Rasa cinta memang sejalan dengan ketulusan. Biasanya semakin seseorang mencintaimu, maka dia akan semakin tulus dan berusaha memberikan yang terbaik.
Tapi, hubungan dua orang tak selalu dimulai dan bertahan dengan rasa cinta. Ada faktor kekaguman, kebutuhan hingga tujuan lainnya yang kadang sulit untuk dimengerti.
Nah, jika kamu sedang menjalin hubungan dengan seseorang, namun mulai meragukan ketulusan hatinya seiring waktu berjalan. Yuk mulai renungi dan pahami lewat beberapa sikap ini.
Daftar Isi
Kebaikan dan Perjuangannya Padamu, Karena Berharap Balasan Seimbang Bahkan Lebih
Bukan hal yang salah ketika seseorang berharap dirinya akan diperlakukan dengan baik, dihargai, dicintai dipenuhi harapan dan kebahagiaannya setelah memberikan hal yang sama pada pasangan. Namun, jika sampai menjadikannya transaksi, hingga tolak ukur cinta seseorang, awas itu bisa menjadi indikasi ketidak tulusan.
Sebab kembali lagi, ketulusan adalah pemberian tanpa pamrih atau keinginan untuk dibalas. Seseorang yang tulus mencintaimu, berusaha membahagiakanmu bukan karena ingin dibalas, tapi sebab melihat kamu bahagia adalah kebahagiaan untuk dirinya,
Jadi, jika pasanganmu selalu menuntut dirimu, berdrama seolah kamu tidak membalas atau menghargai dirinya, dan selalu merasa paling berkorban dan berjuang. Kamu harus mempertanyakan ketulusannya. Apalagi jika selama ini, kamu pun sudah berusaha memberikan yang terbaik untuk hubungan kalian.
Kebaikan dan Perjuanganya Hanya Pencitraan

Sikap kedua yang menandakan pasanganmu tidak benar-benar tulus adalah ketika dia hanya menunjukkan kemesraaan, kepedulian dan rasa cintanya hanya di depan publik. Sebaliknya ketika di ruang berdua, dia terkesan cuek, sibuk dengan handphone atau dunianya sendiri dan tidak peduli pada kerepotan maupun masalahmu.
Hal ini membuktikan bahwa rasa cintanya tidak tulus dan hubungan kalian hanya untuk mencari validasi. Dimana orang lain akan berpikir jika pasanganmu sangat care, romantis dan mencintaimu. Padahal,jika berdua saja, dia tidak pernah peduli.
Sedangkan pasangan yang benar-benar tulus adalah pasangan yang akan memprioritaskan dirimu dimana saja dan kapan saja tanpa peduli dengan penilaian orang lain. Bahkan pasangan seperti ini cenderung lebih romantis dan care saat berdua saja, daripada di depan publik.
Berharap Kamu Tunduk dan Selalu Ingin Jadi Dominan

Selanjutnya, jika pasanganmu selalu meminta kamu tunduk, selalu membuatmu merasa yang bersalah dalam perdebatan, hingga mendominasi hubungan hingga jadi tidak seimbang, itu juga menjadi tanda jika pasanganmu tidak benar-benar tulus, bahkan cenderung toxic serta manipulatif.
Bersamanya pasti muncul perasaan lelah, tertekan dan tidak bebas melakukan apapun hingga jadi diri sendiri. Ketika ada masalah atau pertengkaran, daripada mencari solusi yang terbaik bersama. Dia akan berusaha menyalahkanmu, lari dari tanggung jawab dengan memutarbalikkan fakta dan membuatmu yang harus mengalah juga meminta maaf.
Tidak Ada Usaha Untuk Tumbuh Lebih Baik Bersama

Hubungan yang sehat ditandai dengan pertumbuhan ke arah yang lebih baik bersama. Tumbuh dalam segala hal, khususnya kedewasaan. Sehingga hubungan akan terus terasa nyaman dan aman.
Sayangnya, pasangan yang tidak benar-benar tulus akan enggan diajak tumbuh lebih baik bersama. Dia sangat egois dengan hanya memikirkan knyamanan diri sendiri. Bahkan dia akan sering medorong kamu untuk berubah, tapi enggan berubah. Hal itu, supaya dia terus merasa dicintai dan dibahagiakan, namun enggan melakukan hal yang sama.
Kamu Meragukan Keseriusannya Dalam Menjalin Hubungan

Tentu saja, orang yang tidak tulus otomatis tidak akan pernah benar-benar serius dalam hubungan kalian. Dan kamu sebenarnya punya “alarm alias insting” untuk merasakan hal tersebut.
Misal, pasanganmu selalu menghindar pembicaraan soal masa depan, tidak benar-benar membuatmu mengenal dirinya maupun tidak ada usaha untuk mengenal dirimu, juga selalu bilang “jalani saja dulu”, tiap kamu mempertanyakan keseriusannya. Seolah jika kamu akhirnya memilih pergi dari hidupnya pun, dia tidak merasa kekhawatiran maupun ketakutan itu.
Nah, jika dalam hubunganmu kamu menemukan beberapa sikap pasangan seperti ini. Maka ajaklah pasangan berkomunikasi secara sehat dan tanyakan kembali komitmen juga rasa cintanya. Ingat! Kamu juga berhak bahagia dalam hubungan yang tulus dan sehat, bukan membuang-buang waktu dengan orang yang tidak benar-benar tulus, serius dan peduli pada dirimu.