Pendakian Epik Gunung Luhur Sukamakmur Bogor, Bonus Taman Bunga dan Hutan Magis Sukamakmur!

Gunung Luhur Sukamakmur Bogor
Gunung Luhur Sukamakmur Bogor

Kawasan Sukamakmur seolah menjadi harta karun tak berujung bagi para petualang! Dinding-dinding gunungnya yang menantang berpadu dengan keindahan alam yang memukau, menjadikannya destinasi favorit bagi pendaki yang haus akan pemandangan tanpa harus mengorbankan banyak waktu. Di antara permata hijau ini, ada satu puncak yang wajib masuk dalam daftar Anda: Gunung Luhur Sukamakmur, Bogor.

Setelah merasakan kedamaian di Puncak Khayangan dan kesejukan abadi di Curug Sejoli dalam trekking saya sebelumnya, kali ini panggilan alam kembali menggema. Kamu bisa membaca pengalaman mendaki saya di Trekking Santai Ke Puncak Khayangan dan Curug Sejoli Bogor

Saya kembali ke medan laga, kali ini untuk menaklukkan trio ikonik: Gunung Luhur, Puncak Ipis Pasir, dan Curug Seloji! Penasaran dengan liku-liku dan kejutan apa yang menanti di sepanjang perjalanan kali ini? Simak kisah petualangan saya selanjutnya!”

Transisi Petualangan Menuju Gunung Luhur Sukamakmur Bogor: Dari Hiruk Pikuk Kota Hingga Senyapnya Puncak 2

Gunung Luhur Bogor
Gunung Luhur Bogor

Perjalanan menuju basecamp Gunung Luhur adalah sebuah epilog petualangan itu sendiri. Ia menjadi saksi bagaimana moda transportasi, mulai dari Ojek Online yang gesit, Transjakarta yang bising, hingga Mobil Elf yang tangguh, menyatukan kami dalam satu tujuan.

Seperti ritual, saya memulai pergeseran dari Kranggan ke Halte Transjakarta Cibubur menggunakan Ojol. Perjalanan berlanjut, membelah kota hingga Cawang Uki. Dengan waktu kumpul yang ditetapkan pukul 23.00, malam itu saya habiskan dalam keheningan antisipasi di halt – menunggu jarum jam merestui dimulainya ekspedisi ini.

Tepat waktu, rombongan terkumpul. Kami pun melesat, menempuh perjalanan dramatis selama kurang lebih 2 jam. Awalnya, jalanan masih dipenuhi sisa-sisa keramaian kota, namun perlahan kami memasuki dimensi lain. Mobil Elf kami mulai merayap di atas Jalur Puncak 2 yang sunyi dan gelap, meninggalkan hiruk pikuk di belakang, disambut oleh bisikan misterius hutan malam.

Sekitar pukul 02.00 dini hari, kami akhirnya tiba di basecamp. Tubuh kami beristirahat sejenak, namun semangat sudah menyala, siap meledak di subuh hari. Hanya dua jam waktu tidur, karena tepat pukul 04.00 pagi, alarm petualangan akan berbunyi, dan kami harus siap bergerak pada pukul 04.30!”

Read More :  Menikmati Kulineran dan Masjid At Thohir yang Penuh Warna di Malam Hari

Dari Basecamp Menuju Gerbang Pendakian, Dilanjutkan Tanjakan Singkat Menuju Pos 1: Mencrang ( 22 menit)

Pos 1 Gunung Luhur Sukamakmur Bogor
Pos 1 Gunung Luhur Sukamakmur Bogor

Pukul 04.30, tirai malam masih membentang pekat. Setelah mengikat janji keselamatan dalam doa, petualangan pun dimulai. Sinar lampu kepala dan ponsel menjadi satu-satunya pemandu, menerangi jalanan basecamp yang awalnya landai, sebelum akhirnya menelan kami bulat-bulat ke dalam mulut hutan yang gelap.

Setelah langkah kaki yang semakin yakin, kami tiba di sebuah gerbang yang menjadi batas antara dunia nyata dan dunia petualangan: Pintu Gerbang Selamat Datang Gunung Luhur 1750 MDPL. Sementara peserta lain sibuk mengabadikan momen, tujuan saya dan Syarif sudah terukir jelas di benak: Kami harus menyaksikan sunrise spektakuler dengan lautan awan yang legendaris!

Tanpa membuang waktu, kami meminta izin dan memisahkan diri. Kami berdua bergerak, menembus kegelapan tanpa kompromi. Hanya mengandalkan insting dan jejak para pendaki sebelumnya, kami perlahan-lahan menanjak. Walaupun singkat, tanjakan menuju Pos 1 sudah cukup menguras tenaga di pagi buta.

Pada pukul 04.52, kami berhasil menapakkan kaki di Pos 1. Waktu semakin sempit, namun semangat kami semakin membara. Fajar sudah di depan mata, dan kami tak ingin kehilangan momen emas itu!

Pos 1 Mencrang Menuju Pos 2 Sanchek ( 14 menit)

Pos 2 Gunung Luhur Sukamakmur Bogor
Pos 2 Gunung Luhur Sukamakmur Bogor

Tidak ada waktu untuk berleha-leha. Setelah mengambil napas sejenak dan mengabadikan Pos 1, kami segera melanjutkan pengejaran. Keheningan malam masih mendominasi, namun bukan lagi keheningan yang menakutkan, melainkan keheningan yang penuh janji.

Hanya terdengar orkestra alam yang tenang—suara-suara hewan pagi yang perlahan menyapa hutan, menjadi soundtrack eksklusif kami. Diiringi melodi alam, angin sejuk mulai menusuk tulang, sebuah pengingat bahwa kami berada di ketinggian, untungnya jaket tebal setia menjadi tameng terdepan.

Trek dari Pos 1 ke Pos 2 terbilang bersahabat; tanjakan-tanjakan kecil yang ramah menjadi sahabat perjalanan kami. Langkah demi langkah, kami meniti jalur yang belum tersentuh mentari. Dan tak lama kemudian, sebuah plang kembali menyambut kami: Pos 2 sudah tercapai! Setelah kembali mengabadikan titik penting ini, kami tahu: waktu untuk sunrise semakin dekat!

Pos 2 Sanchek Menuju Pos 3 Ngaret ( 10 Menit)

Pos 3 Gunung Luhur Sukamakmur Bogor
Pos 3 Gunung Luhur Sukamakmur Bogor

Kami tahu setiap detik sangat berharga. Tanpa jeda, kami langsung melompat dari Pos 2 menuju Pos 3. Langit kini mulai memudar, menyambut janji fajar, sehingga kami tak lagi memerlukan bantuan cahaya buatan. Tanjakan yang lebih terasa pun terbayar lunas ketika kami tiba di sebuah oase: Taman Bunga Panca Warna yang memesona!

Read More :  One Day Trip Garut : Menelusuri Keindahan Curug Nyogong, Leuwi Tonjong Hingga Curug Jagapati

Di sinilah keajaiban terjadi. Para pendaki sudah berkumpul, menanti momen agung itu. Di hadapan kami, Sang Mentari sedang malu-malu menampakkan wajahnya, menyemburkan cahaya oranye keemasan yang hangat dan merengkuh. Kami segera bergabung, mengabadikan siluet fajar yang dramatis berlatar belakang Hortensia yang mekar indah.

Melalui celah-celah pohon pinus yang menjulang, terlihat senyuman abadi Lautan Awan yang terhampar luas, seolah menjadi permadani putih bagi gunung-gunung di sekitarnya. Di sisi kanan, kehijauan hutan pun turut bermandikan cahaya kehidupan. Setelah 25 menit yang terasa seperti sekejap mata, kami harus meninggalkannya.

Kami melanjutkan beberapa langkah lagi hingga tiba di Pos 3, sebuah tempat perhentian yang lebih lengkap dengan fasilitas Musholla dan Toilet. Namun, pandangan kami sudah tertuju ke tujuan selanjutnya!

Pos 3 Ngaret Menuju Pos 4 Nikreuh (18 Menit)

Pos 4 Gunung Luhur Sukamakmur Bogor
Pos 4 Gunung Luhur Sukamakmur Bogor

Langkah kami berlanjut meninggalkan Pos 3, menyusuri jalur yang awalnya terasa santai namun perlahan mulai menuntut kerja keras otot kaki. Kami disambut oleh deretan anak tangga alami yang seolah menjadi tangga menuju langit. Satu per satu anak tangga kami lalui dengan ritme yang terjaga, hingga akhirnya jalur berbelok tajam di ujung tanjakan.

Di sana, di bawah naungan pohon-pohon pinus yang menjulang, terpampang papan penanda Pos 4. Tempat ini terasa sunyi dan bersahaja; kami hanya berhenti sejenak untuk mendokumentasikan jejak sebelum kaki ini kembali gatal untuk mencapai titik yang lebih tinggi.

Pos 4 Ngaret Menuju Sunrise Camp, Surga Pemandangan yang Indah dan Penuh Dengan Bunga (8 Menit)

Sunrise Camp Gunung Luhur
Sunrise Camp Gunung Luhur

Jika kamu mencari tempat bermalam, Pos 3 memang menggoda, namun Sunrise Camp adalah sang primadona sesungguhnya. Perjalanan dari Pos 4 menuju titik ini mungkin singkat, namun ia menyuguhkan tantangan yang mampu memacu adrenalin.

Jalur yang awalnya landai perlahan mulai menuntut fokus, seolah menguji kesungguhan kami untuk melihat surga yang tersembunyi. Kelelahan itu sirna seketika saat kami tiba di area kamping. Pemandangan warna-warni tenda yang berserakan di antara pepohonan tampak seperti kanvas seni di tengah belantara.

Di sela-sela riuh rendah para pendaki yang sedang menikmati kopi pagi, mata kami dimanjakan oleh kemegahan alam yang tak tertandingi: hamparan lautan awan tipis yang menari lembut, berpadu dengan barisan pegunungan hijau yang membentang sejauh mata memandang. Di sinilah, waktu seolah berhenti dan membiarkan kami tenggelam dalam keagungan Sukamakmur.

Sunrise Camp Menuju Pos 5 Heuay (10 Menit)

Pos 5 Gunung Luhur
Pos 5 Gunung Luhur

Usai melepas lelah, kami berniat kembali memacu langkah. Namun, alam seolah punya rencana lain untuk menghentikan kami. Pandangan kami terkunci pada hamparan bunga pancawarna (Hortensia) yang tengah bermekaran dengan anggunnya. Di mana pun mata memandang, kelopak-kelopak cantik itu menyapa, menciptakan dilema manis yang membuat kaki ini terasa berat untuk melangkah pergi.

Read More :  Menikmati Sunrise di Sikapuk Hill Hingga Menyusuri Telaga Warna dan Dieng Park

Duduk bersimpuh di antara bunga-bunga indah ini sambil menatap barisan pohon hijau yang kokoh adalah sebuah kemewahan yang hakiki. Udara segar yang berembus lembut menjadi teman setia yang menyusup ke paru-paru, menenangkan hati, dan menghapus segala penat yang tersisa. Rasanya, saya bisa menghabiskan waktu selamanya di sudut surga ini.

Namun, waktu tetap berputar. Dengan berat hati, kami memutuskan untuk menyudahi ‘kencan’ singkat dengan bunga-bunga tersebut dan bergerak menuju Pos 5. Jalur memang mulai terasa lebih landai, namun rasa lelah yang sempat terlupakan kini mulai kembali menyapa secara perlahan. Dengan sisa-sisa tenaga yang semakin terkuras, kami terus berjuang hingga akhirnya papan penanda Pos 5 menyambut kedatangan kami.

Pos 5 Heuay Menuju Puncak Gunung Luhur 1.750 MDPL

Puncak Gunung Luhur 1.750 MDPL
Puncak Gunung Luhur 1.750 MDPL

Inilah ujian yang sesungguhnya. Jika sebelumnya kami dimanjakan oleh taman bunga, kini jalur menuju puncak menuntut seluruh sisa energi kami. Medan yang awalnya ramah mendadak berubah menjadi tantangan nyata; tanah yang becek dan licin akibat sisa hujan merangkap di antara akar-akar pohon, memaksa kami untuk ekstra waspada di setiap langkah.

Kami dihadapkan pada deretan anak tangga yang menjulang tinggi, seolah menantang siapa pun yang ingin melihat keindahan dari titik tertinggi. Di tengah napas yang mulai menderu, udara hutan yang lembap dan sejuk tetap setia menemani di bawah naungan pohon-pohon raksasa. Jalur mulai riuh; sapaan hangat antar pendaki yang naik dan turun menjadi penyemangat tersendiri di tengah kepungan kabut.

Setelah perjuangan intens selama 15 menit, kemenangan itu tiba. Pukul 07.12 pagi, kami akhirnya menapakkan kaki di Puncak Gunung Luhur! Suasana di atas sana begitu hidup; puluhan pendaki tampak terpesona, mengabadikan momen di tengah selimut kabut tipis yang memberikan kesan mistis sekaligus megah.

Namun, puncak ini bukanlah akhir. Karena Puncak Pasir Ipis dan Curug Sejoli sudah menanti, kami tak ingin berlama-lama larut dalam euforia. Perjalanan turun menuju basecamp pun kami tempuh dengan tempo tinggi—sebuah gerak cepat tanpa banyak henti, karena jiwa petualang kami sudah tidak sabar untuk menyingkap rahasia di destinasi selanjutnya!

Video Pendakian Epik Gunung Luhur Sukamakmur Bogor, Bonus Taman Bunga dan Hutan Magis Sukamakmur!

Biaya-Biaya Pendakian Gunung Luhur Sukamakmur

  1. Biaya Open Trip Rp. 300.000
  2. Ojek PP dari rumah ke halte transjakarta Rp. 40.000
  3. Jajanan, makanan dan minuman Rp. 100.000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *