Sebagai karyawan swasta di Jakarta Utara, kadang kami merasa bosan dengan suasana makanan di kantor atau pesanan online. Sebenarnya banyak tempat makan di sekitar kantor yang berada di kawasan Sunter, mulai dari Mall MOI hingga Artha Gading yang bisa dijangkau dengan jalan kaki.
Namun waktu istirahat 1 jam kadang rasanya tak cukup jika ke Mall, akhirnya kami pun memilih untuk pergi ke gedung Altira Business Park dengan jalan kaki sekitar 5 menit. Kami sebelumnya memang sering kesini untuk menikmati kopi yang nikmat. Namun kali ini kami memutuskan untuk santap siang di Omari Restaurant Jakarta.
Daftar Isi
Saat Pasta Bertemu Keajaiban Tekstur.

Pernahkah kamu merasa bahwa sebuah hidangan bisa bercerita lebih banyak daripada sekadar rasa kenyang? Di sebuah sudut meja kayu yang guratannya menyimpan banyak cerita, tersaji satu piring yang seolah menjadi panggung pertunjukan bagi indra perasa.Ini bukan sekadar pasta. Ini adalah Aglio e Olio yang menolak untuk menjadi biasa.
Ini bukan sekadar pasta. Ini adalah Aglio e Olio yang menolak untuk menjadi biasa.
Begitu piring diletakkan di hadapan, hidung kamu akan langsung disambut oleh “duet maut” yang klasik: bawang putih yang ditumis perlahan hingga keemasan dan aroma nutty dari minyak zaitun berkualitas. Ada sedikit sentuhan earthy dari taburan oregano kering yang tersebar puitis di pinggiran piring, seolah mengundang untuk segera mengambil garpu.
Secara visual, hidangan ini adalah sebuah karya seni minimalis yang berani.
-
Helaian Emas: Spaghetti-nya dimasak dengan tingkat kematangan al dente yang sempurna—masih memiliki perlawanan saat digigit, namun lembut saat dikunyah.
-
Kejutan Krispi: Di atas gundukan pasta, bertengger potongan ayam goreng tepung yang renyah. Ini adalah plot twist yang jenius. Saat pasta yang licin bertemu dengan tekstur krispi yang kasar, terjadi ledakan sensasi di dalam mulut yang membuat setiap suapan tidak pernah terasa membosankan.
-
Sentuhan Hijau: Seikat peterseli segar di puncaknya bukan sekadar pajangan. Ia adalah pemberi kesegaran di tengah dominasi rasa gurih dan pedas tipis dari cabai kering.
Babak Ketiga: Menikmati Waktu yang Melambat
Menikmati hidangan ini adalah tentang menghargai detail. Lihatlah hiasan mi kering yang melengkung elegan di atasnya—sebuah sentuhan artistik yang mengingatkan kita bahwa memasak adalah tentang estetika, sebagaimana ia tentang rasa.
Setiap putaran garpu membawa helai pasta yang terbalut bumbu dengan presisi. Ada rasa pedas yang malu-malu, gurihnya parmesan yang samar, dan tekstur daging yang juicy di balik selimut tepungnya yang garing.
Nasi Campur Modern: Saat Tradisi Bertemu Estetika Kafe Kini

Siapa bilang makanan tradisional nggak bisa tampil fancy? Hari ini saya mampir ke sebuah tempat yang berhasil menyulap menu rumahan menjadi hidangan kelas atas tanpa kehilangan “jiwa” aslinya. Yuk, intip menu yang bikin lidah nggak berhenti bergoyang ini!
Bintang Utamanya: Nasi Campur Nusantara dengan Twist
Begitu piring pertama mendarat di meja, aroma bawang goreng yang gurih langsung menyapa indra penciuman. Di tengah piring, ada gunungan nasi putih hangat yang dikelilingi oleh “parade” lauk yang melimpah:
-
Sentuhan Pedas-Manis: Ada tumisan daging dengan bumbu karamel yang meresap sempurna. Teksturnya empuk dan punya keseimbangan rasa yang pas antara manis kecap dan sedikit tendangan pedas.
-
The Crunch Factor: Yang unik, kacang gorengnya disajikan di wadah kecil terpisah. Smart move! Ini menjaga kacangnya tetap renyah maksimal sampai suapan terakhir.
-
Sayur Segar: Tumis kacang panjangnya masih punya tekstur crunchy, menandakan sayurannya segar dan tidak dimasak terlalu lama (overcooked).
-
Pelengkap Sempurna: Tak ketinggalan irisan telur dadar dan tumisan jamur yang menambah kekayaan tekstur di setiap suapan.
Kamu juga bisa membaca artikel menarik kami lainnya seperti Manisnya Lapis Talas Bogor Sangkuriang Setelah Lelah Menjemput Awan di Puncak Pasir Ipis