5 Tanda Tubuh Diam-Diam Alami Stress. Awas Beresiko Memperpendek Umur

Machiavellianisme
Machiavellianisme

Stress bukanlah penyakit fatal yang langsung merenggut nyawa seseorang. Namun, jika dibiarkan terlalu lama, stress bisa sangat menyiksa, membuat tertekan, kehilangan arah bahkan gairah hidup.

Untuk itu, kamu harus waspada ketika tubuh memberikan ‘alarm’ jika sebenarnya dirimu mengalami stress. Sebab stress yang terlambat ditangani bisa berakibat fatal. Apalagi jika stress diam-diam alias kamu tidak sadar jika sedang mengalami stress.

Nah, inilah beberapa alarm alias tanda tubuh sedang mengalami stress.

1. Terus Menerus Merasa Lelah

Badan terasa terus menerus lelah, bahkan setelah beristirahat dengan cukup, juga menjadi tanda jika tubuh sedang mengalami stress.

Perasaan lelah itu terjadi karena stres kronis dapat mengacaukan siklus tidur-bangun alami tubuh. Makanya, meski kamu merasa sedang tidur, namun tubuhmu masih dalam mode siaga tinggi, sehingga kamu sulit tidur nyenyak dan memulihkan diri. Apalagi jika sampai mengalami insomnia.

Untuk itu, usahakan atur kembali waktu istirahat dengan baik. Seperti dengan memastikan memiliki tidur yang berkualitas dengan menjauhkan layar handphone dan tidur tepat waktu.

2. Jadi Mudah Lupa

Stress juga mempengaruhi ingatan dan konsentrasi. Bahkan menjadi penyebab demensia di usia dini.

Stres kronis dapat mengubah struktur otak, mengecilkan area seperti hipokampus (bagian yang bertanggung jawab untuk memori dan pembelajaran). Sementara itu, perubahan otak jangka panjang akibat stres telah dikaitkan dengan penurunan kognitif dini, demensia, dan gangguan kesehatan mental.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, selain memastikan pola makan yang sehat untuk kecerdasan otak. Tapi juga seringlah melatih otak, tingkatkan sosialisasi dan mindfulness.

Read More :  10 Jenis Buah yang Sebaiknya Ada di Menu Ibu Hamil di 3 Bulan Pertama

3. Tubuh Mudah Nyeri dan Sakit

Stress juga bisa mempengaruhi kesehatan tubuh. Saat stress, tubuh akan terasa Nyeri, sakit pada leher dan punggung, dan rahang menjadi kaku.

Hal itu karena otot-otot yang menegang karena stress. Hingga dapat memicu peradangan dalam tubuh, yang terkait dengan masalah jantung, penyakit autoimun, hingga kanker.

Karenanya, salah satu cara mengolah rasa stress dengan melakukan olahraga ringan atau yoga. Supaya badan tetap bugar, terhindar dari kekakuan otot.

4. Tergoda Makan Lebih Banyak Junk Food

Ketika kamu lebih tergoda memakan junk food daripada makanan sehat, itu juga termasuk gejala stress. Sebab saat stress muncul keinginan lebih besar untuk makan makanan berlemak tinggi dan bergula tinggi dengan mengacaukan hormon lapar seperti ghrelin dan leptin.

Jika tidak ada kontrol, kebiasaan tersebut akan menyebabkan kenaikan berat badan (terutama lemak perut visceral yang berbahaya), masalah metabolisme, dan risiko kematian dini yang lebih tinggi.

5. Perasaan Ingin Mengisolasi Diri

Selanjutnya rasa stress juga membuat kamu enggan untuk bersosialisasi dengan orang lain, bahkan lebih senang mengisolasi diri. Hidup juga terasa hampa, melelahkan dan tidak punya gairah.

Hal itu, sebab stress bisa menyebabkan perasaan mati rasa atau emosi hambar. Lebih parahnya, banyak yang menerapkan pola hidup salah untuk mengatasi masalah tersebut. Seperti makan junk food, minuman alkohol dan hal buruk lainnya.

Nah, untuk mengatasi rasa stress dengan gejala ingin mengisolasi diri dan kehilangan gairah hidup. Kamu bisa mencoba dengan menghubungi psikiater untuk membantu masalah mentalmu serta melepaskan rasa stress.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *