Validasi Buat Gen-Z yang Takut Dibilang “Kaku” Pas Hijrah – Pernah nggak sih kamu merasa insecure saat mulai belajar agama? Ada ketakutan kalau nanti dianggap “sok alim”, “kaku”, atau tiba-tiba dijauhi sama circle pertemanan sendiri. Dilema ini nyata banget buat Gen-Z: Mau taat, tapi takut kehilangan masa muda yang seru.
Padahal, stigma bahwa “Taat itu Kuper” dan “Gaul itu Nakal” adalah kesalahpahaman besar. Dalam diskusi Fitya Room bersama Ustadz Abdurrahman Zahier, ternyata Islam punya definisi “Gaul” yang jauh lebih keren dari sekadar ngikutin tren TikTok.
Yuk, simak rangkumannya biar hijrah kamu makin pede!
Daftar Isi
1. Apa Sih Definisi “Gaul” Sebenarnya?
Banyak yang mengira gaul itu harus merokok, hafal top chart Spotify, atau jago joget yang lagi trending. Padahal menurut KBBI, gaul artinya berteman dan bersosialisasi.
Ustadz Abdurrahman menegaskan:
“Muslim yang baik adalah muslim yang bisa bersosialisasi (inklusif), bukan muslim yang eksklusif.”
Jadi, kalau kamu taat tapi malah menjauh dari manusia dan merasa paling benar sendiri, itu justru kurang tepat. Islam mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang hangat dan menyenangkan.
2. Rasulullah SAW: The Most Relate Person Ever

Kalau kamu butuh role model orang paling gaul sedunia, jawabannya adalah Rasulullah SAW. Beliau adalah manusia yang paling relate dengan kondisi audiensnya.
-
Bisa menempatkan diri: Tahu kapan harus serius, tahu kapan harus bercanda (yang jujur).
-
Adaptif: Beliau diutus dari kaumnya sendiri agar mengerti bahasa dan budaya mereka.
-
Interaktif: Gelar Al-Amin (Dapat Dipercaya) didapat dari hasil interaksi sosial selama 40 tahun, bukan dari bertapa di gua sendirian.
Rasulullah berpakaian seperti kaumnya (selama menutup aurat) dan bicara dengan bahasa mereka. Beliau tidak menciptakan tembok pemisah yang membuat orang merasa asing.
3. Dilema Cut-Off Teman Lama: Perlukah?
Ini pertanyaan sejuta umat: “Kalau aku hijrah, apa harus block semua kontak teman nongkrong yang dulu?”
Jawabannya: JANGAN.
Islam tidak mengajarkan kita memusuhi teman lama secara total. Interaksi sosial yang normal—seperti mengucapkan selamat wisuda, menjenguk yang sakit, atau ngobrol santai—harus tetap dijaga. Ini adalah cara menjaga citra Islam agar tidak terlihat “menyeramkan”.
Tapi ada batasannya (Barrier):
-
Kalau temanmu ngajak ke tempat maksiat/barbar, tolak dengan halus.
-
Kalau “healing”-nya mereka ke kelab malam, dan healing kamu ke kajian, ya jangan ikut.
-
Prinsipnya: Kita yang mewarnai mereka, bukan kita yang terwarnai.
Jadilah “Duta Sunnah”. Biarkan mereka melihat perubahan akhlakmu yang makin sopan, makin jujur, dan makin enak diajak ngobrol. Siapa tahu, hidayah turun lewat perantaraan akhlakmu yang asik itu.
4. Tetap Trendy Tanpa Melanggar Syariat

Gen-Z identik dengan ekspresi diri lewat fashion dan bahasa. Kabar baiknya, kamu nggak harus pakai baju yang kelihatan kuno untuk jadi taat.
Mengikuti tren fashion atau istilah gaul itu hukumnya Mubah (Boleh), asalkan:
-
Menutup aurat dengan sempurna (tidak ketat/transparan).
-
Tidak menyerupai simbol agama lain.
-
Tidak mengandung kesombongan.
Bahkan, tampil rapi dan stylish bisa jadi sarana dakwah (wasilah) agar orang lain merasa Islam itu indah dan relevan di segala zaman.
5. Takut Riya’ di Sosmed? Lawan!
Mau share poster kajian atau kutipan hadis di Instagram Story tapi takut dibilang pamer ibadah?
Ingat kaidah ini:
“Beramal karena manusia itu syirik, tapi meninggalkan amal karena takut komentar manusia adalah Riya’.”
Jangan sampai ketakutan dibilang “sok suci” malah bikin kamu berhenti menyebar kebaikan. Luruskan niat Lillahi Ta’ala, posting, dan lupakan. Biar Allah yang menilai hati kita, bukan netizen.
Kesimpulan: Taat dan Gaul itu Satu Paket!
Menjadi Gen-Z yang taat bukan berarti kamu harus kehilangan kehidupan sosialmu. Justru, dengan memegang prinsip syariat, kamu punya filter untuk memilih pergaulan yang berkualitas tanpa harus menjadi antisosial.
Jadilah seperti ikan di laut: Meskipun air laut asin, ikan di dalamnya tidak ikut asin. Kamu bisa hidup di tengah masyarakat yang beragam, tetap asik, tetap gaul, tapi prinsip agamamu tetap tawar dan menyegarkan.
So, are you ready to be a cool and obedient Muslim?
Kamu juga bisa membaca artikel menarik kami lainnya seperti Mengapa Anda Tidak Perlu Ragu: Rahasia di Balik Tujuan Hidup Anda yang Agung Menurut Islam