Suami Tega KDRT Istri Hingga Meninggal? Pahami Inilah 7 Faktor dan Penyebabnya!

images 10

Beberapa waktu lalu, heboh kasus KDRT yang dialami oleh artis Cut Intan Nabila. Menurut beberapa sumber, penyebab KDRT tersebut terjadi karena suami dilarang istri ketika ingin menonton video porno.

Hari ini, tepatnya 7 Oktober 2024 di Daerah sumenep Jawa Timur juga heboh kasus KDRT sampai istri meninggal.

Selain itu, pasti masih ada banyak kasus KDRT lainnya yang terjadi di masyarakat, baik yang terungkap ataupun tidak.

Hal ini, secara tidak langsung menimbulkan pertanyaan. Kenapa suami yang seharusnya melindungi, menjaga dan mencintai istri tega melakukan KDRT bahkan sampai korban meninggal. Pelaku KDRT pun bisa jadi tidak merasa bersalah atas tindakannya.

KDRT Bisa Dilakukan Suami Kepada Istri Maupun Sebaliknya.

Sebenarnya kasus KDRT bukan hanya bisa dialami oleh istri, suami dan anak bisa mengalami hal tersebut. Biasanya tergantung siapa yang lebih dominan dalam keluarga.

Hanya saja, KDRT yang dilakukan suami cenderung lebih banyak didengar bahkan menimbulkan kematian. Hal itu, karena secara fisik pria terlahir lebih kuat daripada perempuan. Karena itu, jika sampai terjadi percecokkan sampai KDRT, perempuan yang lebih banyak dipukuli dan terluka.

Penyebab Suami Tega Melakukan KDRT

Suami Tega KDRT
Suami Tega KDRT

Ada beberapa faktor penyebab suami tega melakukan KDRT, bahkan tidak merasa bersalah dengan perbuatannya. Apa saja itu? Yuk simak

Read More :  Rahasia Bervalue: Pelajaran Hidup dan Produktivitas dari Seorang Raditya Dika

1. Faktanya Kekerasan Adalah Insting Alami Laki-Laki

Menurut Jesse Prinz Ph.D, profesor dari City University of New York yang mempelajari tentang persepsi, emosi, dan kebudayaan manusia mengungkapkan bahwa 90 persen pembunuhan yang terjadi di dunia dilakukan oleh laki-laki. Oleh karena itu, tindak kekerasan, seperti misalnya KDRT, bisa dibilang menjadi insting alami laki-laki.

Selain itu, secara biologis, manusia memang buas. Dia menikmati luka dan kematian. Jika sisi ini yang menonjol dalam diri seorang suami, maka dia akan menikmati saat melukai dan membunuh istrinya. Dan tidak merasa bersalah atas tindakannya.

2. Perasaan Lebih Dominan Dalam Keluarga

Bukan hanya karena sistem patriarki yang mendarah daging, tapi juga ada pembenaran bahwa suami yang memegang kendali sepenuhnya dalam keluarga.

Hingga ada pula yang menyakini, boleh/bisa melakukan kekerasan pada istri jika merasa istrinya melawan dirinya.

Dalam rumah tangga, istri (karena keterbatasannya) yang lebih banyak bergantung pada suami baik secara finansial, emosional dan banyak aspek lainnya.

Hal itu membuat suami merasa mendominasi dan lebih agresif. Sebab merasa lebih dibutuhkan daripada membutuhkan.

3. Lost Kontrol Pada Emosinya

Mengontrol emosi diri sendiri adalah hal yang tersulit. Bahkan untuk pria yang terlihat dewasa dan punya pendidikan tinggi.

Ditambah lagi, jika terjadi pertengkaran dan percecokkan. Jika sampai pria lost control pada emosinya, dia pasti akan melakukan KDRT.

Hal ini mengingatkan pada pesan Raditya Dika, artis dan komedian, saat ditanya tips memilih pasangan yang bagus. Dia menjawab lihatlah calon pasangan saat marah, bagaimana cara dia melampiaskannya. Dari itu akan ketahuan apakah dia buas atau tidak.

4. Pelampiasan Rasa Frustasi

Saat orang frustrasi, dia akan menyerang pihak yang telah bikin frustrasi atau melampiaskan pada orang lain. Itu dilakukan untuk mengurangi tekanan mental.

Read More :  Berhenti Mencari Jati Diri, Mulailah Membinanya: Strategi Erik Cokro Raharjo Mengubah Hidup Anak Muda

Hal itu, bisa terjadi bukan hanya pada suami pada istrinya, tapi istri pada suami, ataupun pada anak. Intinya, orang akan cenderung menyerang orang yang membuatnya frustasi. Ditambah dengan labilitas emosi, membuat sampai ada KDRT

5. Merasa Bisa Mengatur Bukan Diatur

Lagi, karena perasaan dominasi pada keluarga itulah. Banyak pria yang merasa mengatur bukan diatur oleh pasangan.

Pada kasus Cut Intan Nabila, suami merasa egonya terluka karena diatur istri pada hal yang boleh/tidak boleh dilakukan. Meski itu menjurus pada kebaikan.

Hal itu pula yang terjadi pada kasus KDRT lainnya. Suami yang merasa memenuhi segalanya, merasa memiliki derajat lebih tinggi, merasa superior, juga tega melakukan KDRT saat istri berani mengatur dirinya.

6. Luka Atau Trauma InnerChild

Dilansir dari halodoc, luka atau trauma masa kecil juga bisa menjadi penyebab suami bisa melakukan KDRT pada Istri.

Menurut psikolog kawakan Ian Hughes dan juga penulis buku Disordered Minds: How Dangerous Personalities are Destroying Democracy, trauma masa kecil dapat menyebabkan seseorang (laki-laki) untuk melakukan kekerasan saat dewasa.

Sejatinya, pengasuhan yang sangat disfungsional dapat menyebabkan masalah akut dalam perkembangan anak yang pada gilirannya dapat mengakibatkan perilaku nakal, termasuk kekerasan ketika dewasa kelak.

7. Pengaruh Lingkungan Toxic

Lingkungan juga sangat berpengaruh. Misalnya saja, suami yang berada di lingkungan yang menormalisasi KDRT, bahkan mendapatkan dukungan.

Lingkungan buruk, seperti minuman keras dan narkoba, juga meningkatkan kemungkinan suami bisa melakukan KDRT bahkan membunuh suaminya.

Selain beberapa faktor penyebab diatas, keadaan seperti ekonomi, mabuk, kecanduan narkoba, budaya patriarki dan bias gender, juga memicu adanya KDRT.

Nah, buat kamu yang mengalami KDRT. Jangan pernah diam dan nenunggu nyawa melayang. Laporkan dan mintalah perlindungan. Ingat! KDRT bukan aib yang harus disembunyikan.

Read More :  Wanita Tidak Boleh Berhenti Mengembangkan Bakat dan Potensi, Meski Sudah Menikah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *