Stop Ngegas! Mengapa Wanita Berkelas Justru Memilih untuk “Ngerem” di Tengah Puncak Karier

Drama Thailand yang Diperankan Oleh Fon Sananthachat Thanapatpisal
Drama Thailand yang Diperankan Oleh Fon Sananthachat Thanapatpisal

Di era yang menuntut kecepatan, kita didorong untuk terus “ngegas” meraih target secepat mungkin. Namun, bagaimana jika kecepatan itu justru merenggut ketenangan?

Dalam sebuah perbincangan mendalam di kanal SUARA BERKELAS, seniman dan content creator Erika membagikan keresahan yang jarang diakui oleh para profesional sukses: ketakutan mencapai sesuatu terlalu cepat.

Erika, yang dikenal dengan karya-karyanya yang inspiratif, mengungkapkan bahwa banyak orang lupa satu hal krusial: “Kamu belajar buat ngegas, tapi orang tuh lupa bilang kayak kadang ada waktunya kamu ngerem, and it’s okay.”

Seni Mengendalikan Kecepatan: Kapan Saatnya ‘Ngerem’?

Fon Sananthachat Thanapatpisal
Fon Sananthachat Thanapatpisal

Keputusan untuk “ngerem” bukan berarti berhenti berkarya. Bagi Erika, ini adalah tentang mengatur pace hidup  Dalam empat tahun terakhir yang penuh dengan pencapaian, ia mulai merasa perlu untuk mengambil jeda. Bukan untuk berleha-leha, melainkan untuk kembali sadar akan lingkungan sekitar.

Ketika Anda slow down, fokus tidak lagi hanya pada garis finish karier.

“Kalau kita gas kan kita fokusnya ke karir. Kalau kita slow down, we see people around us,” ujar Erika.

Melambat ternyata membuka pandangan baru. Anda bisa melihat kondisi tim, keluarga, dan yang terpenting, “mengapresiasi hal-hal kecil (the small things) dalam hidup” . Inilah fondasi dari mindfulness yang justru membuat pikiran lebih jernih dan tujuan jangka panjang semakin kokoh.

Filosofi Hidup Berbasis Nilai: The Rest Will Follow

Fon Sananthachat Thanapatpisal
Fon Sananthachat Thanapatpisal

Lantas, bagaimana para classy woman ini menetapkan tujuan? Jawabannya: Bukan pada angka atau jumlah uang, melainkan pada nilai dan intensi.

Erika menekankan bahwa patokannya bukan mengejar kekayaan semata, tetapi mimpi yang didorong oleh passion murni.

“Patokan aku tuh enggak pernah yang aku mau mencapai duit segini… lebih kayak aku pengin lukis pesawat satu hari. Yap, and the rest will follow,” ungkapnya .

Ketika Anda fokus pada value atau passion terbesar Anda, hadiah dan kesuksesan finansial akan datang sebagai konsekuensi, bukan tujuan utama.

Kekuatan Manifesting yang Menuntut ‘Showing Up’

Menyatakan Perasaan Ke Cewek
Menyatakan Perasaan Ke Cewek

Obrolan juga menyinggung kekuatan manifestasi, sebuah konsep yang kini populer, tetapi sering disalahpahami. Erika membagikan fun fact tentang bagaimana ia dan timnya pernah memanifestasikan untuk diundang ke Suara Berkelas—dan hal itu terwujud hanya dalam hitungan menit setelah diucapkan.

Namun, manifestasi bukanlah sulap. Ini adalah kombinasi antara kekuatan pikiran dan usaha nyata.

“Kamu enggak bisa duduk santai sofa berdoa terus tiba-tiba kamu diundang ke Suara Berkelas, enggak bisa. Kamu harus showing up, showing up, showing up,” tegas Erika .

Singkatnya, semesta menangkap energi dan intensi Anda, tetapi Anda harus memberikan effort untuk membuka jalan bagi terwujudnya mimpi itu.

Mindset Baru: Melampaui Batas Diri

Menutup perbincangan, Erika membagikan value terbarunya: “Push yourself sampai limitless” ([00:09:05]). Ini adalah visi ambisius yang akan direalisasikannya tahun depan, termasuk membangun bisnis sendiri dan merealisasikan karya-karyanya ke format offline melalui event-event besar.

Inti dari mindset wanita berkelas adalah memiliki kontrol penuh atas kecepatan hidup Anda, memastikan Anda tidak hanya sukses secara karier, tetapi juga kaya secara batin dan mindful.

Kamu juga bisa membaca artikel menarik kami lainnya seperti Kebijaksanaan Sejati: Mengapa Anda Harus Membiarkan Mereka Terus Meragukan Anda

Read More :  7 Tips Untuk Mengembalikan Kebahagiaan, Khususnya Buat Kamu Yang Baru Terluka

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *