6 Kebiasaan Malam Hari yang Dapat Menyebabkan Masalah Jantung

Masalah Jantung
Masalah Jantung

Olret.id – Merokok, makan tidak sehat, stres berlebihan atau minum terlalu banyak alkohol… adalah kebiasaan malam hari yang dapat dengan mudah menyebabkan masalah kardiovaskular dan stroke, bahkan saat Anda sedang tidur.

Menjaga kesehatan jantung sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan, karena penyakit kardiovaskular tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian secara global.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit jantung menyebabkan sekitar 17,9 juta kematian setiap tahun, yang mencakup 31% dari seluruh kematian di seluruh dunia. Walau faktor genetika berperan, banyak masalah terkait jantung merupakan akibat dari gaya hidup.

Ahli jantung menekankan bahwa menghindari kebiasaan tertentu dapat mengurangi risiko penyakit jantung secara signifikan. Menerapkan gaya hidup sehat untuk jantung dapat membantu memastikan jantung Anda tetap sehat selama bertahun-tahun yang akan datang.

Secara khusus, Anda perlu menghindari 6 kebiasaan di malam hari untuk mencegah masalah kardiovaskular yang dapat muncul bahkan saat Anda sedang tidur.

1. Merokok

Merokok
Merokok

Salah satu kebiasaan yang paling membahayakan bagi jantung adalah merokok, terutama jika dilakukan pada malam hari. Asap rokok mengandung zat kimia yang merusak pembuluh darah, menyebabkan penumpukan plak, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Penelitian dari American Heart Association (AHA) menunjukkan bahwa perokok memiliki kemungkinan dua hingga empat kali lebih besar terkena penyakit jantung dibandingkan bukan perokok. Berhenti merokok penting untuk mengurangi risiko ini dan seiring waktu jantung dan pembuluh darah dapat pulih, sehingga mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Kamu juga bisa membaca artikel kami tentang 5 Kebiasaan yang Harus Dihindari Untuk Mencegah Kanker Hati

Read More :  Rahasia Ketenangan Sejati Orang Kaya yang Tak Pernah Pamer: Mengapa Diam Jauh Lebih Mahal daripada Pengakuan

2. Pola makan tidak sehat

Makanan Penurun Berat Badan
Makanan Penurun Berat Badan

Pola makan memainkan peran penting dalam kesehatan jantung. Mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh, lemak trans, garam dan gula dapat menyebabkan kadar kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi dan obesitas. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit jantung.

Ahli jantung menyarankan diet yang kaya buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian utuh, protein rendah lemak, dan lemak sehat, seperti asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam ikan.

Misalnya, diet Mediterania telah terbukti meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular hingga 25% menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Medical Journal.

Kamu juga bisa membaca artikel kami tentang Apa yang Harus Dimakan Untuk Menjaga Kesehatan Hati dan Meningkatkan Detoksifikasi?

3. Kurangnya aktivitas fisik

Membahayakan Paru-Paru Saat Berolahraga
Membahayakan Paru-Paru Saat Berolahraga

Kurangnya olahraga merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Aktivitas fisik yang teratur membantu mengendalikan berat badan, menurunkan tekanan darah, memperbaiki kadar kolesterol dan mengurangi faktor stres, sehingga berkontribusi terhadap kesehatan jantung.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), orang dewasa harus melakukan setidaknya 150 menit olahraga intensitas sedang, seperti jalan cepat, atau 75 menit aktivitas berat, seperti berlari, setiap minggu.

Ahli jantung mengatakan bahwa olahraga ringan sekalipun dalam jumlah sedikit setiap hari, seperti berjalan kaki atau bersepeda, dapat memberikan perbedaan signifikan terhadap kesehatan jantung seiring berjalannya waktu.

Kamu juga bisa membaca artikel kami tentang olahraga yaitu 5 Kesalahan Umum yang Membahayakan Paru-Paru Saat Berolahraga

4. Konsumsi alkohol berlebihan

Konsumsi alkohol dalam jumlah sedang (satu gelas sehari untuk wanita dan dua gelas untuk pria) dapat memberikan beberapa manfaat kardiovaskular, tetapi minum terlalu banyak, terutama di malam hari, dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, gagal jantung, dan stroke.

Read More :  6 Tips Mengatasi Rasa Stress Saat Lamaran Kerja Masih Ditolak

Asosiasi Jantung Amerika memperingatkan bahwa penggunaan alkohol berlebihan juga dapat menyebabkan kardiomiopati, suatu kondisi yang melemahkan otot jantung.

5. Stres kronis

Pekerjaan Paling Membuat Stres di Dunia
Pekerjaan Paling Membuat Stres di Dunia

Stres merupakan pembunuh diam-diam dalam hal kesehatan jantung. Stres kronis memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol, yang dapat meningkatkan tekanan darah, meningkatkan detak jantung, dan berkontribusi terhadap penumpukan plak di arteri.

Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Akademi Kardiologi Amerika menunjukkan bahwa teknik pengurangan stres dapat mengurangi risiko penyakit jantung hingga 30%.

6. Tidak cukup tidur

Tidur Malam yang Nyenyak
Tidur Malam yang Nyenyak

Kebiasaan tidur yang buruk sering diabaikan sebagai faktor risiko penyakit jantung. Kurang tidur dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, diabetes, dan obesitas, yang semuanya berdampak negatif pada kesehatan jantung.

National Sleep Foundation merekomendasikan agar orang dewasa tidur selama 7-9 jam setiap malam untuk mendukung kesehatan secara keseluruhan. Ahli jantung menekankan pentingnya menjaga jadwal tidur yang konsisten dan menciptakan rutinitas waktu tidur yang menenangkan untuk meningkatkan kesehatan jantung.

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *