Adrian Maulana: Melepas Gaji “Sultan” dan Ketenaran demi Menjemput Ketenangan Jiwa

Adrian Maulana
Adrian Maulana

Dunia hiburan seringkali terlihat berkilau dari luar—popularitas, uang, dan pemujaan fans. Namun, bagi Adrian Maulana, kilauan itu tidak cukup untuk mengisi kekosongan di hatinya.

Dalam sebuah percakapan mendalam di kanal YouTube Kasisolusi bersama Ustaz Khalid Basalamah, Adrian Maulana membagikan kisah beraninya meninggalkan posisi eksekutif dan dunia entertainment demi satu hal yang tak ternilai harganya: Ketenangan Jiwa.

Titik Balik: “Gaji Premium, Tapi Hati Menangis”

Setelah 19 tahun berkarier sebagai aktor dan presenter, Adrian sempat beralih ke dunia finansial hingga mencapai posisi Executive Vice President di sebuah perusahaan sekuritas ternama. Fasilitas mewah dan gaji besar sudah di tangan. Namun, ia justru merasa ada yang salah.

“Saya belum pernah kerja 19 tahun di entertainment, lalu 8,5 tahun kerja kantoran, sampai menangis karena pekerjaan. Demi Allah, saya belum pernah. Tapi saat itu, saya menangis… seperti ada yang salah.”Adrian Maulana

Adrian menyadari bahwa pekerjaan yang ia jalani mulai berbenturan dengan nilai-nilai syariah yang sedang ia pelajari, terutama terkait praktik riba dan transaksi yang bersifat spekulatif.

Keberanian Mengambil Keputusan Radikal

Keputusan besar itu diambilnya saat menjalani ibadah Umrah pada tahun 2024. Merasa imannya terancam oleh rutinitas pekerjaan yang membuatnya jauh dari Allah, Adrian memutuskan untuk mundur hanya dalam waktu kurang dari 24 jam setelah ia memantapkan hati.

Ia tak memedulikan cibiran orang yang menyebutnya naif karena melepas posisi strategis di saat anak-anaknya masih membutuhkan biaya sekolah.

“Namanya ketenangan batin itu mahal sekali. Tidak bisa digantikan dengan gaji berapapun, dengan fasilitas apapun.”Adrian Maulana

Pesan Ustaz Khalid Basalamah: Jangan “Mencicil” Kebaikan

Merespons kisah Adrian, Ustaz Khalid Basalamah memberikan perspektif yang sangat kuat mengenai totalitas dalam beragama. Beliau menekankan bahwa menjadi orang baik tidak perlu menunggu atau dilakukan setengah-setengah.

“Kalau mau jadi laki-laki saleh dan perempuan salehah, langsung aja 100%. Ngapain cicil-cicil? Akhirnya nanti kenikmatan imannya juga tercicil.”Ustaz Khalid Basalamah

Beliau juga mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki “Jalur VIP” untuk memperbaiki diri, yaitu tobat. Seberapa jauh pun seseorang melangkah di jalan yang salah, pintu tobat selalu terbuka lebar.

Iman yang Naik dan Turun

Dalam artikel ini, kita diingatkan bahwa iman bersifat dinamis. Adrian mengakui bahwa meskipun sudah berhijrah, ujian tetap datang melalui jabatan dan materi. Ustaz Khalid menjelaskan bahwa kunci stabilitas iman adalah dengan terus menyibukkan diri dalam amal saleh.

“Iman itu bertambah dengan ketaatan, dan berkurang dengan kemaksiatan.”Ustaz Khalid Basalamah

Kesimpulan: Apa yang Kita Bawa Pulang?

Kisah Adrian Maulana adalah pengingat keras bagi kita semua bahwa harta dan jabatan hanyalah titipan yang akan kita tinggalkan. Di akhir video, sebuah kutipan hadis yang disampaikan menjadi penutup yang sangat menyentuh:

“Orang kalau meninggal, ikut bersamanya tiga hal ke kuburan: keluarganya, hartanya, dan amalnya. Dua akan pulang (harta dan keluarga), dan hanya satu yang tinggal bersamanya: amalnya.”

Kini, Adrian Maulana lebih memilih hidup sederhana dengan bersepeda atau menggunakan transportasi umum, namun dengan hati yang jauh lebih tenang dan damai.

Read More :  Pilih Sunscreen Spray Atau Lotion? Ini Kelebihan dan Perbedaannya, Yuk Simak!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *