4 Cara Menghindari Toxic relationship, Hidupmu Damai Dengan Pasangan

Toxic relationship
Toxic relationship

Toxic relationship sangat mungkin terjadi pada hubungan yang tidak sejajar atau seimbang. Dimana salah satu pasangan berusaha mendominasi pasangannya untuk meraih keuntungan pribadi. Memberatkan pasangan untuk membahagiakan dan memperjuangkan dirinya, namun tidak bisa menghargai perjuangan itu dengan sepadan.

Oleh sebab itu, hindarilah toxic relationship dalam hubungan dengan berkomitmen menjalin hubungan yang seimbang. Tidak ada yang mendominasi. Semuanya bertugas dan bertanggung jawab pada komitmen yang sudah disepakati, juga saling menghargai satu sama lain.

Tidak ada yang paling merasa berkorban, hingga merasa hubungannya tidak lagi ada rasa syukur. Rasa tidak syukur itu seperti ketika kamu bersama seseorang, namun tidak merasakan cinta dan kasih sayang darinya.

1. Cinta Itu Adil Dan Hubungan Yang Baik, Adalah Hubungan Yang Seimbang dan Sejajar.

Toxic relationship
Toxic relationship

Dalam membangun cinta atau hubungan yang sehat diperlukan rasa adil diantara pasangan. Perasaan adil karena sudah berjuang dengan layak sebagaimana tanggung jawab dan perannya masing-masing dalam keluarga. Perasaan sejajar, tidak ada yang lebih rendah maupun tinggi dalam hubungan tersebut.

Read More :  Meskipun Tinggal Berjauhan Dengan Saudara, Kedekatan Tetaplah Harus Terus Dijaga

Apalagi hubungan bukan hanya sekedar saling mencintai, namun juga sikap saling menghormati, menjaga perasaan pasangan dan menghargai perjuangannya. Sehingga keduanya bisa terus menumbuhkan perasaan cinta dan lebih mudah menyamakan pemahaman atau pendapat.

2. Mendominasi Pasangan Adalah Toxic Relationship Sekaligus Kejahatan Dalam Hubungan.

Ketika Yang Halal Masih Bisa Buat Kecewa
Ketika Yang Halal Masih Bisa Buat Kecewa

Dalam hubungan toxic, ketika pasanganmu berusaha mendominasi dirimu, tandanya dia sudah tidak menghargaimu sebagai pasangan hidupnya dan tidak memberikan kebebasan yang layak bagimu. Karena sikap mendominasi itu egois, serakah serta merupakan kejahatan dalam hubungan.

Bagaimana tidak? Ketika kamu merasa dirugikan, dikekang dan tidak bisa berkembang sebagaimana seharusnya. Justru pasanganmu yang menikmati hubungan itu, mengambil keuntungan dari terkekangnya dirimu. Sehingga hubungan bukan lagi bertujuan untuk membahagiakan satu sama lain, namun hanya satu pihak saja.

3. Lagipula Pasangan Yang Berkualitas Itu Punya Hati dan Otak. Dia Tidak Akan Berlaku Semena-Mena Saat Menjalin Hubungan Bersamamu.

Aku Malu Karena Dilukai Beribu Kali
Aku Malu Karena Dilukai Beribu Kali

Toxic relationship sangat mungkin terjadi, jika kamu atau pasanganmu bukan orang yang mempunyai kualitas hati dan otak yang baik. Pasangan yang suka nge-drama, playing victim, dan posesif pasti akan membawamu dalam hubungan yang tidak sehat.

Karena itu, sebelum berpasangan atau berkomitmen lebih baik cek dulu karakter pasanganmu. Jika dia adalah orang yang bijaksana dan adil, serta tidak akan memperlakukanmu dengan semena-mena, maka pertahankanlah. Namun, ketika dia menunjukkan sikap toxic people, lebih baik segera akhiri hubungan kalian.

4. Jadi Renungi Kembali Hubunganmu Yang Sekarang. Ajak Pasangan Untuk Menjalin Hubungan Yang Sehat, Terbuka dan Tanpa Adanya Sikap Saling Mendominasi.

Mantan Meminta Tetap Berteman
Mantan Meminta Tetap Berteman

Kita hidup sudah di jaman milenial. Dimana dalam suatu hubungan, tidak ada yang paling superior atau menguasai pasangan  maupun keluarganya. Justru hubungan yang sehat itu ketika kamu dan pasanganmu sama-sama berjuang dan bekerja keras, hanya saja sudah saling menyepakati tugasnya masing-masing.

Sehingga renungi kembali hubunganmu yang sekarang. Saat kamu merasa tertekan dengan pasangan atau pasanganmu sudah mulai toxic. Cobalah komunikasikan secara baik-baik dengannya. Ajak pasangan untuk membenahi hubungan itu agar lebih sehat, terbuka dan tidak ada sikap saling mendominasi atau paling berjuang diantara kalian. Jadi kamu dan pasanganmu juga lebih nyaman dalam melanjutkan hubungan itu.

Read More :  Menemukan "Mutiara yang Hilang" di Usia 65: Kisah Ketangguhan, Air Mata, dan Cinta yang Menanti 40 Tahun

Namun, jika seandainya dia tetap berperilaku toxic dan mencoba menekanmu dalam kekuasaanya. Tidak menghargai pendapat dan perjuanganmu. Maka kamu punya pilihan untuk mengakhiri hubungan toxic itu atau bertahan tapi berhenti mengeluhkan keadaan.

*****

Menyerah Pada Hubungan Yang Toxic, Bukti Sayang Pada Dirimu Sendiri

Mantan Meminta Tetap Berteman
Mantan Meminta Tetap Berteman

Jangan sempitkan pikiranmu sendiri dengan bertahan pada hubungan yang toxic dan tidak membahagiakanmu. Sebab, memang tak semua hubungan harus dipertahankan, apalagi hubungan itu hanya akan membuatmu lebih tertekan dan sulit mensyukuri hidup.

Percayalah, kamu tidak salah ketika menyerah, justru ketika kamu bertahan tapi selalu mengeluh, selalu merasa hidupmu tak adil dan menyalahkan takdir yang Tuhan berikan. Semua kesabaran dan keikhlasan, juga usahamu dalam bertahan selama ini tidak ada artinya. Selain jelas kamu tak bahagia, bisa-bisa psikismu mulai terganggu sebab mengalami tekanan batin.

Kamu Sudah Cukup Berjuang Setulus Hati Pada Dia. Itu Sudah Cukup Membuktikan Bahwa Kamu Serius Dalam Hubungan Yang Pernah Terjalin Itu.

Curiga Bisa Menghancurkan Jalinan Cinta
Curiga Bisa Menghancurkan Jalinan Cinta

Kamu sudah membuktikan perjuanganmu, bersabar dalam hubungan yang tidak menyehatkan jiwa ragamu itu selama ini. Kamu sudah memberikan bukti bahwa kamu serius berjuang untuk hubungan yang kalian jalin bersama dengan tetap setia dan menemani dirinya dalam susah dan senang.

Kamupun sudah mengalah selama ini dan tidak pernah menyerah untuk membimbing pasanganmu menuju ke arah yang lebih baik. Sering memendam perasaanmu sendiri, menangis sendirian, bertahan meski sering disakiti dan tidak berdaya saat kamu selalu disalahkan dalam segala hal.

Semua itu sudah cukup membuktikan bahwa kamu berusaha tulus dalam menjalani hubungan kalian. Semua itu membuktikan bahwa kamu sudah berupaya untuk memberikan yang terbaik untuk pasanganmu.

Apalagi Memang Tak Semua Hubungan Bisa Dipertahankan. Khususnya Jika Kamu Terikat Dengan Orang Yang Tidak Bertanggung Jawab Dan Toxic.

Sedih Itu Saat Dia yang Kamu Sayang Memilih Pergi
Sedih Itu Saat Dia yang Kamu Sayang Memilih Pergi

Dalam hubungan memang kita harus berani berkorban. Namun lihat dulu, pengorbanan dan perjuanganmu juga mendapatkan balasan yang layak atau tidak. Karena bagaimanapun bahagia tetap menjadi tujuan akhir ketika menjalin hubungan tersebut. Jujur saja, tidak akan ada orang yang akan betah dan nyaman ketika menjalin hubungan penuh penyiksaan. Jika mentalnya tidak kuat, maka dia bisa tertekan dan stress sendiri.

Read More :  Cantik Fisik Membuat Pria Menatap, Tapi Cantik Hatilah Yang Membuat Pria Yakin Untuk Menetap

Ditambah lagi, jika kamu terikat hubungan dengan orang toxic atau orang yang tidak menghargaimu dalam hubungan. Kamu selalu dituntut untuk membahagiakan dan memperjuangkannya. Namun dia abai pada tanggung jawabnya sendiri dan tidak menghargai segala usahamu dalam membahagiakannya.

Ok. Jika kamu masih bucin dan ingin bertahan pada dirinya, itu menjadi pilihanmu. Namun berhentilah mengeluhkan keadaan dan tidak bersyukur pada hidupmu. Jika ada masa dimana kamu memang sudah tidak kuat lagi, tidak apa-apa kok, kamu menyerah dan pergi, lalu mencari kebahagiaanmu sendiri.

Percayalah Melepaskan Diri Dari Orang Yang Toxic Itu Bukan Egois, Tapi Bukti Kamu Menyayangi Dirimu Sendiri.

Hari yang Kita Lalui
Hari yang Kita Lalui

Egois itu adalah ketika kamu lebih mementingkan perasaanmu sendiri, dan tidak peduli pada kesengsaraan orang lain. Sehingga, ketika kamu berusaha untuk melepaskan diri dari kesengsaraan ketika bersama seseorang itu bukanlah keegoisan, namun bukti bahwa kamu masing menyayangi dirimu sendiri.

Justu yang egois adalah pasanganmu yang toxic, karena dia tidak mau melepasmu, tapi juga tidak menghargai atau memperjuangkanmu. Dia hanya membutuhkanmu untuk keuntungan dan kenyamanannya sendiri.

Jadi, jika kamu masih sayang pada dirimu sendiri. Lepaskanlah bebaskan dirimu dari orang yang toxic. Hidup ini pilihan dan Allah tidak akan memberikan ujian diatas kemampuan hambanya. Yakin saja, setelah melepaskan diri dari orang toxic, semua akan membaik dan hidupmu pun juga akan lebih baik.

Writer: Ika Tusiana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *