Setelah lelah menaklukkan jalur trekking lewat Pendakian Puncak Awan Gunung Pasir Ipis Bogor di segarnya alam Bogor serta Perjalanan Menuju Curug Naga Biru dan Curug Sawer Bogor yang keindahannya sungguh memukai.
Kini ada satu ritual yang tak boleh terlewatkan sebelum naik KRL kembali ke Jakarta: mampir ke gerai Lapis Talas Bogor Sangkuriang di peron Stasiun Bogor.
Meski sudah berkali-kali beli, kali ini saya memutuskan untuk mendokumentasikan pengalaman rasa dari tiga varian yang saya bawa pulang. Berikut ulasannya!
1. Varian Ketan Wangi: Si Hijau yang Menenangkan 🌿

Varian ini adalah definisi “perpaduan klasik yang tak pernah salah”. Begitu kotak dibuka, aroma pandan langsung menyapa indra penciuman dengan lembut.
-
Tekstur & Rasa: Perpaduan ketan dan talasnya menciptakan tekstur yang sangat lembut.
-
Highlight: Taburan kejunya melimpah (nggak pelit!), memberikan sensasi gurih yang lumer saat bertemu lembutnya kue di dalam mulut.
-
Best Pairing: Sangat cocok jadi teman ngopi sore. Wanginya bikin rileks!
2. Varian Black Forest: Sensasi Mengunyah “Awan Cokelat” ☁️🍫

Jika harus memilih juara tekstur, Black Forest adalah pemenangnya. Ini bukan sekadar kue cokelat biasa.
-
Tekstur: Sponge-nya sangat moist dan basah, sama sekali tidak bikin seret di tenggorokan. Rasanya ringan sekali, hampir mirip seperti memakan awan cokelat yang lembut.
-
Rasa: Cokelatnya bertipe creamy comfort food—bukan dark chocolate yang pahit. Menariknya, ada sedikit jejak tekstur “pasir” halus khas talas yang memberikan dimensi rasa unik.
-
The Balance: Lapisan buttercream-nya tipis sehingga tidak bikin enek. Keju parut di atasnya memberikan salty-kick (kejutan asin) yang menyeimbangkan rasa manis agar lidah tidak cepat bosan.
3. Varian Cokelat: Si Lumer yang Agak “Manja” 🍫⚠️
Varian terakhir yang saya coba adalah rasa Cokelat. Meski secara kualitas kue tetap premium dan lembut, ada catatan kecil untuk varian ini.
-
Pengalaman Makan: Berbeda dengan varian lain, cokelat lumer di atasnya punya tekstur yang sangat lengket di gusi dan gigi.
-
Tips: Karena efek lengketnya, pastikan Anda menyiapkan air minum atau kopi di sampingnya agar sensasi makan tetap nyaman. Meskipun enak, bagi saya pribadi, varian ini butuh “usaha” ekstra saat menyantapnya.
Kesimpulan: Setiap lidah punya seleranya masing-masing, tapi bagi saya, Lapis Talas Sangkuriang tetap menjadi penutup perjalanan Bogor yang paling pas. Antara Ketan Wangi yang aromatik atau Black Forest yang super lembut, keduanya tetap jadi incaran utama saya.