Setelah menghebohkan publik dengan pernikahan yang serba cepat dan tak terduga, Amanda Manopo dan Kenny Austin membeberkan fondasi yang mereka bangun untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Bukan kemewahan, melainkan keterbukaan total dan kompromi menjadi pilar utama mereka, bahkan dalam urusan paling personal sekalipun.
Daftar Isi
Keterbukaan Harta: Tolak Mentah-mentah Perjanjian Pranikah

Meskipun keduanya dikenal sebagai figur publik dengan aset yang signifikan, Amanda dan Kenny memilih jalan yang jarang dilalui pasangan selebriti lain: menolak perjanjian pranikah (prenup).
Amanda menjelaskan filosofi di balik keputusannya yang berani tersebut. Ia merasa prenup adalah bentuk persiapan untuk kegagalan, sesuatu yang ia hindari.
“Aku tuh kayak tipe orangnya, ngapain sih harus kayak gitu-gitu, kayak akan melakukan sesuatu hal yang tidak diinginkan tuh kayak sudah dipersiapkan. Aku tuh enggak mau.” — Amanda Manopo.
Sebaliknya, mereka menerapkan keterbukaan 100% dalam hal keuangan.
“Apapun itu keuangan dia pasti sudah tahu. Pengeluaran semuanya aku ada list. Jadi bersama-sama banget.” — Amanda Manopo.
Pasangan ini juga memiliki tujuan keuangan bersama: aset dan warisan yang mereka miliki kelak akan diserahkan langsung kepada anak-anak, menganggapnya sebagai bagian dari persiapan warisan.
Kunci Anti-Konflik: Kompromi dan Manajemen Emosi

Di tengah kesibukan yang padat, pasangan ini bertekad menjaga rumah tangga mereka dari badai pertengkaran. Mereka sangat menekankan pentingnya kompromi (compromise) dan pengendalian emosi.
Amanda, yang membutuhkan sosok yang mampu mengontrol emosi, menemukan kedewasaan itu pada diri Kenny.
“Aku tuh butuh sama seseorang yang bisa sama-sama bisa mengontrol emosinya… Semuanya tuh bisa diomongin dengan baik-baik, dengan santai, enggak perlu dengan nada tinggi atau apa.” — Amanda Manopo.
Kenny pun mengamini hal ini, menjadikannya prinsip utama: “Sebisa mungkin sih enggak mau berdebat yang terlalu nada tinggi.”
Namun, layaknya pasangan normal, mereka tidak lepas dari gesekan kecil yang justru mengundang tawa. Amanda mengungkapkan hal yang paling ia tidak sukai dari Kenny adalah kebiasaannya “kentut sembarangan” yang diiringi bau tak sedap. Sementara itu, Kenny menyebut Amanda terkadang menggunakan nada bicara yang sedikit “ngegas” (agresif).
Sifat Random yang Ikhlas Dimanfaatkan
Kenny menggambarkan Amanda sebagai sosok yang “random” (tidak terduga), seperti saat Amanda tiba-tiba menginginkan es krim cone ukuran kecil khusus anak balita.
Di sisi lain, Kenny menyebut Amanda memiliki kebaikan hati yang “terlalu baik” hingga sering dimanfaatkan orang lain. Namun, Amanda memilih untuk ikhlas.
“Sadar tapi enggak apa-apa dimanfaatin, ya ikhlas anaknya. Ya udahlah, entar cari lagi gitu… Emang dari dulu tuh karena pernah susah kali ya… di saat aku lagi itu doang yang bisa aku kasih, ya itu aku kasih.” — Amanda Manopo.
Filosofi ini menunjukkan kedalaman emosional Amanda, yang mendasari kedermawanannya pada kenangan masa lalu.
Rencana Masa Depan dan Dukungan Adik Angkat
Mengenai rencana momongan, keduanya sepakat untuk tidak menunda dan menyerahkan semuanya pada takdir. “Apapun yang Tuhan kasih aja,” kata mereka.
Namun, satu hal yang pasti: mereka berencana merahasiakan kehidupan anak mereka dari sorotan media. Mereka ingin anak mereka tumbuh layaknya anak-anak pada umumnya, jauh dari tekanan publik figur.
Di tengah kesibukan, Kenny, seorang atlet Calisthenics, tetap setia pada hobinya, bahkan membawa alat-alat olahraga (paralette) ke lokasi syuting .
Terakhir, Amanda turut menjelaskan kedekatannya dengan Fajar Sad Boy, yang ia sebut sudah seperti adik kandung (“kakak-adik”). Amanda sering memberikan dukungan dan bimbingan akting kepada Fajar yang sempat minder dan kesulitan.
“Dia sempat minder… aku malu, aku enggak bisa akting gitu-gitu. Nah di situ aku support… aku kasih tahu ini blocking tuh begini.” — Amanda Manopo.
Prinsip-prinsip ini menunjukkan bahwa Amanda Manopo dan Kenny Austin bukan hanya pasangan yang serasi, tetapi juga tim yang solid, siap menghadapi tantangan rumah tangga dengan komunikasi dan kejujuran sebagai senjata utama mereka.
Kamu juga bisa membaca artikel menarik kami lainnya seperti Kisah Amanda Manopo dan Kenny Austin, Dari Bukan Tipe hingga Pelaminan Kilat