aila tersentak, satu ketukan diam lalu dua ketukan lagi dari dalam rumah bukan pintu bukan jendela tapi dari dalam dinding seolah seseorang atau sesuatu mencoba keluar.

Aila berdiri perlahan tubuhnya kaku oleh rasa takut yang mencekam, ia menatap ke arah ruang makan, kursi-kursi itu kini mulai bergerak sendiri berderit pelan seperti para tamu tidak kasat mata yang sedang kembali ke tempat duduk mereka.

Lilin menyala satu persatu padahal tidak ada yang memegang korek, jamuan telah dimulai kembali tanpa aa dan satu kursi di ujung meja masih kosong.

Ia kembali menatap jurnal membalik ke halaman terakhir. Jika aku tidak kembali, jangan lanjutkan  lewat cermin lewat tidur lewat darah kita sendiri lalu di bagian bawah halaman itu ada sesuatu yang tidak pernah ia lihat sebelumnya cap jari hitam seperti arang terbakar lima buah dan entah kenapa itu cap jari anak kecil.

Read More :  Pesona Prilly Latuconsina Kenakan Pakaian Selam Tuai Pujian

Aila tertunduk tidak sanggup lagi menyangkal apa yang mulai terbentuk dalam pikirannya, nenek Sari masih hidup saat ini atau mungkin masih menjaga sesuatu,  mungkin ia telah menyerahkan banyak sebelum Aa termasuk anak-anak, termasuk orang-orang desa yang menghilang dan dilupakan .

Perjamuan bukanlah kehormatan, Ia adalah kontrak dan A adalah pewaris yang ditunggu mereka tidak ingin ia menyajikan makanan mereka ingin ia memilih korban. Di luar jendela, kabut turun lebih tebal dari sebelumnya di sela-sela kabut sosok-sosok samar mulai bermunculan mereka berdiri diam menatap ke rumah tua di tengah kegelapan menunggu Aa keluar atau menunggu ia memanggil nama seseorang sebagai tumbal.

Dan jika tidak maka satu-satunya jiwa yang tersisa untuk diberikan adalah jiwa Aila sendiri, malam itu Aa tidak benar-benar tidur ia ditarik masuk ke dalam sebuah ruang gelap yang tidak punya dinding tidak punya langit udara. Di sana terasa padat seperti air setiap nafas membuat paru-parunya terasa lebih berat di kejauhan terdengar suara kain yang basah, diseret di lantai, langkah-langkah kecil mulai terdengar tidak beraturan.

Lalu terdengar suara nyanyian liri terputus-putus,  satu siapkan, satu disimpan, satu dikunci, satu dikorbankan aa menoleh tetapi dunia sekitarnya hanya gelap kemudian dari kabut tipis di sekeliling muncul bayangan seorang gadis kecil mengenakan baju putih panjang yang kotor, rambutnya menutupi sebagian wajahnya.

Ia berdiri membelakangi Aa menatap ke arah sesuatu yang tidak terlihat, lalu ia bicara dengan suara yang terlalu tua untuk tubuh sekecil itu “kau belum memilih itu artinya kau yang dipilih.” Aa tersentak bangun peluh dingin membasahi tubuhnya tapi bukan hanya karena mimpi itu tepat.

Read More :  Jessica Iskandar Jalani Operasi Pasca Melahirkan, Keluarga Mohon Doa

Penasaran dengan Cerita Horor : Rahasia Kelam Di Balik Perjamuan Tuan Rumah Terakhir. Kamu bisa langsung mendengarkannya di Youtube di bawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *