Diselingkuhi dan dikhianati oleh seseorang yang sangat kita harapkan, cinta dan perjuangkan, memang rasanya sakit sekali. Padahal kamu sudah berusaha memberikan yang terbaik, tapi justru dia mengkhianati, padahal kamu sudah setia dan menjaga komitmen, namun justru dirinya yang tega menduakan hati.
Oleh sebab itu, saat menyadari bahwa dia adalah pengkhianat. Saat kamu tahu bahwa cintamu telah diduakan. Tak perlu meminta kejelasan apa-apa, karena seorang pengkhianat akan punya ribuan alasan untuk menyalahkan dirimu dan membela dirinya.
Cukup berikan ketegasan, yaitu tegas untuk meninggalkannya, sebab kamu sadar dia memang tak pantas untuk diperjuangkan.
Daftar Isi
- 1 Bila Di Duakan, Sudah Jelas Hatinya Tidak Bisa Dipercaya. Apalagi Selingkuh Itu Sekali Dimaafkan Pasti Akan Mengulangi Lagi Di Lain Kesempatan.
- 2 Tidak Perlu Meminta Penjelasan, Karena Seorang Pengkhianat Akan Punya Seribu Alasan Untuk Membela Dirinya.
- 3 Jadi Berhentilah Bucin Pada Seorang Pengkhianat. Sadarlah, Dia Tidak Pantas Untuk Kamu Pertahankan dan Perjuangkan.
- 4 Lagipula, Saat Dia Menduakan Dirimu. Itu Sudah Tanda Kamu Tak Benar-Benar Bertahta di Hatinya. Mungkin, Kamu Hanyalah Salah Satu Pelampiasan Untuknya.
- 5 Sehingga Tegaslah! Jangan Mau Terus Bertahan Dengan Orang Toxic dan Manipulatif Itu. Kamu Harus Tahu Bahwa Kamu Berhak Mendapatkan Kebahagiaan dan Kesetiaan. Bukan Menghabiskan Waktu Untuk DiBodohi Oleh Seseorang.
- 6 Jangan Mencari Pelampiasan Hati Untuk Mengusir Rasa Sepi
- 7 Jangan Mengetuk Hati Seseorang Dan Memberikan Harapan. Kamu Tak Tahu, Sedalam Apa Cinta dan Perjuangan Seseorang Yang Sungguh Tulus Padamu.
- 8 Jangan Menjadikan Seseorang Sebagai Pelampiasan Untuk Mengusir Rasa Sepi. Tuhan Menitipkan Dirinya Untuk Kamu Sayang Dan Jaga.
- 9 Bahkan, Walau Kamu Pernah Disakiti. Bukan Berarti Kamu Membenarkan Diri Dengan Menjadikan Orang Lain Pelampiasan. Padahal Dia Hadir Sebagai Penyembuh Hatimu Yang Terluka.
- 10 Belajarlah Untuk Berkomitmen Dalam Hubunganmu. Jangan Menunggu Menyesal Untuk Menyadari, Kamu Mempunyai Seseorang Untuk Kamu Jaga.
- 11 Jika Kamu Belum Siap Serius, Jangan Mencari Pelampiasan. Isilah Hati dan Harimu Dengan Perbaikan Diri Agar Tak Merasa Sepi.
Bila Di Duakan, Sudah Jelas Hatinya Tidak Bisa Dipercaya. Apalagi Selingkuh Itu Sekali Dimaafkan Pasti Akan Mengulangi Lagi Di Lain Kesempatan.

Setiap orang pasti punya kekurangan dan kelebihan. Dan saat kamu setuju menjalin hubungan dengan seseorang, kamu harus belajar untuk menerima kekurangan maupun kelebihan itu, serta melengkapinya.
Namun, selingkuh itu berbeda, itu bukan kekurangan juga bukan kekhilafan, sebab dia melakukannya dengan sadar dan tahu bahwa itu adalah kesalahan yang fatal. Apalagi, selingkuh itu ibarat penyakit. Ketika kamu memaafkannya, akan ada kemungkinan, dia akan mengulangi lagi suatu hari nanti.
Tidak Perlu Meminta Penjelasan, Karena Seorang Pengkhianat Akan Punya Seribu Alasan Untuk Membela Dirinya.

Masalahnya, ketika kamu menanyakan alasan dia selingkuh. Seorang pengkhianat tidak akan mengakui kesalahannya, justru akan berbalik menyalahkanmu sebagai alasannya selingkuh.
Misal kamu ini dan itu, kamu tidak bisa memberikan ini dan itu, kamu bisanya hanya menyusahkan dirinya dan tidak bisa menyenangkan hatinya. Sehingga dia selingkuh dan mencari orang lain.
Semua perkaataan itu, meski tahu akan menyakitimu, namun karena keegoisannya, dia tidak akan peduli. Dia akan berusaha membenarkan diri, saat dimintai alasan dari perselingkuhan yang dilakukannya. Sehingga tak perlu meminta penjelasan. Sudah cukup jelas bahwa dia adalah orang yang murahan.
Jadi Berhentilah Bucin Pada Seorang Pengkhianat. Sadarlah, Dia Tidak Pantas Untuk Kamu Pertahankan dan Perjuangkan.

Masalahnya, banyak orang yang jadi bodoh dan bucin pada pasangannya. Padahal jelas dia sudah disakiti dan diselingkuhi. Jika kamu tetap kekeh bertahan dengannya, ya sudah, itu keputusanmu.
Tapi, jangan menyalahkan siapapun ketika kamu disakiti lagi oleh dirinya, diselingkuhi kembali, atau terang-terangan membawa orang lain dalam rumah tangga kalian. Terima saja, sabar saja dan ikhlaskan saja. Atau coba perhatikan, adakah bukti bahwa kamu budak cinta (bucin)
Jika kamu sudah tak tahan, tak kuat dan baru memakai akal serta logikamu. Maka segeralah berpisah dari dirinya dan pastikan meninggalkan dia. Sebab pada dasarnya, bucin pada seorang pengkhianat itu adalah kebodohan. Dia tak pantas untuk kamu perjuangkan ataupun pertahankan.
Lagipula, Saat Dia Menduakan Dirimu. Itu Sudah Tanda Kamu Tak Benar-Benar Bertahta di Hatinya. Mungkin, Kamu Hanyalah Salah Satu Pelampiasan Untuknya.

Iya, mungkin dia akan pulang padamu, jika sudah lelah dengan selingkuhannya. Iya, dia memang akan kembali padamu, saat dia capek berpetualang pada kisah cinta semunya. Dia akan meminta maaf dan mengejarmu kembali, sebab dia tahu hanya kamu yang begitu bodoh dengan menerima dirinya kembali.
Dia tahu kamu sangat bucin padanya, jadi apapun keburukan, kesalahan bahkan ketidak setiaannya pasti akan kamu maafkan dan terima. Kamu akan tetap melayaninya seperti biasa dan hanya akan menangis dipojokan saja saat dia kembali selingkuh.
Padahal, tak sadarkah kamu bahwa dirimu hanya menjadi pelampiasan bagi dirinya. Tak sadarkah kamu bahwa dirimu tak benar-benar bertahta di hatinya. Dia hanya takut sendiri, oleh sebab itu dia memanipulasi otakmu untuk percaya dia hanya khilaf saat selingkuh dan cintanya sungguh-sungguh untukmu.
Sehingga Tegaslah! Jangan Mau Terus Bertahan Dengan Orang Toxic dan Manipulatif Itu. Kamu Harus Tahu Bahwa Kamu Berhak Mendapatkan Kebahagiaan dan Kesetiaan. Bukan Menghabiskan Waktu Untuk DiBodohi Oleh Seseorang.

Tidak perlu sibukkan diri dengan pertanyaan “kenapa dia selingkuh” karena jawabannya jelas. Dia adalah seorang pengkhianat dan murahan. Tidak perlu meminta alasan pada dirinya, karena alasan itu justru usahanya dalam memanipulasi kamu, sehingga membuatmu seolah tersangka dari perselingkuhan yang dia lakukan.
Saat tahu kamu diduakan, saat sadar bahwa perjuanganmu hanya dipermainkan. Maka tegaslah! Putuskan hubungan itu, berpikirlah untuk kebahagiaan kamu dan orang yang kamu sayangi.
Sadarlah, bahwa hidup ini pilihan dan kamupun punya pilihan untuk meninggalkannya. Lagipula, jika alasan pertahananmu karena anak. Pikirkanlah, apakah anakmu akan tumbuh dengan sehat, saat punya orang tua tukang selingkuh?
****
Jangan Mencari Pelampiasan Hati Untuk Mengusir Rasa Sepi

Banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk mengisi rasa sepi di hatimu. Ada cinta yang tulus, yang sebenarnya kamu dapatkan dari orang-orang yang berada di sekitarmu. Banyak kesibukan yang bisa kamu kerjakan, mimpi yang harus kamu kejar dan kegiatan untuk dilakukan.
Jadi, jangan mencari pelampiasan hati untuk mengusir rasa sepi. Jangan mempermainkan hati seseorang, jika sejak awal kamu masih belum bisa serius dengannya. Jangan menaruh harapan dan janji, padahal kamu sendiri tak yakin bisa menepati.
Sebab hati yang kamu sakiti, akan berbalik menjadi doa buruk untukmu. Hati yang kamu sakiti bisa membunuh seseorang dari dalam. Sedang untukmu, karma yang sakit pasti akan kamu terima sebagai pembalasannya.
Jangan Mengetuk Hati Seseorang Dan Memberikan Harapan. Kamu Tak Tahu, Sedalam Apa Cinta dan Perjuangan Seseorang Yang Sungguh Tulus Padamu.

Jangan mengetuk seseorang atau memberi harapan, saat kamu sendiri tak yakin bisa menjaganya juga bisa menepati janji yang kamu ucapkan. Dia mungkin bodoh dengan percaya padamu, dia memang bodoh karena punya cinta yang tulus dan dalam untukmu.
Namun, kamu lebih tidak manusiawi dengan mengabaikan dan menyia-nyiakan dirinya. Padahal kamulah yang mendekati dan menjanjikan suatu kebahagiaan dalam hubungan.
Apalagi, kamu tak tahu sedalam apa cinta seseorang padamu, setulus apa dia mencintaimu. Jadi jangan membuat seseorang jatuh cinta, jika tidak bisa bertanggung jawab atas rasanya.
Jangan Menjadikan Seseorang Sebagai Pelampiasan Untuk Mengusir Rasa Sepi. Tuhan Menitipkan Dirinya Untuk Kamu Sayang Dan Jaga.

Bersyukurlah, karena ada seseorang yang tulus padamu dan bisa menerima kamu apa adanya. Bersyukurlah, karena Tuhan mempertemukan kamu dengan seseorang baik, yang mau memperjuangkan dirimu dan menjalin hubungan yang serius denganmu.
Tuhan sudah sudah begitu baik dengan mempertemukan kamu dengan orang baik. Maka, hargailah kehadirannya dengan menjaga dan menyayanginya. Hargailah dirinya dan perjuangan yang selalu dia berikan padamu.
Belajarlah berkomitmen dan setia. Lalu lupakan soal pelampiasan. Sebab, jika dia lelah dan pergi, maka kamu akan sangat menyesal.
Bahkan, Walau Kamu Pernah Disakiti. Bukan Berarti Kamu Membenarkan Diri Dengan Menjadikan Orang Lain Pelampiasan. Padahal Dia Hadir Sebagai Penyembuh Hatimu Yang Terluka.

Justru, saat kamu sudah tahu rasanya dijadikan pelampiasan, disakiti dan dikhianati. Seharusnya sedikit banyak kamu tahu bahwa itu sama sekali tidak mengenakkan. Dijadikan pelampiasan itu sakit, namun dia tetap berada disisimu dan tetap memegang tanganmu apapun yang terjadi.
Oleh sebab itu, move onlah dengan bahagia dan relakan semua sakit yang pernah kamu alami. Dia hadir untuk membantumu sembuh dan bangkit kembali. Dia membawa cinta yang lebih baik dan perjuangan yang lebih hebat. Jadi jangan sia-siakan.
Belajarlah Untuk Berkomitmen Dalam Hubunganmu. Jangan Menunggu Menyesal Untuk Menyadari, Kamu Mempunyai Seseorang Untuk Kamu Jaga.

Apa salahnya untuk belajar berkomitmen dalam hubunganmu itu. Tidak ada ruginya, bahkan banyak kebaikan yang akan kamu dapatkan. Lagipula, bukankah impian setiap orang untuk bahagia.
Jadi saat kamu sudah bahagia dengan hubunganmu, lalu kenapa harus mencari kehancuran dengan mempermainkan hati seseorang. Belajarlah berkomitmen, jangan lagi menjadikan seseorang yang berharga sebagai pelampiasan.
Buktikan rasa sayang dan cintamu dengan menjaganya sepenuh hatimu dan segera menghalalkannya. Sebab saat dia pergi nanti, hanya penyesalan dan karma yang akan kamu terima.
Jika Kamu Belum Siap Serius, Jangan Mencari Pelampiasan. Isilah Hati dan Harimu Dengan Perbaikan Diri Agar Tak Merasa Sepi.

Daripada mempermainkan hati dan membuat luka di hati orang lain. Jika kamu memang belum siap, maka isilah hatimu dengan sibuk memperbaiki diri. Isilah hati dan harimu dengan belajar, bekerja, membanggakan orang tua dan menggapai mimpi.
Jodoh terbaik pasti akan hadir sendiri di waktu yang tepat nanti, tanpa kamu harus menjajali tiap-tiap hati. Apalagi, jika kamu sadar bahwa kamu belum bisa serius dan membahagiakan seseorang. Jangan beri harapan, lalu meninggalkan.