Memasuki tahun 2026, tantangan ekonomi terasa semakin nyata. Namun, di balik angka-angka inflasi, ada satu kunci utama yang sering kita lupakan: Personal finance is more personal than finance. Dalam sebuah obrolan mendalam di kanal YouTube Raditya Dika, perencana keuangan ternama Prita Gozi membedah cara agar keuangan kita tetap “waras” dan bertumbuh.
Berikut adalah rangkuman strategi berkelas untuk menata masa depan finansial Anda.
Daftar Isi
1. Berhenti Memaksa Diri Mencatat, Mulailah Membagi

Banyak orang gagal mengelola uang karena merasa terbebani dengan keharusan mencatat setiap pengeluaran. Prita memberikan solusi cerdas bagi si “pemalas catat” melalui teknik pemisahan rekening.
“Cara aku adalah aku punya banyak banget rekening. Dari situ ketahuan rekening mana yang habisnya paling cepat, jadi kita bisa bikin prioritas.” — Prita Gozi
Ia menyarankan pembagian ke dalam empat pos utama: Living Fix (biaya tetap), Living Variable (biaya makan/transport), Playing (hiburan), dan Saving (investasi). Dengan cara ini, Anda tidak perlu pusing mencatat; cukup lihat saldo di masing-masing rekening.
2. Piramida Prioritas: “Must, Should, Could, & Nice”

Prita menekankan bahwa masalah keuangan biasanya bukan karena gaya hidup yang terlalu tinggi, melainkan pengeluaran tetap (fixed cost) yang terlalu besar. Untuk mengatasinya, gunakan piramida prioritas:
-
Must Have: Biaya yang tidak bisa hilang (kos, makan, cicilan).
-
Should Have: Sering dilupakan tapi wajib (asuransi kesehatan, investasi masa depan).
-
Could Have: Pengeluaran yang bisa iya atau tidak (hobi).
-
Nice to Have: Kemewahan tambahan seperti liburan mewah.
3. Kenali Kepribadian Uang Anda

Pernah merasa sayang mengeluarkan uang padahal saldo mencukupi? Atau justru merasa harus jadi pahlawan bagi semua orang? Prita menyebutkan bahwa setiap orang punya Money Personality yang berbeda, seperti Money Focus atau Money Vigilance.
“Masalah orang yang enggak pernah bisa mengelola keuangan itu bukan di porsi keinginan, tapi selalu di porsi living yang sifatnya fix.” — Prita Gozi
4. Realitas Membeli Rumah di Tahun 2026

Bagi generasi muda dengan gaji Rp7-8 juta, impian memiliki rumah di kota besar memang menantang. Prita memberikan angka yang jujur: cicilan KPR maksimal adalah 30% dari penghasilan. Jika belum mampu, menyewa adalah pilihan bijak asalkan biayanya tidak lebih dari 15% gaji.
“Angka enggak bisa bohong. Kalau kamu belum mampu beli rumah, jangan dipaksain. Cari kontrakan yang biayanya maksimal 10-15% dari penghasilan.” — Prita Gozi
5. Senjata Rahasia: “Cash Buffer” Anti-Stres
Salah satu poin paling menarik dari diskusi ini adalah konsep Cash Buffer. Prita menyarankan untuk memiliki dana sebesar 2.000 USD (sekitar Rp30 jutaan) di atas dana darurat.
“Orang yang punya cash buffer 2.000 US akan mampu berpikir jernih di masa sulit, mengurangi stres level hingga 20%, dan mengurangi waktu ‘bengong’ mikirin duit sampai 8 jam sebulan.” — Prita Gozi
Kesimpulan
Menata keuangan bukan hanya soal mengumpulkan angka, tapi soal membangun ketenangan mental. Dengan fondasi yang kuat—pemasukan lebih besar dari pengeluaran, dana darurat yang siap, dan asuransi yang tepat—kita bisa menghadapi tahun 2026 dengan kepala tegak.
Kamu juga bisa membaca artikel menarik kami lainnya seperti Menolak Menukar Waktu dengan Uang: Membedah Strategi “Leverage” di Tahun 2026