Olret.id – Mungkin Anda pernah menyaksikan seseorang berbuat salah, tapi ragu untuk menegur. Pikiran seperti, “itu bukan urusan saya,” atau “biar Allah yang kasih hidayah,” sering kali terlintas. Padahal, menurut ajaran Islam, menegur perbuatan mungkar (ingkar mungkar) adalah kewajiban suci yang tidak bisa diabaikan.
Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan, mengabaikan kewajiban ini justru bisa mendatangkan dosa yang terus mengalir selama perbuatan salah itu berlanjut.
Video ini akan mengubah cara pandang Anda tentang menegur keburukan.
1. Kewajiban Menegur: Bukan Urusan Orang Lain!
Banyak dari kita salah kaprah bahwa mengingatkan orang lain adalah hal yang tabu. Padahal, kewajiban ini adalah bagian tak terpisahkan dari iman seorang Muslim. Jangan biarkan rasa tidak enak atau takut menjadi penghalang. Mengingatkan adalah bentuk kasih sayang terbesar, yaitu menyelamatkan orang lain dari dosa.
2. Kenali Tiga Tahapan Menegur yang Efektif
Tidak semua teguran harus dilakukan secara frontal. Islam memberikan panduan berjenjang yang bijaksana:
- Dengan Tangan (Kekuasaan): Tahapan tertinggi ini berlaku bagi mereka yang memiliki wewenang, seperti orang tua terhadap anak atau atasan terhadap karyawan. Gunakan otoritas Anda untuk mencegah keburukan, seperti mewajibkan salat berjamaah di tempat kerja.
- Dengan Lisan (Kata-kata): Jika Anda tidak memiliki wewenang, gunakan nasihat yang bijak dan lembut. Ingatkan mereka tentang kebenaran dan bahaya dari perbuatan buruk tersebut.
- Dengan Hati (Doa): Ini adalah tahapan minimal dan merupakan bentuk iman terlemah. Jika dua cara di atas tidak memungkinkan, doakanlah agar pelaku keburukan mendapat hidayah. Mengabaikan ini berarti Anda menyetujui perbuatan buruk tersebut.
3. Jangan Hanya Menegur, Berikan Solusi!
Menegur tanpa memberikan solusi hanya akan membuat orang lain merasa tersudut. Kunci dari ingkar mungkar adalah juga amar ma’ruf, yaitu memerintahkan kebaikan. Jika Anda melarang seseorang berzina, tawarkanlah solusi yang Islami seperti pernikahan. Dengan begitu, Anda tidak hanya menuntun mereka menjauhi keburukan, tapi juga mendekati kebaikan.
Ingat, tugas kita hanya menyampaikan. Hidayah adalah milik Allah. Kewajiban Anda sebagai Muslim sudah gugur ketika Anda telah berusaha menegur dan memberikan solusi. Jangan biarkan kesalahan orang lain menjadi dosa Anda karena keengganan untuk bertindak.
Kamu juga bisa membaca artikel menarik lainnya seperti Rahasia Doa yang Dikabulkan: Mengungkap Etika dan Kekuatan Tawasul