Perbarui peringkat Liga Primer 2025/26 Putaran ke-11 terbaru dan tercepat hari ini, 8 November. Mohon perhatikan.
Peringkat Liga Primer 2025/26 setelah 10 putaran menunjukkan bahwa Arsenal mendominasi posisi teratas dengan 25 poin, unggul 6 poin dari Manchester City di posisi kedua. The Gunners mempertahankan performa yang sangat stabil dengan 8 kemenangan, hanya 1 kekalahan dan 1 hasil imbang, serta memiliki selisih gol +15 – tertinggi di liga.
Tim asuhan Mikel Arteta menunjukkan keseimbangan yang sempurna antara serangan dan pertahanan, dan kedalaman skuad membantu mereka mempertahankan keunggulan dalam persaingan gelar juara di awal musim.
Di belakang Arsenal, tim yang mengejar, termasuk Manchester City (19 poin), Liverpool (18 poin), Sunderland (18 poin), dan Bournemouth (18 poin), menciptakan persaingan sengit untuk memperebutkan posisi 4 besar. Man City masih mempertahankan kekuatan aslinya, tetapi hasil imbang dan kekalahan awal membuat mereka kesulitan untuk tetap dekat dengan posisi puncak.
Liverpool perlahan-lahan mulai menemukan kembali stabilitasnya, sementara Sunderland yang fenomenal menarik perhatian besar karena mampu menyamai kedua raksasa ini berkat gaya bermain efektif dan semangat juang yang disiplin. Bournemouth melanjutkan performa impresif mereka dengan bertahan di posisi ke-5, jauh melampaui ekspektasi di awal musim.
Di paruh bawah klasemen, tim-tim seperti West Ham, Nottingham Forest, dan Wolves sedang mengalami krisis. Wolves hanya meraih 2 poin setelah 10 pertandingan, kandidat terkuat untuk degradasi jika mereka tidak segera memperbaiki performa. Sementara itu, tim-tim papan tengah yang terdiri dari Chelsea, Manchester United, Tottenham, atau Crystal Palace masih bersaing ketat, menjanjikan persaingan untuk posisi 6 besar akan semakin sengit di periode mendatang.
Daftar Isi
Liga Primer Putaran 11: Liga Primer menatap Manchester

Fokus pekan ke-11 Liga Primer akan tertuju pada dua pertandingan besar, Tottenham vs MU dan Man City vs Liverpool. Dan ini adalah kesempatan terbaik bagi Arsenal untuk terus melaju.
Pertarungan sengit di Etihad
Fokus pekan ke-11 Liga Primer akhir pekan ini tentu saja adalah pertarungan sengit antara Man City dan Liverpool di Stadion Etihad. Meski belum menjadi “final” perebutan gelar juara, hasil pertandingan ini akan menunjukkan tim mana yang cukup kuat untuk menantang Arsenal, tim yang saat ini berada di puncak klasemen dengan 25 poin setelah 10 pekan.
Kedua “raksasa” ini telah menjalani persiapan yang ideal. Di pekan ke-10, Man City dan Liverpool masing-masing mengalahkan Bournemouth dan Aston Villa, sebelum keduanya menang di laga Liga Champions pertengahan pekan. Namun, secara keseluruhan, performa kedua tim masih jauh berbeda.
Meskipun Man City berada di peringkat kedua dengan 19 poin, performa mereka belum stabil, hanya kalah 3 kali setelah 10 pekan. Sementara itu, Liverpool perlahan bangkit kembali setelah rentetan 4 kekalahan beruntun di awal musim. Musim lalu, The Reds memenangkan kedua laga melawan The Citizens, dan dalam 8 pertemuan terakhir di Liga Primer, mereka hanya kalah sekali (menang 3 kali, seri 4 kali, kalah 1 kali), yang jelas merupakan “musuh bebuyutan” Pep Guardiola.
Namun, Etihad adalah benteng yang tak tertembus bagi Man City. Mereka telah memenangkan keempat laga kandang terakhir mereka, mencetak 13 gol dan hanya kebobolan dua gol. Dengan performa gemilang Erling Haaland, Pep punya banyak alasan untuk yakin akan hasil yang menguntungkan.
Arsenal: The Gunners diam-diam menembus pertahanan

Pertarungan di Etihad bisa menguntungkan Arsenal jika Mikel Arteta dan timnya menyelesaikan misi mereka di kandang Sunderland. Meskipun “Black Cats” merupakan pemain baru musim ini, posisi ke-4 mereka dengan 18 poin menunjukkan bahwa ini merupakan fenomena menarik di Liga Primer 2025/26.
Sunderland menunjukkan gaya bermain yang seimbang antara menyerang dan bertahan, tetapi jelas masih sulit dibandingkan dengan tim seperti Arsenal yang telah memenangkan 10 pertandingan berturut-turut di semua kompetisi. Dalam 8 pertandingan terakhir, The Gunners bahkan belum kebobolan satu gol pun, membuktikan keyakinan dan keberanian sang kandidat nomor satu untuk tahta juara.
Tottenham vs. Man United: Perebutan 4 Besar

Pertandingan panas lainnya adalah Tottenham vs. Manchester United. The “Roosters” baru saja kalah dari Chelsea dan turun ke posisi ke-6, sementara “Red Devils” ditahan imbang 2-2 oleh Nottingham Forest. Sebagai catatan, MU belum pernah menang melawan Tottenham dalam 7 pertemuan terakhir (2 seri, 5 kalah). Namun, peluang terbuka lebar bagi Ruben Amorim dan timnya karena Spurs bermain sangat buruk di kandang musim ini (hanya menang 1/5 pertandingan).
Fakta bahwa MU memiliki waktu libur seminggu penuh sementara Tottenham harus membagi kekuatan mereka di Liga Champions juga merupakan keuntungan besar. Jika mereka menang, “Setan Merah” akan menciptakan momentum kebangkitan yang kuat dalam perebutan posisi 4 besar.
Chelsea mengincar posisi puncak

Di Stamford Bridge, Chelsea berpeluang meraih tiga poin penuh saat menjamu Wolves, yang berada di dasar klasemen dengan dua poin dan baru saja memecat manajer Vítor Pereira. Musim lalu, The Blues menghancurkan Wolves di kedua pertandingan dengan total sembilan gol. Kemenangan lainnya bisa membawa pasukan Enzo Maresca menembus empat besar jika Tottenham atau MU tersandung.
Kamu juga bisa membaca artikel menarik kami lainnya seperti Yoro: Man Utd Mungkin Menurun, Tapi Kelas Tak Akan Pernah Hilang