Rahasia Joko Anwar Menghadapi Perfeksionisme dan “Delusi” Kesempurnaan

Joko Anwar
Joko Anwar

Dalam dunia kreatif yang serba cepat, banyak dari kita terjebak dalam pusaran perfeksionisme yang melumpuhkan. Kita takut memulai karena takut gagal, atau takut merilis karya karena merasa “belum cukup bagus.” Namun, bagi sutradara kenamaan Joko Anwar, rahasia untuk tetap produktif selama lebih dari dua dekade ternyata bukan mengejar kesempurnaan, melainkan merangkul pertumbuhan.

Dalam podcast terbaru SUARA BERKELAS, Joko Anwar membagikan perspektif yang sangat kontradiktif namun membebaskan bagi para kreator dan siapa pun yang sedang berjuang dengan ekspektasi tinggi.

1. Kesempurnaan adalah Delusi

Banyak orang melabeli diri mereka sebagai perfeksionis, namun Joko Anwar memiliki pandangan berbeda. Baginya, mengejar sesuatu yang sempurna adalah usaha yang sia-sia karena kesempurnaan itu sendiri tidak nyata.

“Aku enggak pernah percaya dengan perfection. Justru ketika aku bikin film, aku selalu berusaha mencari imperfection. Karena imperfection itu real, perfection itu delusion.”

Pesan ini sangat kuat: jangan biarkan pengejaran akan sesuatu yang tidak nyata menghentikan langkahmu untuk menciptakan sesuatu yang nyata.

2. Jangan Berhenti di “Puncak Gunung”

Salah satu analogi paling menarik dalam diskusi ini adalah tentang tujuan hidup. Banyak orang bekerja keras untuk mencapai “puncak sukses,” namun Joko justru menghindari konsep puncak tersebut.

“Kalau aku memandang karier sebagai puncak sebuah gunung, setelah di puncak mau ke mana lagi? Turun, kan? Capek-capek mencapai puncak sukses, lalu turun. Aku memilih untuk tidak lebih tinggi, tapi lebih jauh.”

Ia mempraktikkan strategi “move the goal post”. Setiap kali ia hampir mencapai sebuah target, ia akan menggeser target tersebut lebih jauh lagi agar ia tidak pernah merasa benar-benar puas dan terus memiliki ruang untuk berkembang.

3. Obat Alami bernama “Progres”

Mengapa Joko Anwar tidak pernah merasa stres dengan hasil karyanya? Rahasianya terletak pada kepuasan saat menjalani prosesnya. Baginya, melihat diri sendiri berkembang adalah “narkoba alami” yang paling nikmat.

“Setiap kali kita merasa bahwa diri kita itu berkembang, melakukan progres, menurut aku itu adalah satu natural drug. Ada kepuasan tersendiri yang rasanya enggak bisa dibandingkan dengan apa pun.”

4. Menghadapi Kegagalan dan Kritik dengan “Full Effort”

Kunci utama untuk tidak memiliki penyesalan dalam hidup adalah dengan memberikan segalanya saat proses berlangsung. Joko menekankan pentingnya assessment diri yang jujur daripada sekadar meratapi hasil.

“Enggak boleh ada regret, enggak boleh ada penyesalan. Penyesalan itu artinya kita tidak maksimal menjalankan apa yang harus dijalankan pada waktu itu. Prinsip aku: full effort secara pikiran, mental, kreatif, spiritual. Hasilnya? Aku enggak pernah stres.”

Jika sebuah karya dikritik atau tidak laku, ia melihatnya sebagai cermin kemampuan pada saat itu. “Bukan kurang effort, tapi memang kemampuannya saat itu baru segitu. Ya perbaiki lagi di film berikutnya,” tambahnya.

5. Seni sebagai Pembuka Pikiran

Di akhir obrolan, Joko Anwar menekankan bahwa seni bukan sekadar hiburan, melainkan alat untuk membuat kita lebih manusiawi.

“Seni seharusnya membuka pikiran, bukan mempersempit. Pikiran terbuka membuat kita lebih responsive to life, artinya kita lebih punya empati dan lebih bisa stand up ketika hak kita diinjak-injak.”

Kesimpulan: Tetaplah Menjadi “Leader” bagi Diri Sendiri

Joko Anwar mengingatkan kita untuk berhenti mencoba menjadi orang lain atau mengikuti pasar secara buta. Nasihat terburuk yang pernah ia dengar adalah “ikuti pasar,” karena pasar selalu berubah.

Jadilah sutradara bagi kehidupanmu sendiri. Berhentilah mengomentari hidup orang lain dan mulailah bertanggung jawab atas pertumbuhan pribadimu. Karena pada akhirnya, tidak ada gunung yang harus didaki bersama-sama; setiap orang memiliki jalur dan “gunungnya” masing-masing.

Kamu juga bisa membaca artikel menarik kami lainnya seperti Sedekah: “Investasi Langit” yang Membela Anda di Gelapnya Liang Lahat

Read More :  Lakukan 7 Hal Ini, Biar Selalu Nampak Muda Meski Usia Mulai Menua

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *