Pernahkah Anda merasa lebih nyaman menghabiskan Sabtu malam dengan buku atau film kesukaan daripada harus berdesakan di pesta yang bising? Atau mungkin Anda sering dilabeli “pendiam” dan diminta untuk lebih “bergaul”?
Dalam podcast terbaru Suara Berkelas, Marcela, seorang arsitek sekaligus penulis buku “Nggak Apa-Kok Jadi Introvert”, membongkar fakta-fakta tajam namun membebaskan tentang apa artinya menjadi seorang introvert di dunia yang seolah tidak bisa berhenti bicara.
Berikut adalah poin-poin “daging” yang akan mengubah cara pandang Anda terhadap diri sendiri:
Daftar Isi
1. Introvert vs Social Anxiety: Jangan Salah Diagnosis!

Banyak orang merasa dirinya introvert padahal sebenarnya ia mengalami social anxiety (kecemasan sosial). Marcela menjelaskan perbedaannya dengan sangat jernih:
-
Introvert adalah tentang energi. Anda memilih menyendiri karena di situlah baterai mental Anda terisi kembali.
-
Social Anxiety adalah tentang ketakutan. Takut dihakimi, takut salah bicara, atau takut ditolak.
Kabar mengejutkannya? Seorang ekstrovert pun bisa punya social anxiety. Jadi, jangan jadikan label introvert sebagai tameng untuk rasa takut yang sebenarnya bisa diobati.
2. “Baterai Sosial” Itu Nyata
Analoginya sederhana: Introvert bangun tidur dengan baterai penuh, namun setiap interaksi sosial akan menguras daya tersebut hingga harus pulang untuk “di-charge”. Sebaliknya, ekstrovert justru mendapatkan energi dari interaksi luar.
Mengetahui kapasitas “baterai” Anda adalah kunci kesehatan mental. Tidak ada yang salah dengan pulang lebih awal dari pesta jika daya Anda sudah 5%.
3. Menjadi Introvert Bukan Berarti “Tidak Bisa”

Salah satu poin paling kuat dalam diskusi ini adalah larangan menjadikan introvert sebagai excuse atau alasan.
“Jangan bilang ‘aku nggak bisa public speaking karena aku introvert’. Gunakan introvert sebagai cara Anda melakukannya.”
Introvert justru sering kali menjadi pembicara publik yang lebih hebat karena mereka cenderung melakukan riset yang jauh lebih dalam dan persiapan yang lebih matang dibandingkan orang lain. Mereka tidak hanya bicara, mereka menyampaikan isi pikiran yang sudah terstruktur.
4. Teknik 54321: Penyelamat di Tengah Keramaian

Jika Anda sering merasa kewalahan (overwhelmed) saat berada di tengah orang banyak, Marcela membagikan teknik Mindfulness yang sangat praktis:
-
Sebutkan 5 hal yang Anda lihat.
-
Sebutkan 4 hal yang bisa Anda dengar.
-
Sebutkan 3 hal yang bisa Anda cium.
-
Sebutkan 2 hal yang bisa Anda raba.
-
Sebutkan 1 hal baik tentang diri Anda.
Teknik ini menarik Anda kembali ke “saat ini” dan menghentikan badai pikiran di kepala.
5. Anda Memiliki “Semesta” Sendiri
Mengutip Yoko Ono, Marcela mengingatkan bahwa meski dari luar seorang introvert tampak kecil atau diam, mereka memiliki semesta di dalam kepalanya. Imajinasi, kreativitas, dan kedalaman berpikir adalah “superpower” yang hanya dimiliki oleh mereka yang berani berteman dengan kesunyian.
Kesimpulan
Menjadi introvert bukan berarti Anda “rusak” atau harus diperbaiki agar menjadi ekstrovert. Dunia butuh orang-orang yang bisa bicara dengan lantang, tapi dunia juga butuh orang-orang yang bisa berpikir dengan dalam.
Langkah selanjutnya: Cobalah lakukan teknik Mindfulness 54321 saat Anda merasa cemas hari ini. Apakah Anda ingin saya membantu merincikan cara melatih kepercayaan diri khusus untuk kepribadian introvert?
Kamu juga bisa membaca artikel menarik kami lainnya seperti Mengapa Kita Bosan dan Ingin “Selingkuh” Menurut Neuroscience
Responses (2)