Dari 70 Tahun Penderitaan, Hingga Satu Celupan Kebahagiaan Abadi. Anda mungkin merasa kehidupan ini penuh perjuangan: lelah bekerja, dikejar kebutuhan, dihantam penyakit, atau didera kesedihan. Namun, pernahkah Anda merenungkan bahwa semua penderitaan ini dapat terhapus dalam satu celupan singkat?
Inilah janji agung yang dibahas tuntas oleh Ustadz Khalid Basalamah dalam kajiannya mengenai “66 Amalan Pembuka Pintu Surga”. Kajian ini adalah pengingat bahwa Surga bukanlah sekadar mimpi, melainkan target nyata yang jaraknya, menurut Rasulullah ﷺ, “lebih dekat kepada salah seorang dari kalian daripada tali sandalnya sendiri.”
Daftar Isi
Surga: Dimensi Kehidupan yang Tak Terbayangkan

Melalui lisan Ustadz Khalid Basalamah, kita diajak menembus batas imajinasi tentang tempat kekal yang dijanjikan Allah ﷻ. Surga adalah pemenuhan keinginan tertinggi manusia, tanpa cacat sedikit pun:
Dengan gambaran ini, Ustadz Khalid Basalamah menekankan, bagaimana mungkin kita tidak memprioritaskan amalan yang menjadi kunci pembuka gerbang keajaiban tersebut?
Kunci Pertama: Kemurnian “Laa Ilaaha Illallah”
Pondasi dari 66 amalan ini adalah amalan yang disyiarkan Nabi ﷺ selama 10 tahun pertama di Mekkah: Dua Kalimat Syahadat. Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan, syahadat adalah komitmen yang harus dibuktikan, bukan sekadar ucapan lisan.
1. Bukti Ketaatan (Tauhid Murni)
Tidak Ada Syirik: Makna utama “Laa Ilaaha Illallah” adalah hanya bergantung, merengek, memohon, dan manja hanya kepada Allah ﷻ. Ini berarti meninggalkan segala bentuk kesyirikan: jimat, dukun, raja-raja, hingga meminta kepada jenazah di kuburan.
Jaminan Mutlak: Siapa pun yang meninggal dalam keadaan tauhidnya murni (tidak menyekutukan Allah ﷻ), maka Surga adalah jaminan baginya. Bahkan jika ia sempat berbuat dosa besar (zina atau mencuri), dia akan dibersihkan dosanya (jika dosa lebih berat) dan pada akhirnya pasti masuk Surga
2. Bukti Cinta (Muhammadar Rasulullah)
Cinta kita kepada Nabi Muhammad ﷺ harus melampaui cinta kepada diri sendiri. Buktinya? Kita mendahulukan semua perintah dan sunah beliau di atas hawa nafsu dan keinginan pribadi.
Amalan syahadat juga mencakup keyakinan bahwa Nabi Isa ‘alaihissalaam adalah hamba Allah dan utusan-Nya, bukan anak Tuhan.
Jangan Sia-siakan Bonus Ramadhan!
Kajian ini ditutup dengan pengingat tajam tentang waktu yang sedang berjalan. Ustadz Khalid Basalamah mengajak kita mencontoh para salaf yang terus memaksimalkan ibadah. Jika kita ingin derajat amal kita tinggi di Surga, ada tiga poin penting yang bisa melipatgandakan pahala:
- Maksimalisasi Keikhlasan: Semakin murni niat kita hanya untuk Allah ﷻ, semakin sempurna pahala yang didapat
- Mengemas Ibadah (Kualitas): Jangan beramal seadanya. Bedakan pahala orang yang berinfak dengan uang terbaiknya, dengan yang seadanya. Bedakan orang yang salat malam dengan mukena terbersih dan mandi terlebih dahulu, dengan yang hanya sekadar bangun tidur.
- Memarketingkan Ibadah (Ajakan Kebaikan): Sebarkan ajakan kebaikan (seperti info sedekah, majelis ilmu) agar Anda mendapat pahala jariyah dari setiap orang yang mengikuti ajakan Anda.
Ramadhan adalah golden time untuk mengejar ketertinggalan dan membuktikan keseriusan kita pada janji keabadian. Jangan sampai hari-hari Ramadhan berlalu tanpa kita mengumpulkan bekal terbaik dari 66 kunci yang telah disediakan
Tantangan untuk Anda:
Seberapa murni tauhid Anda? Periksalah rumah dan kebiasaan Anda, pastikan tidak ada unsur kesyirikan yang dapat menghapus amal.
Amalan kunci apa yang akan Anda prioritaskan di sisa waktu ini?
Kamu juga bisa membaca artikel manarik kami lainnya seperti Masjid, Bukan Sekadar Tempat Salat: Kunci Istana Abadi di Surga!