Kadang, yang salah bukan hanya mereka yang hadir dalam hidupmu. Namun ekspekstasimu atau harapanmu yang terlalu tinggi kepada mereka. Lagi dan lagi, kamu gagal untuk memanage hati, mengatur harapan, agar tak lagi terbang jauh terlalu tinggi, saat menitipkannya pada seseorang.
Lagi-lagi kamu terlalu percaya, terlalu mencintai dan terlalu memberikan segalanya.
Sebab, saat ternyata harapan itu harus jatuh dan mereka bukan seseorang yang kamu nantikan. Maka, rasa sakit itu akan terasa lebih dalam, kecewanya juga lebih hebat dan lukanya sulit untuk disembuhkan.
Daftar Isi
- 0.1 Manage-lah Harapanmu, Dengan Sadar, Bahwa Seseorang Yang Siap Menikah pun Belum Tentu Jadi Jodohmu
- 0.2 Manage-lah Harapanmu. Dengan Mencintai Sewajarnya Manusia. Namun Memberikan Seutuhnya Cinta Pada Allah Ta’ala
- 0.3 Manage-lah Harapanmu. Percayalah Dengan Mengaturnya Sebaik Mungkin Kamu Akan Terhindar Dari Rasa Sakit Dan Kecewa Yang Terlalu Dalam
- 1 Aku Tak Berharap Lebih Padamu, Hanya Ingin Ada Selalu Disampingku
- 2 Aku Percaya, Akan Ada Saatnya Kamu Akan Dipertemukan Dengan Jodohmu Dengan Jalan Tak Terduga.
- 3 Bila Memang Dia yang Kamu Sayang Sudah Ada Di Dekat Mata, Lantas Buat Kamu Berlama-Lama Tak Memberikan Kepastian.
- 4 Aku Tak Berharap Kepadamu, Aku Hanya Berharap Kamu Selalu Ada Disampingku.
Manage-lah Harapanmu, Dengan Sadar, Bahwa Seseorang Yang Siap Menikah pun Belum Tentu Jadi Jodohmu

Dia hadir dalam hidupmu bukan untuk mempermainkan hatimu. Dia hadir memberikan harapan, juga berharap, bahwa harapan itu akan menjadi nyata. Dia berusaha serius dan ada untukmu untuk menjadi pelabuhan dan singgahan terakhir.
Namun, sekali lagi, jodoh itu rahasia Allah dan hanya Allah-lah yang tahu siapa yang tepat untuk kita dan dia. Nyatanya, di hari pernikahan itu dia tak datang. Nyatanya ditengah perjalanan merajut kasih itu, dia pergi dan meninggalkan luka.
Lalu, kepada siapakah kamu harus menyalahkan rasa kecewa itu. Kepada siapakah kamu bisa untuk melampiaskan segala amarahmu. Padahal, kamu sendiri juga yang lupa, yang gagal, untuk memanage harapanmu. Kamu seharusnya tak terlalu percaya dan menaruh harapan tinggi, saat sadar bahwa dia belum tentu jadi yang terakhir dalam pencarianmu
Manage-lah Harapanmu. Dengan Mencintai Sewajarnya Manusia. Namun Memberikan Seutuhnya Cinta Pada Allah Ta’ala

Selalu ingatkan hati dan dirimu, bahwa untuk tidak pernah terlalu memberikan harapan dan cinta pada seseorang. Untuk tidak memberikan segalanya kepada yang belum halal. Untuk tidak menggantungkan hidup, meski dia adalah pelabuhan terakhir yang Allah janjikan.
Cukupkan Allah dan pastikan hanya kepadaNya, kamu memberikan sepenuhnya cintamu dan menggantungkan harapanmu setinggi mungkin. Sebab saat manusia memberikan kecewa, Allah akan memberikan banyak cinta untuk menyembuhkan lukanya.
Manage-lah Harapanmu. Percayalah Dengan Mengaturnya Sebaik Mungkin Kamu Akan Terhindar Dari Rasa Sakit Dan Kecewa Yang Terlalu Dalam

Dia mau datang ya silahkan. Mau pergi juga silahkan. Namun selama dia juga berusaha memperjuangkan. Maka, kamupun juga akan berusaha berjuang. Dan jika, akhirnya dia memilih untuk pergi, maka kamu pun akan berusaha merelakan dirinya sepenuh hatimu.
Hal itu bisa kamu lakukan dan yakin mampu untuk kamu terapkan. Saat kamu bisa memanage harapan dan ekspektasimu sebaik mungkin. Kamu bisa benar-benar mencintai seseorang yang memang pantas untuk kamu perjuangkan, tanpa lupa untuk mencintai dirimu sendiri dan hal-hal baik dalam hidupmu.
Jadi selalu, untuk siapapun yang hadir. Manage-lah harapan dan hatimu sebaik mungkin. Jangan biarkan sakit itu menjadi terlalu dalam, saat kamu biarkan dirimu berharap pada yang belum pasti dan mungkin mengecewekan. Ingat selalu, bahwa bahagiamu, kamu sendiri yang tentukan.
Aku Tak Berharap Lebih Padamu, Hanya Ingin Ada Selalu Disampingku

Aku pernah jatuh cinta berkali-kali, tapi hati ku patah berkali-kali pula. Ada yang menjalin hubungan manis di awal namun pada akhirnya meninggalkan luka yang mendalam. Bukan aku yang banyak keinginan terhadap dia, hanya saja mungkin kami ditakdirkan hanya untuk dipertemukan namun akhirnya dipisahkan.
Klise mamang, ada yang bilang setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Benar adanya, aku juga sering merasakannya. Kehilangan dia yang sedang kusayang, dengan mudah berpaling ke lain hati. Hingga akhirnya aku hanya bisa menerima dengan lapang dada sambil terus mencari pengganti dan memperbaiki diri.
Aku Percaya, Akan Ada Saatnya Kamu Akan Dipertemukan Dengan Jodohmu Dengan Jalan Tak Terduga.

Kamu percaya bahwa jodoh itu adalah rahasia dari Allah, hanya dia yang mengetahui hamba-Nya akan berjodoh dengan siapa saja. Benar adanya, dan kita tidak bisa mengetahuinya. Tapi bukankah ada juga bahwa dia merupakan jodoh yang dikirimkan oleh Allah untukmu.
Sebenarnya sudah jelas dalam tanda-tanda yang diberikan oleh-Nya dengan siapa kita sekiranya berjodoh. Bila belum percaya, coba saja perhatikan tanda-tanda dia akan menjadi jodohmu. Bila ada diantaranya, maka pastikan kamu mengejarnya dengan samakin giat dan meminta restu kedua orang tuanya dan tentu saja jangan lupa berdoa selalu kepada Allah.
Bila Memang Dia yang Kamu Sayang Sudah Ada Di Dekat Mata, Lantas Buat Kamu Berlama-Lama Tak Memberikan Kepastian.

Rasanya kamu dan dia sudah saling sayang, tapi masih belum pembicaraan ke yang lebih serius lagi. Padahal jika kalian masih begitu saja, bisa jadi nanti salah satu dari kalian akan bosan dan lalu ada yang ditinggalkan dan tersakiti.
Bukannya salahnya pergi meninggalkanmu, jika ada yang lebih duluan memberikan kepastian dengan penuh tanggungjawab. Bahkan dia juga memberi rasa nyaman lebih dari yang kamu berikan, sungguh dia akan berpaling darimu dan kamu pun menderita kembali lagi.
Aku Tak Berharap Kepadamu, Aku Hanya Berharap Kamu Selalu Ada Disampingku.
Jika semuanya sudah kuberikan kepadamu dengan tulus, dan memintamu kepada orang tuamu juga. Namun sampai sekarang kamu tak memberi kepastian, biarlah aku setia menanti jawabanmu, aku berharap memang tidak mengecewakanku. Bila kamu sudah memilihku sebagai pendamping hidupku, ku tak banyak berharap padamu. Karena cukup bagiku menghabiskan sisa hidupku bersamamu hingga rambut memutih.
Hanya itu impian sederhanaku, hidup bahagia bersamamu kelak saling mencintai dengan tulus dan menerima kekurangan masing-masing.